Makassar, umi.ac.id – Rapat Final Cek Panitia Konferensi Internasional Ketiga Halal, Policy, Culture, dan Sustainability berlangsung Jumat (8/10) di Auditorium al-Jibra Kampus 2 UMI.

Hadir Wakil Rektor 5 UMI Prof. Dr. Ir. H. M. Hattah Fattah, sekaligus Ketua Steering Commitee pada konferensi internasional ini. Hadir pula Chairman Dr. H. M. Ishaq Samad, dan sejumlah panitia.

Prof. Hattah Fattah menyampaikan pentingnya panitia mempersiapkan acara konferensi ini dengan sebaik-baiknya, terutama memastikan semua keynote speaker telah terupdate kesediaannya, termasuk para presenter dari berbagai negara.

Selain itu, dikatakan tahun lalu Konferensi Internasional kedua tentang Halal Issue memberikan kontribusi yang besar dalam perolehan pemeringkatan UMI, baik secara nasional maupun internasional, sebutnya.

Sementara itu Chairman Dr. M. Ishaq Samad menyampaikan ada 7 keynote speaker dari 7 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Jepang, Mesir, Canada dan Amerika Serikat.

Kemudian jumlah presenter pada paralel session dari sejumlah negara sebanyak 63 paper yang akan dipresentasikan selama dua hari (Senin-Selasa, 11-12 Oktober 2021), sebutnya.

Dikatakan latar belakang konferensi ini, antara lain pentingnya melakukan perubahan karena tidak ada satu pun yang bisa mencegah arus globalisasi. Yang bisa dilakukan hanya bagaimana mempersiapkan diri menghadapi globalisasi, apalagi mengingat dunia mengalami perubahan dengan cepat.

Mengantisipasi hal tersebut UMI telah mencanangkan beragam program menuju World Class University. Pembicara dan keynote speaker dari berbagai negara, termasuk narasumber dari sumber daya UMI sendiri.

Adapun tujuan acara ini untuk mensukseskan program internasionalisasi Universitas Muslim Indonesia, dan untuk meningkatkan kepercayaan stakeholder UMI, terutama masyarakat luas dengan mempercayakan UMI sebagai tempat mendidik mahasiswa.

Diharapkan kegiatan ini akan meningkatkan reputasi UMI, stakeholders and public trust serta peningkatan kuantitas dan kualitas rangking UMI, baik secara nasional maupun secara internasional, jelasnya.

(HUMAS)