Profil & Sejarah UMI
Sejarah Universitas Muslim Indonesia
Universitas Muslim Indonesia (UMI) berdiri pada 23 Juni 1954 di Kota Makassar sebagai buah pemikiran dan ikhtiar para ulama, cendekiawan, dan tokoh masyarakat Muslim yang meyakini bahwa kemajuan umat hanya dapat dicapai melalui pendidikan tinggi yang memadukan keunggulan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam.
Lahir pada masa awal perjalanan bangsa Indonesia sebagai negara merdeka, UMI bukan sekadar didirikan untuk membuka akses pendidikan tinggi. Kehadirannya merupakan bagian dari gerakan intelektual dan dakwah yang bertujuan menyiapkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki tanggung jawab moral dalam membangun masyarakat, bangsa, dan peradaban.
Sejak awal berdirinya, UMI mengemban amanah sebagai lembaga pendidikan dan dakwah yang menjadikan ilmu pengetahuan, pengabdian, dan pembentukan karakter sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Nilai-nilai tersebut terus menjadi fondasi perjalanan UMI dalam mencetak lulusan yang profesional, berintegritas, dan memberikan manfaat bagi umat.
Dalam lebih dari tujuh dekade pengabdiannya, UMI berkembang menjadi perguruan tinggi Islam tertua dan terbesar di Kawasan Timur Indonesia. Dengan 13 fakultas, Program Pascasarjana, serta puluhan program studi pada berbagai jenjang pendidikan, UMI melayani lebih dari 26 ribu mahasiswa aktif dan telah melahirkan lebih dari 142 ribu alumni yang mengabdikan diri di berbagai bidang profesi, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional.
Perjalanan panjang tersebut diiringi dengan berbagai capaian yang mengukuhkan reputasi UMI sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul. UMI menjadi perguruan tinggi pertama di luar Pulau Jawa yang meraih Akreditasi Unggul, sebuah pengakuan atas komitmen terhadap mutu akademik, tata kelola yang baik, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Reputasi tersebut juga tercermin dalam berbagai pemeringkatan nasional maupun internasional yang menempatkan UMI sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia.
Memasuki era transformasi digital, UMI terus memperkuat perannya melalui implementasi Catur Dharma Universitas Muslim Indonesia, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter. Dengan semangat tersebut, UMI meneguhkan posisinya sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, yang memadukan kecemerlangan akademik, kemajuan teknologi, dan nilai-nilai keislaman dalam membentuk generasi yang adaptif, berkarakter, dan berdaya saing global.
Bagi Universitas Muslim Indonesia, sejarah bukan sekadar catatan masa lalu. Sejarah adalah amanah yang terus menginspirasi setiap langkah untuk melahirkan pemimpin, profesional, dan inovator yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemajuan peradaban. Selama lebih dari tujuh puluh tahun, UMI terus membuktikan bahwa warisan perjuangan para pendirinya tetap hidup dalam setiap karya, pengabdian, dan kontribusi yang diberikan kepada Indonesia dan dunia.























































































































