Makassar, umi.ac.id – Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia (FKG UMI) melaksanakan Yuisium Janji Sarjana Kedokteran Gigi dan Sumpah Profesi Dokter Gigi Periode I Tahun 2026 di Hotel Claro Makassar, Jalan A.P. Pettarani, Rabu (4/3).
Kegiatan ini diikuti oleh 76 peserta, terdiri atas 74 Sarjana Kedokteran Gigi dan 2 Dokter Gigi. Prosesi berlangsung khidmat sebagai penanda penguatan komitmen moral, etika, dan profesionalitas lulusan dalam memberikan layanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat.
Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. dalam sambutannya menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penguatan mutu dan daya saing lulusan, sejalan dengan transformasi pendidikan tinggi dan layanan kesehatan yang kian dinamis. Ia mengapresiasi konsistensi FKG UMI dalam menjaga kualitas akademik dan pembinaan profesi, serta mendorong para lulusan untuk menjadi duta almamater di tengah persaingan global.
“Di era yang serba terbuka dan kompetitif, kualitas lulusan adalah wajah institusi. Jagalah integritas, etika profesi, dan terus tingkatkan kompetensi. Kepercayaan masyarakat lahir dari pelayanan yang aman, bermartabat, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan FKG UMI Prof. drg. H. Moh. Dharma Utama, Ph.D., Sp.Pros., Subsp. PKIKG (K) menyampaikan selamat kepada seluruh peserta Periode I Tahun 2026. Ia menekankan bahwa prosesi janji dan sumpah bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak kesanggupan untuk menjalankan profesi dengan disiplin, empati, dan tanggung jawab ilmiah.
“Mulai hari ini, ananda membawa amanah besar. Profesi dokter gigi menuntut ketelitian, keteguhan etika, dan pembelajaran sepanjang hayat. Teruslah mengasah keterampilan klinis, memperkuat komunikasi dengan pasien, serta menjaga nama baik FKG UMI melalui karya dan pelayanan,” ujarnya.
Dekan juga mengingatkan bahwa tantangan pelayanan kesehatan gigi dan mulut semakin kompleks, termasuk meningkatnya tuntutan keselamatan pasien, perkembangan teknologi kedokteran gigi, serta kebutuhan masyarakat akan layanan yang humanis dan berorientasi pada pencegahan. Karena itu, lulusan diminta untuk adaptif terhadap perubahan, terbuka terhadap inovasi, dan tetap berpegang pada standar profesi.
“Jadilah tenaga kesehatan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga hadir dengan empati. Rawatlah kepercayaan pasien dengan sikap profesional, jujur, dan disiplin. Jangan pernah berhenti belajar, karena ilmu kedokteran gigi terus berkembang,” tambahnya.
Ia turut menegaskan komitmen FKG UMI dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat jejaring kemitraan, serta mendorong lulusan untuk aktif mengikuti pengembangan profesi berkelanjutan melalui organisasi profesi dan kegiatan ilmiah.
Melalui pelaksanaan Janji Sarjana Kedokteran Gigi dan Sumpah Profesi Dokter Gigi Periode I Tahun 2026 ini, FKG UMI menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan berintegritas, sekaligus siap berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
turut hadir pada kegiatan ini drg. Syamsiah Syam, Sp.KG., Ph.D (Wakil Dekan I), Dr. drg. Ilmianti, M.Kes (Wakil Dekan II), drg. Hj. Nurasisa Lestari, M.Kes (MARS) (Wakil Dekan III) dan Dr. Surani, S.Ag., M.Ag. (Wakil Dekan IV).
(HUMAS)
