Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Institut Leimena kembali menggelar kegiatan bersama. Kegiatan yang kesekian kalinya ini merupakan buah dari tindak lanjut kerjasama antara UMI dan Institut Leimena.

Terbaru, UMI dan Institut Leimena menggelar menggelar Pelatihan Program Internasional Peningkatan Kapasitas Guru Madrasah dalam Literasi Keagamaan Lintas Budaya secara daring dan luring, Senin (10/1/2022).

Webinar yang dipusatkan di lantai 9 Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, ini diikuti oleh 250 guru Madrasah dan penyuluh agama dari berbagai daerah se-Indonesia.

“Mereka ini akan menerima materi hingga 14 Januari mendatang. Mulai dari terkait keberagaman dan toleransi,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Dr. Muhammad Ishak Shamad, MA.

Ishak Samad menjelaskan, kedepan, UMI dan Institut Leimena akan banyak melangsungkan kegiatan lainnya.

“UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, menyadari bahwa kita hidup berasal dari beragam suku, agama,” ucapnya.

Wakil Rektor V UMI, Prof. Dr. Hattah Fattah, M.S, yang juga mewakili Rektor UMI, berharap pelatihan tersebut bisa menghadirkan guru madrasah yang bisa mendorong moderasi di tengah-tengah masyarakat.

“Ke depan kita menciptakan integrasi, ada toleransi. Ujung tombaknya adalah mereka yang sedang mengikuti training ini,” harapnya.

Sementara, Executive Director Leimena Institut, Matius Ho mengatakan literasi keagamaan lintas budaya yang dilaksanakan bersama UMI adalah sebuah pendekatan baru untuk membantu mengaktualisasikan nilai toleransi dan kerukunan.

“Peran guru sangat penting bagi kemajuan bangsa Indonesia. Program ini merupakan langkah awal yang terus dikembangkan,” tuturnya.

(HUMAS)