Makassar, umi.ac.id – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan pembekalan Calon Dosen Tetap dalam rangka penguatan program pengabdian “UMI Mengajar”, yang digelar secara hybrid (luring dan daring) pada Senin (9/3).
Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Rapat Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI, Lantai 3 Menara UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, ini diikuti 24 calon dosen tetap FK UMI. Pembekalan menjadi bagian dari upaya institusi memastikan dosen memahami nilai-nilai ke-UMI-an, peran pengabdian, serta etika profesional dalam menjalankan Catur Dharma UMI.
Membuka kegiatan, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. menegaskan bahwa program UMI Mengajar adalah wajah pengabdian kampus yang harus dibawa dengan penuh tanggung jawab. Rektor menekankan pentingnya menjaga identitas dan komitmen ke-UMI-an dalam setiap ruang kerja dan pengabdian, khususnya di layanan kesehatan.
“Dimanapun kalian, entah di rumah sakit, puskesmas, atau di ruang publik komitmen ke-UMI-an harus selalu dipertimbangkan. UMI sebagai lembaga ilmu dan dakwah hadir untuk memberi solusi kepada masyarakat melalui amal ilmiah,” tegas Rektor.
Rektor juga mengingatkan bahwa dosen FK UMI tidak hanya dituntut unggul secara keilmuan, tetapi juga mampu menghadirkan keteladanan dan empati dalam pelayanan. Menurutnya, pengabdian adalah ruang implementasi ilmu yang paling nyata, sehingga seluruh aktivitas harus berpijak pada integritas, adab, dan nilai kemanusiaan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A. menekankan pentingnya keteladanan sebagai fondasi profesi dosen. Ia menyampaikan bahwa peran pendidik tidak cukup hanya memberi nasihat, tetapi harus ditunjukkan melalui perilaku yang konsisten dan dapat dicontoh.
“Nasihat terbaik adalah keteladanan. Tidak ada gunanya memerintahkan mahasiswa shalat berjamaah, sementara kita sendiri malas melaksanakannya,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa visi UMI, ilmu amaliah, amal ilmiah, akhlaqul karimah, serta daya saing tinggi akan berjalan baik jika sivitas akademika mewarisi dan mempraktikkan keteladanan dalam kehidupan kampus.
Pembekalan menghadirkan sejumlah pemateri dari unsur pimpinan UMI, mulai dari pimpinan Yayasan Wakaf UMI, Rektor dan para Wakil Rektor, hingga Dekan FK UMI. Materi pembekalan mencakup penguatan nilai institusi, orientasi pengabdian masyarakat, serta peneguhan etika dan profesionalitas dosen dalam menjalankan tridharma dan layanan kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, UMI berharap para calon dosen tetap FK UMI memiliki kesiapan yang utuh baik akademik, moral, maupun sosial untuk menjadi pendidik dan pengabdi yang berintegritas, serta mampu menghadirkan nilai-nilai UMI dalam setiap praktik pengajaran dan pelayanan kepada masyarakat. (*)
