Makassar, umi.ac.id – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjadi tua rumah pelaksana Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Nasional yang berlangsung secara online dan offline yang dipusatkan di Kota Makassar berlangsung selama lima hari.

Kegiatan yang diikuti oleh delegasi mahasiswa Fakultas Kedokteran se-Indonesia resmi dimulai dengan ditandai pagelaran Welcoming Party yang digelar di Hotel Horison, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Jumat malam (12/11/2021).

“LKMM merupakan program yang diusung oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) sebagai suatu fasilitas pembinaan kepemimpinan dan organisasi yang disusun secara sistematis dan dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat LKMM Lokal, LKMM Wilayah, dan LKMM Nasional,” ungkap Sekretaris Jenderal ISMKI Muhamad Arif Djimbula.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor III UMI Dr. Nasrullah Arsyad, SH, MH, ini dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan bapak dr. H. Andi Mappatoba, M.B.A, DTAS dan Dekan Fakultas Kedokteran UMI Prof. dr. Syarifuddin Wahid, M.Kes, PhD, serta jajaran Wakil Dekan FK UMI.

Wakil Rektor III UMI Nasrullah Arsyad mengaku, kegiatan ini patut mendapatkan perhatian dari pimpinan universitas. Sebab, kegiatan ini sangat membantu universitas dalam menyiapkan lulusan UMI yang berkualitas, khususnya yang memiliki mental dan karakter pemimpin.

“Jadi kegiatan ini sangat membantu UMI, khususnya Falultas Kedokteran UMI dalam mempersiapan luaran yang berkualitas dari segi ilmu kesehatan dan kualitas dari segi akhlak. Kami juga menyambut baik anak-anakku sekalian yang mengikuti kegiatan ini. UMI sangat membuka diri untuk kegiatan yang positif,” tutur Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni itu.

Sementara itu, H Andi Mappatoba, Staf Ahli bidang Pemerintahan, yang mewakili Plt Gubernur Sulsel, menyampaikan bahwa pemilihan UMI sebagai pemenanvg tender pelaksana LKMM Nasional ini tentu dengan pertimbangan yang matang.

“Ini prosesnya pasti pertimbangan yang kuat mulai dari sumber daya manusiannya, kualitas institusinya, dan banyak indikator-indikator lain. Sebagai warga Sulsel, saya patut berbangga,” katanya.

(HUMAS)