Pesantren Darul Mukhlisin
Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin - Universitas Muslim Indonesia
Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin UMI lahir dan berdiri atas ide dan gagasan dari para tokoh pendiri, di antaranya Prof. Dr. Abdurahman A. Basalamah selaku Ketua Yayasan Badan Wakaf UMI, Drs. KH. Abd. Rahim Amien sebagai Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kepesantrenan YBW-UMI, serta KH. M. Zain Irwanto, MA sebagai Direktur Pesantren Pertama. Kehadiran pesantren ini tidak terlepas dari cita-cita luhur para pendiri UMI untuk membina dan mempertinggi derajat masyarakat melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Nama "Darul Mukhlisin" merupakan penjabaran dari firman Allah dalam QS al-Bayyinah/98:5 yang memerintahkan manusia melaksanakan amal ibadah dengan hati yang ikhlas semata-mata karena Allah.
Sejak tahun 2000, UMI menjadi pelopor perubahan pola pikir dan perilaku mahasiswa dengan mengganti program orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) yang identik dengan kekerasan menjadi Pesantren Kilat dan Pencerahan Kalbu. Program ini telah menjadi ciri khas UMI dan terbukti efektif membentuk mahasiswa baru menjadi insan yang berilmu, berakhlak, serta berkarakter Islami.
UMI mewajibkan seluruh mahasiswanya untuk mengikuti kegiatan pesantren setelah diterima sebagai mahasiswa, selama 30 hari, guna menjalani pengenalan nilai-nilai agama sebelum memasuki dunia kampus. Selama masa pesantren, mahasiswa menjalani kehidupan seperti santri, meliputi shalat berjamaah, shalat malam, membaca Al-Qur'an, dan menghafal Juz 30.
Program unggulan pesantren ini bahkan menarik perhatian mitra internasional UMI dari Malaysia yang secara khusus berkunjung dan menginap di Pesantren Darul Mukhlisin untuk merasakan langsung suasana dan program unggulannya.
Motto: Berilmu Amaliah, Beramal Ilmiah, Berakhlaqul Karimah
Dr. H. Akhmad Bazith, Lc., M.Ag.