Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Seminar Nasional Kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang Makassar, Kamis (30/12/2021).

Seminar ini merupakan rangkaian program penelitian kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan pengabdian masyarakat berbasis hasil penelitian dan purwarupa PTS Ditjen pendidikan tinggi, riset dan teknologi tahun 2021.

Kegiatan bertajuk ‘Peningkatan mutu program merdeka belajar, kampus merdeka, melalui penguatan riset dan pengabdian masyarakat ini digelar oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) UMI.

Seminar dilakukan secara blended, luring dari Hotel Swiss-Bell Inn dan daring melalui Zoom yang diikuti oleh 13 tim peneliti kebijakan dan 13 tim pengabdi masyarakat, civitas akademika UMI serta peserta dari seluruh Indonesia.

Seminar yang mendaulat narasumber Ketua Dewan Guru UMI Prof. Dr. H. Mansyur Ramli, S.E, M.Si, dan Ketua Tim MBKM UMI Dr.Ir. H. Mais Ilsan, MP ( Ketua Tim MBKM UMI) ini menghadirkan pembicara kunci Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi RI, Paristiyanti Nurwardani.

Dalam sambutannya saat membuka seminar ini, Rektor UMI Prof. Dr. Basri Modding, MSi menjelaskan banyak hal soal peran dosen kaitan penelitian untuk inovasi di fakuktas maupun Universitas.

“Pembelajaran dalam Kampus Merdeka memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan inovasi, kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan,” ungkapnya.

Diketahui, sebelum dilakukan Seminar. Nasional, pihak UMI telah melaksanakan seminar Perguruan tinggi, setiap dosen Peneliti/pengabdi telah mempresentasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian MBKM pada tanggal 27 Desember 2021.

Selain itu, sebelumnya juga telah dilaksanakan seminar prodi dan fakultas sebelum seminar Perguruan tinggi. Dimana seminar di Perguruan Tinggi ini dipilih pengabdian dan penelitian terbaik untuk dikompetisikan di tingkat nasional. Seminar diikuti peserta mahasiswa, dosen dan peneliti dan pengabdi.

Dalam paparan materinya. Prof. Dr. Mansyur Ramli menyampaikan bahwa pendidian bukan hanya mendidik. Tapi yang dibutuhkan adalah peserta didikan/mahasiswa siap berkarir.

Menurut ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI itu, Perguruan tinggi hari ini sedang bertranformasi. Harus berpikir dan bekerja saat ini menghadapi kenyataan semakin nyata.

“Maka kita harus melakukan perubahan, tentu berubah atau bertahan. Dengan begitu program merdeka belajar menjawab era industri 4.0 dan 5.0,” pungkasnya.

(HUMAS)