TERKINI Semua berita →
Kerjasama Thursday, 4 June 2026

Prof Hambali Thalib: Jika Perguruan Tinggi Islam Saling Menguatkan, Umat Akan Memiliki Masa Depan yang Lebih Baik

Gunawan. S 58 views 3 menit baca
Prof Hambali Thalib: Jika Perguruan Tinggi Islam Saling Menguatkan, Umat Akan Memiliki Masa Depan yang Lebih Baik

Makassar, umi.ac.id Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, perguruan tinggi Islam tidak lagi cukup hanya tumbuh sendiri. Mereka dituntut untuk saling belajar, saling menguatkan, dan membangun kolaborasi yang mampu melahirkan generasi unggul yang berilmu, berakhlak, serta siap menjawab kebutuhan zaman.

Semangat itulah yang mewarnai kunjungan silaturahmi dan benchmarking akademik Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor ke Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 9 Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis (4/6/2026).

Rombongan UNIDA Gontor dipimpin oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi, Assoc. Prof. Dr. Abdul Hafidz bin Zaid, M.A., dan diterima langsung oleh Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., bersama jajaran pimpinan universitas, Dekan Fakultas Kedokteran, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, serta Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UMI.

Kunjungan tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda benchmarking. Ia menjadi ruang persaudaraan intelektual antara dua perguruan tinggi Islam yang sama-sama lahir dari semangat dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada umat.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UMI memaparkan perkembangan UMI sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terbesar di Indonesia Timur yang saat ini membina sekitar 23.000 mahasiswa, didukung ratusan dosen, puluhan guru besar, jaringan alumni yang kuat, serta berbagai capaian nasional dan internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Prof. Hambali, pertemuan seperti ini memiliki nilai strategis karena memungkinkan perguruan tinggi saling berbagi praktik baik, pengalaman, dan solusi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang.

“Jika perguruan tinggi Islam saling menguatkan, umat akan memiliki masa depan yang lebih baik. Karena itu, kami memandang kunjungan ini bukan sekadar benchmarking, tetapi bagian dari ikhtiar bersama membangun peradaban melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pengabdian,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa UMI dan UNIDA Gontor memiliki kesamaan nilai yang sangat kuat, yaitu menjadikan pendidikan sebagai instrumen dakwah, pemberdayaan umat, dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

“Kami menyambut keluarga besar UNIDA Gontor dengan penuh rasa hormat dan persaudaraan. Semoga silaturahmi ini menjadi awal lahirnya kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan sumber daya manusia, hingga kolaborasi internasional,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., menyampaikan bahwa kepercayaan berbagai perguruan tinggi yang datang belajar ke UMI merupakan amanah yang harus dijaga dengan terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“Kami percaya bahwa kemajuan pendidikan tidak lahir dari persaingan semata, tetapi juga dari semangat berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Semoga pertemuan ini menghadirkan keberkahan dan manfaat yang lebih luas bagi kedua institusi, bagi umat, dan bagi bangsa,” tuturnya.

Dari pihak UNIDA Gontor, Assoc. Prof. Dr. Abdul Hafidz bin Zaid menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh UMI. Ia menilai UMI memiliki banyak pengalaman yang relevan untuk dipelajari, khususnya dalam pengelolaan Fakultas Kedokteran, sistem penjaminan mutu, dan pengembangan institusi berbasis wakaf.

“Kami melihat banyak hal yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan UNIDA Gontor. UMI menunjukkan bagaimana perguruan tinggi Islam dapat tumbuh besar, menjaga mutu, dan tetap konsisten pada nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi institusi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa UNIDA Gontor mulai mengembangkan program studi umum sejak tahun 2014 dan kini memiliki sembilan fakultas dengan 28 program studi. Saat ini, Fakultas Kedokteran UNIDA masih berada dalam tahap pengembangan sehingga pengalaman UMI dinilai sangat berharga untuk mendukung penguatan tata kelola, mutu akademik, serta persiapan akreditasi.

Kesamaan karakter sebagai institusi pendidikan berbasis wakaf menjadi salah satu alasan kuat mengapa kedua perguruan tinggi merasa memiliki banyak titik temu dalam perjalanan pengembangannya.

Melalui kegiatan ini, UMI dan UNIDA Gontor sepakat bahwa masa depan pendidikan tinggi Islam harus dibangun melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan penguatan jaringan akademik yang berkelanjutan.

Bagi UMI, semakin banyak perguruan tinggi yang tumbuh dan berkembang, semakin besar pula kontribusi pendidikan Islam bagi kemajuan bangsa. Karena itu, UMI akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai institusi nasional maupun internasional dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdampak. Universitas Muslim Indonesia adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak.

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama