LP2S UMI Perkuat Ekosistem Hilirisasi Riset melalui Klinik Proposal Pengujian Prototipe 2026

Author Website UMI

/

Makassar. umi.ac.id. Keberhasilan dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) meloloskan 305 judul riset reguler melalui platform BIMA menjadi indikator kuat menguatnya budaya riset di lingkungan kampus.

Capaian tersebut tidak semata mencerminkan keberhasilan administratif, tetapi menunjukkan meningkatnya kapasitas dosen UMI dalam merespons arah kebijakan riset nasional yang semakin menekankan mutu, keberlanjutan, dan hilirisasi.

Merespons momentum tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) UMI menggelar Klinik Proposal Program Hilirisasi Riset Prioritas–Pengujian Model dan Prototipe Tahun 2026, Jumat (9/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung seharian penuh hingga menjelang magrib ini diikuti puluhan dosen UMI yang tengah mempersiapkan proposal riset dengan rentang Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 5–8.

Antusiasme peserta mencerminkan kesiapan dosen UMI untuk bertransformasi dari riset dasar menuju riset terapan dan hilirisasi yang  berdampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan industri.

Kepemimpinan Riset yang Hadir dan Terlibat Langsung

Klinik proposal ini didampingi langsung oleh Ketua LP2S UMI Prof. Dr. Baharuddin, Semmaila, SE., MSi bersama Sekretaris LP2S Prof. Dr. Ir. A. Aladin, MS>, Kepala Pusat Riset Prof. Dr. A. Asrina,SKM., M.Kes  serta Kepala Pusat HKI Dr. Nurmiati Mukhlis, SKM., M.Kes.

Kehadiran pimpinan LP2S secara langsung menjadi bentuk komitmen ‘leadership by example’  dalam mengawal mutu proposal riset yang diajukan dosen.

Ketua LP2S UMI,  Prof. Baharuddin bahkan tetap mendampingi peserta hingga menjelang magrib untuk memastikan proses finalisasi dan penandatanganan dokumen proposal berjalan optimal dan sesuai standar yang ditetapkan

“Pendampingan riset tidak cukup dilakukan secara administratif. Pimpinan lembaga riset harus terlibat langsung agar memahami tantangan substantif yang dihadapi peneliti. Dengan demikian,  pendampingan kepada dosen menjadi otentik dan bermutu,” tegasnya

Pendampingan Substantif dan Teknis Terintegrasi

Selama sesi klinik, peserta memperoleh pendampingan substantif terkait kelengkapan dokumen, titik kritis pada desk administrasi, serta indikator penilaian substansi proposal.

Sekretaris LP2S UMI, Prof. Dr. Andi Aladin menjelaskan secara rinci format lampiran bersama dan aspek-aspek krusial yang kerap menjadi penentu kelolosan proposal.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset, Prof Asrina  dan Kepala Pusat HKI, Dr. Nurmiati,  memberikan pendampingan teknis, terutama dalam memetakan posisi prototipe, strategi pengujian kinerja, perlindungan kekayaan intelektual, serta target peningkatan TKT. Klinik ini menjadi ruang diskusi terbuka antara kebijakan riset dan realitas teknis yang dihadapi dosen di lapangan.

Menariknya dlaam kegiatan tersebut, Pimpinan LP2S, termasuk Ketua dan Sekretaris, bersama Kepala Pusat Riset dan Kepala Pusat HKI juga tercatat ikut menyusun proposal pengujian prototipe, bersama sekitar 30 dosen UMI lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa budaya riset di UMI dibangun secara kolektif dan partisipatif, tanpa jarak antara pengelola dan peneliti.

Menuju Riset Berdampak dan Bernilai Hilirisasi

Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib,SH., MH., mengapresiasi langkah LP2S UMI dalam mendorong dosen memasuki fase hilirisasi riset.

“Hilirisasi adalah masa depan perguruan tinggi. Keberhasilan riset tidak hanya diukur dari jumlah proposal yang lolos pendanaan, tetapi dari sejauh mana hasil riset tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan diadopsi oleh dunia usaha dan industri,” kata Prof. Hambali Thalib.

Profesor Fakultas Hukum UMI itu  menegaskan komitmen UMI untuk terus memperkuat ekosistem riset yang unggul secara akademik, profesional secara kelembagaan, dan berdampak secara sosial ekonomi

Harapan Prof Hambali, ke depan, keberhasilan UMI tidak hanya diukur dari kuantitas proposal yang lolos pendanaan, tetapi dari kemampuan prototipe yang dikembangkan untuk menembus fase hilirisasi, dimanfaatkan oleh masyarakat, dan diadopsi oleh dunia usaha dan industri.

Seiring meningkatnya keberpihakan pemerintah terhadap riset hilirisasi, dengan skema pendanaan yang disiapkan Direktorat Hilirisasi DIKTI hingga Rp2 miliar, UMI dinilai berada pada jalur yang tepat untuk menjemput agenda besar riset berdampak.

Klinik proposal ini menjadi langkah awal strategis dalam memastikan kesiapan dosen, institusi, dan kepemimpinan riset UMI menghadapi tantangan hilirisasi di tingkat nasional.

SHARE ON