Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Dzikir, Doa dan Tasyakuran atas raihan Akreditasi Institusi Unggul, Senin (4/10/2021).

Acara yang dipusatkan di Masjid Umar Bin Khattab kampus II UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar ini berlangsung secara online dan offline.

Seperti biasa di dalam tradisi UMI, kegiatan ini dimulai dengan shalat dhuha, lalu diikuti tasyakuran doa bersama yang dipimpin langsung oleh pimpinan Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlisin UMI Padanglampe.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh elemen sivitas akademika UMI mulai dari yayasan hingga program studi lingkup UMI.

Di akhir acara, seluruh peserta melakukan sujud syukur sebagai bentuk tasyakur atas raihan akreditasi Unggul.

Dalam sambutannya, Rektor UMI, Prof Dr. H. Basri Modding, SE, M.Si mengungkapkan, raihan akreditasi Unggul buat UMI ini adalah catatan sejarah bagi kemajuan pendidikan khususnya tingkat pendidikan tingi.

“UMI akan dicatat dalam sejarah bahwa merupakan perguruan tinggi pertama di luar Jawa mendapat akreditasi unggul untuk tingkat institusi.

Dari 2770 perguruan tinggi yang mengusulkan untuk akreditasi Unggul, baru 11 PT yang raih akreditasi unggul. Termasuk UMI di dalamnya,” tuturnya.

Sehingga, kata Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (UMI) UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah ini tidak boleh merasa jumawa atas capaiannya. Mensyukuri dan tetap menjadi yang terbaik adalah yang harus dilakukan.

“Raihan ini bukan didapat dari proses yang instan tapi dengan proses yang panjang. Kita berhasil menjalankan amanah ini dengan capaian yang baik. Pekerjaan terberatnya adalah mempertahankan akreditasi Unggul,” tuturnya.

Mantan Direktur Program Pascasarjana UMI ini mengungkapkan keberhasilan capaian ini berkat kinerja secara kolektif atau jamaah

“Yang artinya adalah semua aktivitas kita bernilai ibadah. Kita ingin selamat dunia akhirat. Mari kita memperlihatkan unggul dalam pelayanan berinteraksi unggul dalam bekerja semua aspek sesuai tupoksi kita.

UMI unggul karena SDM UMI Unggul karena memberikan pelayanan terbaik pelayanan yg unggul dan lain-lain,” tutup Prof Basri Modding.

(HUMAS)