Makassar, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan langkah konkret sebagai kampus digital unggul yang tidak hanya mengajar teori, tetapi menyiapkan mahasiswa langsung terhubung dengan dunia industri.
Melalui kolaborasi strategis bersama PT Aplikanusa Lintasarta, UMI membuka akses pelatihan Artificial Intelligence (AI) bersertifikat NVIDIA, magang industri, inkubasi startup, hingga peluang rekrutmen bagi mahasiswa dan alumni terbaik.
Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Aula Senat Lantai 9 Menara UMI, Jumat (27/02), dan menjadi momentum penguatan kemitraan yang telah terjalin sejak 2011.
“Kami Tidak Hanya Meluluskan Sarjana, Kami Mempersiapkan Masa Depan”
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa arah transformasi UMI adalah membangun kampus berdampak, bukan sekadar kampus administratif.
“Kami tidak hanya meluluskan sarjana. Kami mempersiapkan masa depan. Kolaborasi ini adalah jembatan agar mahasiswa UMI tidak sekadar memahami teknologi, tetapi mampu menguasainya dan siap bersaing di industri global,” tegas Rektor.
UMI saat ini membina 13 fakultas dan Program Pascasarjana dengan 64 program studi, didukung lebih dari 1.048 dosen dan sekitar 700 tenaga kependidikan, serta jaringan alumni yang telah melampaui 100 ribu orang di seluruh Indonesia dan mancanegara.
Sebagai PTS pertama di luar Jawa yang meraih Akreditasi Institusi Unggul, UMI terus memperkuat transformasi kampus digital berbasis Catur Dharma Perguruan Tinggi.

Apa Manfaatnya untuk Mahasiswa?
Melalui program Cultivating Digital Talent, Lintasarta menghadirkan peluang nyata yang langsung berdampak pada mahasiswa:
Laskar AI
Pelatihan Artificial Intelligence gratis dengan sertifikasi resmi NVIDIA — kompetensi global yang sangat dibutuhkan industri.
Magang Industri
Mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja langsung di perusahaan teknologi nasional.
Inkubasi Startup
Pendampingan untuk mahasiswa yang ingin membangun startup berbasis teknologi.
Guest Lecture Praktisi
Belajar langsung dari pelaku industri, bukan hanya teori di ruang kelas.
Sertifikasi Kompetensi untuk SKPI
Penguatan Surat Keterangan Pendamping Ijazah agar lulusan memiliki nilai tambah saat melamar kerja.
Akses Rekrutmen
Peluang seleksi bagi lulusan terbaik UMI.

Mengapa Ini Penting untuk Gen Z dan Orang Tua?
Di era Artificial Intelligence, Data, dan Cloud Computing, dunia kerja berubah sangat cepat.
Orang tua kini tidak hanya bertanya:
“Anak saya kuliah di mana?”
Tetapi juga:
“Setelah lulus, apakah dia siap kerja?”
Kolaborasi UMI x Lintasarta menjawab pertanyaan itu secara konkret.
UMI memastikan mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga kompetensi industri, sertifikasi global, dan pengalaman nyata.
Ini adalah bentuk Kemewahan Intelektual Digital — kampus yang memadukan teknologi, karakter, dan kesiapan kerja.
Kampus Ilmu dan Ibadah yang Adaptif Teknologi
Sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, UMI meyakini bahwa kecerdasan digital harus berjalan bersama integritas moral.
Transformasi digital di UMI bukan sekadar soal jaringan internet atau infrastruktur, tetapi membangun ekosistem yang melahirkan talenta profesional, religius, dan berdaya saing global.

Director & Chief IT Services Officer Lintasarta, Ginandjar, menyampaikan bahwa industri membutuhkan talenta yang siap beradaptasi.
“Perubahan teknologi sangat cepat. Kampus dan industri harus berjalan bersama. UMI memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan talenta digital di Indonesia Timur,” ujarnya.
UMI: Bukan Hanya Mengikuti Perubahan, Tetapi Memimpin
Dengan penguatan kolaborasi ini, UMI menegaskan posisinya sebagai kampus yang: Terakreditasi Unggul, PTS dengan Guru Besar terbanyak di Indonesia, Pelopor Program Profesi Insinyur, Kampus digital adaptif terhadap era AI, Berjejaring industri nasional dan internasional
Karena di UMI, masa depan bukan ditunggu.
Ia dipersiapkan. Dan bagi Gen Z yang ingin menjadi bagian dari transformasi digital Indonesia — UMI membuka pintunya
(HUMAS)
