Pasca Bencana Sumatera, MAPALA UMI Terlibat Langsung Pelaksanaan Program Kemanusiaa di Tapanuli Selatan

Author Website UMI

/

Tapanuli Selatan, umi.ac.idUKM Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali memberi kabar positif di medan bencana Sumatera. Terbaru, MAPALA UMI terlibat langsung dalam berbagai program pasca bencana.

Bersama MAPALA se-Indonesia, Mapala UMI terlibat langsung dalam menjalankan tiga program kemanusiaa utama pasca bencana antara lain Pembangunan Musholla MAPALA Se-Indonesia, Trauma Healing bagi anak-anak dan masyarakat terdampak bencana, serta Survey Lokasi Bencana dan dialog (talkshow) bersama pemerintah daerah.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (19/2/2026), program ini dilakukan di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Puncak kegiatan ditandai dengan Peresmian Musholla MAPALA Se-Indonesia, Minggu, 15 Februari 2026. Peresmian dihadiri oleh Pemerintah Desa Tolang Julu, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, TNI, Polri, masyarakat terdampak bencana, anak-anak panti asuhan, serta seluruh MAPALA dari berbagai daerah di Indonesia.

Delegasi MAPALA yang hadir berasal dari Makassar (Sulawesi Selatan), Jabodetabeka, Banten, Jawa barat, Aceh, Sumatera Utara (Medan dan Padangsidimpuan), serta berbagai PKD MAPALA se-Indonesia yang turut berkontribusi, berpartisipasi, dalam aksi kemanusiaan ini.

Musholla yang dibangun menjadi simbol kebangkitan spiritual dan sosial masyarakat pasca bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti peresmian, serta penandatangan tanah wakaf, yang dilakukan oleh Kepala Desa Tolang Julu bersama Pusat Koordinasi Nasional (PKN) MAPALA Se-Indonesia dan Pusat Koordinasi Daerah (PKD) MAPALA Se-Sumatera Utara.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan keberlanjutan, dilakukan pula penyerahan kunci Musholla kepada Pengurus Musholla serta kepada PKW MAPALA Se-Tabagsel untuk pengelolaan dan pemanfaatan bersama masyarakat.

Selain pembangunan Musholla, MAPALA Se-Indonesia juga melaksanakan kegiatan Trauma Healing bagi anak-anak dan masyarakat terdampak. Kegiatan ini diisi dengan lomba Adzan, Puisi, kaligrafi, dan tahfidz serta permainan edukatif, motivasi, dan pendampingan psikososial guna membantu memulihkan kondisi mental pasca bencana.

Anak-anak terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, menjadi bukti bahwa kehadiran relawan tidak hanya membawa bantuan materi, tetapi juga harapan dan semangat baru.

Program ketiga adalah survey lokasi terdampak bencana sebagai bagian dari melihat kondisi lapangan dan penguatan data ekologis. Hasil survey tersebut kemudian dibahas dalam forum dialog (talkshow) bersama pemerintah daerah sebagai upaya mendorong sinergi dalam penanganan dan mitigasi bencana ke depan.

Diskusi tersebut menjadi ruang kolaboratif antara MAPALA, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan serta memperbaiki tata kelola wilayah rawan bencana.

Koordinator PKN Mapala Se-Indonesia, Muhammad Yusril Sudarmin, mengapresiasi keterlibatan langsung MAPALA UMI dimana membuktikan bahwa MAPALA tidak hanya hadir sebagai organisasi pecinta alam.

“Tetapi juga sebagai garda terdepan dalam respon bencana, pemulihan sosial, serta pembangunan berbasis solidaritas lintas daerah,” tuturnya. (*)

SHARE ON