Makassar, umi.ac.id – Pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyambut kedatangan rombongan Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaango Mongondow Selatan Sulawesi Utara di Ruang Rapat Senat Lantai 9 Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis (7/10/2021).

Pimpinan UMI yang dipimpin oleh Rektor UMI Prof. Dr. H. Basri Modding menyambut baik kedatangan rombongan Pemkab Bolaango Mongondow Selatan yang dipimpin oleh Bupati Iskandar Kamaru.

Kunjungan Pemkab Bolaango Mongondow Selatan ke UMI dalam rangka penandatanganan kerjasama dengan UMI yang resmi merupakan perguruan tinggi pertama di luar Jawa terakreditasi institusi Unggul pada 28 September 2021 lalu.

Dalam sambutannya, Bupati Bolaango Mongondow Selatan Iskandar Kamaru mengungkapkan, tujuan utama dari kerjasama ini adalah demi meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah yang dipimpinnya untuk proyeksi masa depan daerah yang maju.

“Makanya kami meminta UMI bisa bekerjasama dalam hal menciptakan SDM yang baik. Untuk saat ini yang urgen adalah kebutuhan tenaga Kedokteran agar bisa membantu masyarakat disana,” ucapnya.

“Saat ini baru dua mahasiswa kedokteran asal daerah Bolaang Bongondow Selayan yang ada di UMI. Tahun depan rencana minta minimal lima kuota khusus untuk diloloskan,” sambungnya saat diwawancarai media massa.

Ia meyakini, lewat bekerjasama dengan UMI, SDM di daerah yang dikenal dengan sebutan Bolsel ini bisa semakin maju.

“Kita ketahui bersama bahwa UMI ini memiliki akreditasi unggul. Bahkan menjadi satu-satunya di luar pulau Jawa PTS berakreditasi Unggul. Sehingga memilih UMI adalah pilihan yang tepat,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UMI Prof Basri Modding menyampaikan, keinginan masyarakat, lembaga swasta/pemerintahan bekerjasama dengan UMI semakin meningkat. Ini adalah bukti komitmen UMI dalam mengembangkan SDM bagi generasi penerus bangsa.

“Di Gorontalo itu ada kampus juga yang dibina oleh UMI sampai mandiri. Ada juga kampus di Pulau Buru, Provinsi Maluku. Terlebih di Sulawesi Selatan. Ini berkat silaturahim yang kita lakukan selama ini dan bernilai ibadah,” tutur Prof Basri Modding.

(HUMAS)