Lima Jurnal UMI Raih Akreditasi SINTA 2 Tahun 2026, Perkuat Reputasi Publikasi Ilmiah Nasional

Author Website UMI

/

Makassar, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali mencatat capaian penting dalam penguatan reputasi akademik nasional melalui keberhasilan sejumlah jurnal ilmiah di lingkungan kampus tersebut meraih dan mempertahankan akreditasi SINTA 2 pada pengumuman akreditasi jurnal ilmiah nasional tahun 2026.

Berdasarkan pengumuman resmi Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Nasional oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, yang diumumkan dalam Periode 1 Januari 2026 dan Periode 2 Maret 2026, Universitas Muslim Indonesia berhasil mencatat lima jurnal ilmiah dengan status SINTA 2.

Kelima jurnal tersebut berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UMI dan menunjukkan perkembangan signifikan dalam kualitas pengelolaan publikasi ilmiah.

Adapun jurnal-jurnal tersebut meliputi:
1. Window of Health – Fakultas Kesehatan Masyarakat
(Reakreditasi, tetap pada peringkat SINTA 2)
2. BUSITI: Buletin Sistem Informasi dan Teknologi Informasi
(Reakreditasi, naik dari SINTA 5 menjadi SINTA 2)
3. ILKOM Jurnal Ilmiah Komputer – Fakultas Ilmu Komputer
(Reakreditasi, tetap pada SINTA 2)
4. Jurnal Manajemen dan Bisnis (JMB) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis
(Reakreditasi, naik dari SINTA 3 menjadi SINTA 2)
5. DIDAKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia – Fakultas Sastra
(Akreditasi baru, langsung meraih SINTA 2 pada pengusulan perdana)

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan kualitas tata kelola jurnal ilmiah di lingkungan Universitas Muslim Indonesia, baik dari aspek sistem editorial, kualitas artikel ilmiah, konsistensi penerbitan, hingga penerapan standar pengelolaan jurnal berbasis peer review yang profesional dan berintegritas.

Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengelola jurnal di lingkungan UMI atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.

Menurut Rektor, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi indikator berkembangnya ekosistem akademik dan budaya riset di lingkungan kampus.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para editor, reviewer, dan seluruh tim pengelola jurnal yang telah bekerja dengan integritas akademik dan ketekunan luar biasa. Jurnal ilmiah adalah etalase intelektual universitas. Dari jurnal yang berkualitas lahir gagasan, inovasi, dan pemikiran yang memberi arah bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban,” ujar Rektor.

Rektor juga menegaskan bahwa capaian ini harus menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas jurnal menuju indeksasi internasional bereputasi.

“Ke depan, jurnal-jurnal di lingkungan UMI harus terus meningkatkan standar pengelolaan menuju reputasi internasional. Kita ingin jurnal UMI tidak hanya menjadi ruang publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi pusat diseminasi gagasan yang berdampak bagi masyarakat luas dan kemajuan peradaban,” tambahnya.

Penguatan jurnal ilmiah di lingkungan Universitas Muslim Indonesia merupakan bagian dari implementasi Catur Dharma Universitas Muslim Indonesia sebagaimana tercantum dalam Statuta UMI 2024, yaitu:
1. Pendidikan dan Pengajaran
2. Penelitian
3. Pengabdian kepada Masyarakat
4. Pendidikan Karakter Ke-UMI-an

Dalam Statuta UMI ditegaskan bahwa:

“Caturdarma perguruan tinggi adalah pendidikan/pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta komitmen ke-UMI-an dan pendidikan karakter.”

Melalui penguatan tata kelola jurnal ilmiah, UMI terus mendorong peningkatan produktivitas riset dosen serta memperluas diseminasi pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia akademik.

Capaian lima jurnal berstatus SINTA 2 ini juga memperkuat posisi Universitas Muslim Indonesia sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten membangun budaya riset dan publikasi ilmiah berkualitas di Indonesia Timur.

Ke depan, UMI menargetkan peningkatan kualitas jurnal menuju SINTA 1 serta indeksasi internasional bereputasi, sehingga publikasi ilmiah yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat.

(HUMAS)

SHARE ON