Prof Masrurah: Iduladha Ajarkan Kita Bahwa Kebermanfaatan Terbaik adalah Saat Kampus Hadir Kuatkan Umat
Makassar, umi.ac.id — Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (YW-UMI) kembali meneguhkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya bertumbuh dalam keunggulan akademik, tetapi juga terus menghadirkan kebermanfaatan sosial bagi masyarakat.
Melalui Lembaga Amil Zakat Yayasan Wakaf UMI, keluarga besar Universitas Muslim Indonesia melaksanakan penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah / 2026 Masehi, sebagai wujud nyata semangat berbagi, kepedulian, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini menjadi bagian dari jati diri UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah.
Pada pelaksanaan tahun ini, YW-UMI menyalurkan 22 ekor sapi, yang pendistribusiannya menjangkau berbagai wilayah binaan dan masyarakat sekitar kampus.
Sebanyak 11 ekor sapi didistribusikan ke sejumlah pesantren desa binaan UMI yang berada di wilayah Luwu Timur, Luwu Utara, Gowa, Takalar, serta Pesantren Unggulan Mahasiswa UMI Darul Mukhlisin, dengan penerima manfaat utama para santri binaan.
Sementara itu, 11 ekor sapi lainnya disalurkan langsung oleh pengelola LAZ YW-UMI, yang diperkuat dengan dukungan mitra strategis berupa 1 ekor sapi dari Bank Syariah Indonesia, 1 ekor sapi dari Bank Syariah Nasional, 2 ekor kambing dari Bank Muamalat, serta 2 ekor kambing dari CIMB Niaga.
Pelaksanaan pemotongan hewan kurban berlangsung di Kompleks UMI, Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah, Makassar, Kamis (28/5/2026), dengan proses distribusi yang dilaksanakan secara tertib dan terukur di Menara UMI.
Sebanyak 400 penerima manfaat menerima distribusi daging kurban yang terdiri atas petugas cleaning service UMI, tenaga keamanan kampus, masyarakat sekitar Kampus I dan Kampus II UMI, warga Lanraki Tahfidzul Qur’an, masyarakat di lingkungan sekitar kompleks kampus, serta keluarga dosen dan tenaga kependidikan yang layak menerima.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Masrurah Mokhtar, menyampaikan bahwa momentum Iduladha merupakan ruang spiritual untuk menghadirkan makna pengabdian yang lebih luas.
“Iduladha mengajarkan kita bahwa kebermanfaatan terbaik adalah saat kampus hadir menguatkan umat. Kurban bukan hanya tentang penyembelihan, tetapi tentang menghadirkan ketulusan, memperluas kepedulian, dan memastikan bahwa keberadaan lembaga pendidikan benar-benar memberi arti bagi masyarakat.”
Menurutnya, semangat berbagi yang terus dijaga oleh keluarga besar UMI adalah refleksi nyata dari nilai-nilai pengabdian yang selama ini menjadi fondasi universitas.
Direktur LAZ YW-UMI, Nurjaya, menegaskan bahwa pelaksanaan kurban ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan YW-UMI dalam menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pelaksanaan kurban ini adalah wujud nyata kepedulian sosial keluarga besar UMI. Kami berharap semangat berbagi ini terus tumbuh, menjadi berkah bagi para penerima, sekaligus memperkuat nilai solidaritas di tengah masyarakat.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra perbankan, donatur, dan sivitas akademika yang telah mengambil bagian dalam program kemanusiaan tersebut.
Kegiatan ini kembali menegaskan bahwa di tengah transformasi UMI menuju kampus masa depan berbasis digital, inovasi, dan reputasi global, universitas tetap menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai ruh utama pengembangannya.
Bagi UMI, kemajuan institusi tidak hanya diukur dari capaian akademik, publikasi internasional, atau transformasi teknologi, tetapi juga dari seberapa luas manfaat yang dapat dihadirkan bagi masyarakat.
Melalui momentum Iduladha 1447 H ini, YW-UMI kembali mengingatkan bahwa pendidikan tinggi yang sesungguhnya adalah pendidikan yang melahirkan ilmu, menumbuhkan empati, dan menghadirkan keberkahan. Karena UMI adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak. (*)