Makassar, umi.ac.id – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Seleksi Calon Mahasiswa Baru (Camaba) Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PSPDS) Obsetri dan Ginekologi (Obgin) Periode Maret 2026 pada hari Kamis (12/02/2026).
Seleksi ini merupakan komitmen UMI sebagai perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang memperoleh kepercayaan dari Kementerian Kesehatan RI untuk menyelenggarakan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan menegaskan posisi UMI sebagai salah satu pusat pengembangan pendidikan kedokteran spesialis di Indonesia Timur.
Kegiatan seleksi dilaksanakan di Ruang CST Mini Hospital Lantai 6 Gedung Baru RS Ibnu Sina YW-UMI. Sebanyak 6 peserta mengikuti tahapan seleksi yang terdiri dari ujian wawancara dan OSCE, dengan melibatkan 6 penguji OSCE dan 4 tim pewawancara.
Nampak hadir memantau langsung Ketua Pembina YW-UMI Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE.,M.Si., Ketua Pengurus YW-UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA., dan Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH.,MH. didampingi Wakil Rektor III UMI Hj. Nurfadillah Mappaselleng, SH.,MH.,Ph.D. serta Dekan FK-UMI Dr. dr. H. Nasruddin A. Mappaware, Sp.OG(K).,MARS.,M.Sc. beserta jajarannya.

Dorong Pembukaan Prodi Spesialis Baru
Ketua Pengurus YW UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA. menyampaikan berharapnnya agar prestasi Fakultas Kedokteran UMI membuka prodi Spesialis Obgin tidak berhenti disini tetapi terus dikembangkan dengan membuka prodi baru yang dibutuhkan masyarakat.
“Kami berharap Fakultas Kedokteran UMI terus berprestasi dan mengembangkan diri karna prestasi membuka prodi spesialis ini dapat menguatkan Fakultas Kedokteran UMI dan memberi dampak kepada seluruh elemen di UMI”, harapnya.
Terima kasih kepada Fakultas Kedokteran UMI yang terus meningkatkan mutunya dan semoga kedepan dapat membuka program spesialis baru untuk membantu masyarakat di daerah tertinggal mendapatkan pelayanan kesehatan yang Unggul dan bermutu, ucapnya.

Penguatan Tata Kelola dan SDM Kunci Daya Saing
Sementara itu, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH.,MH. menegaskan pentingnya menjaga kualitas pengelolaan program studi, terutama dalam menghadapi persaingan pendidikan kedokteran spesialis ke depan.
“Penguatan tata kelola, pemenuhan sarana dan prasarana, serta kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam pengembangan program spesialis di FK UMI. UMI tengah menggagas pembukaan program spesialis baru sebagai bagian dari penguatan peran institusi dalam pendidikan kedokteran”, jelasnya.
Professor Fakultas Hukum UMI itu berpesan agar pimpinan Fakultas Kedokteran UMI beserta para dosen yang telah berpengalaman dapat menjadi mentor yang menanamkan jiwa dokter spesialis yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami berharap para dokter yang telah mengabdikan diri di UMI dapat menjadi teladan dan membimbing juniornya. Angkatan ini diharapkan memberi energi positif bagi pengembangan FK UMI ke depan,” ungkapnya.
Yayasan Wakaf UMI Dukung Investasi SDM Dokter Spesialis
Dalam arahannya, Ketua Pembina YW UMI Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE.,M.Si. menekankan bahwa kunci utama pengembangan Fakultas Kedokteran terletak pada mutu yang berkorelasi dengan investasi.
“Yayasan Wakaf UMI siap berinvestasi sepanjang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan layanan. Kami berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia serta mendorong koordinasi yang kuat antara Fakultas Kedokteran dan rumah sakit Ibnu Sina”, jelasnya.
“Fakultas Kedokteran adalah rahmat dari Allah SWT untuk UMI. Olehnya itu, kita semua berkewajiban menjaganya dengan terus meningkatkan mutu agar menjadi Fakultas Kedokteran terbaik di Indonesia,” sambungnya.

Buka Prodi Spesialis Baru dan Akreditasi Internasional
Dekan FK-UMI Dr. dr. H. Nasruddin A. Mappaware, Sp.OG(K).,MARS.,M.Sc. dalam laporannya mengungkapkan bahwa rangkaian seleksi telah dimulai beberapa hari sebelumnya melalui tahapan administrasi dan tes kesehatan, sementara hari ini merupakan puncak pelaksanaan seleksi.
“Pada tahap awal terdapat 8 pendaftar dan setelah melewati proses, maka terdapat 6 peserta yang akan mengikuti ujian wawancara dan OSCE. Program ini merupakan bagian dari komitmen FK UMI dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dokter spesialis, khususnya di daerah yang masih kekurangan tenaga medis”, tuturnya.
Ketua Umum PB AFKSI itu juga melaporkan bahwa atas kebijakan yayasan, saat ini terdapat lima dosen FK UMI yang sedang melanjutkan pendidikan spesialis sebagai bentuk investasi sumber daya manusia.
“Investasi tersebut dinilai sangat strategis karena sejalan dengan kebutuhan rumah sakit pendidikan Ibnu Sina YW-UMI dan pengembangan layanan kesehatan khususnya dalam program kedepan membuka program studi spesialis baru”, ucapnya.
Fakultas Kedokteran UMI saat ini juga tengah berproses menuju akreditasi internasional sebagai upaya peningkatan mutu dan daya saing institusi di tingkat nasional dan internasional, tutupnya
(HUMAS)
