Pusat Bantuan

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Temukan jawaban cepat seputar pendaftaran, akademik, dan layanan Universitas Muslim Indonesia.

Pendaftaran

Pendaftaran mahasiswa baru dilakukan secara daring melalui Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) di https://spmb.umi.ac.id. Calon mahasiswa membuat akun, mengisi data, memilih program studi, lalu mengikuti tahapan seleksi sesuai jalur yang dipilih.

Umum

Universitas Muslim Indonesia (UMI) berdiri pada 23 Juni 1954 di Makassar, Sulawesi Selatan, dan merupakan perguruan tinggi Islam swasta tertua dan terbesar di Kawasan Timur Indonesia.

Kampus utama UMI berada di Jl. Urip Sumoharjo No. 225, Makassar, Sulawesi Selatan 90231. UMI juga memiliki beberapa kampus lain serta Pesantren Darul Mukhlisin.

Akademik

Ya. Program studi di UMI terakreditasi oleh BAN-PT/LAM, dan institusi UMI memiliki akreditasi institusi. Informasi akreditasi terkini dapat dilihat pada halaman masing-masing fakultas.

Layanan

UMI menyediakan berbagai layanan daring, antara lain SIAKAD (akademik), SPADA UMI-Kalam (pembelajaran daring), beasiswa, wisuda, dan cek ijazah. Tautan lengkap tersedia di menu Layanan situs umi.ac.id.

UMI Connection

UMI Connection: Ketika Satu Akun Membuka Seluruh Masa Depan Kampus UMI
Bukan sekadar aplikasi, UMI Connection sedang dibangun sebagai cara baru Universitas Muslim Indonesia bekerja - lebih terhubung, lebih cepat, lebih transparan, dan semakin manusiawi.
Selama ini, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan UMI beraktivitas melalui berbagai layanan, aplikasi, data, dan proses yang belum seluruhnya terhubung. Data yang sama kadang harus dimasukkan berulang, laporan membutuhkan waktu untuk dihimpun, dan pimpinan belum selalu memperoleh gambaran institusi secara cepat dalam satu ruang kendali.
Melalui UMI Connection, Universitas Muslim Indonesia sedang menata perubahan besar: dari data yang tersebar menuju satu sumber kebenaran, dari aplikasi yang berjalan sendiri-sendiri menuju satu ekosistem, serta dari laporan masa lalu menuju sistem yang membantu pimpinan membaca masalah dan peluang lebih awal. Inilah fondasi transformasi UMI menuju Smart Islamic AI-Driven University; kampus yang semakin cerdas secara teknologi, tetapi tetap kuat dalam nilai Islam, pelayanan, dan kemanusiaan.

Karena UMI adalah institusi besar yang memiliki banyak fakultas, program studi, biro, lembaga, UPT, rumah sakit, pesantren, dan kawasan kampus.
Selama ini, kekuatan tersebut belum seluruhnya bekerja dalam satu alur data dan proses yang sama. Ada data yang tersimpan pada unit berbeda, aplikasi yang belum saling membaca, serta laporan yang membutuhkan waktu untuk dihimpun dan disesuaikan.
UMI Connection dibangun agar seluruh kekuatan UMI tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bergerak dalam:
* satu sistem;
* satu sumber data;
* satu proses kerja;
* dan satu arah keputusan.

Masalah UMI bukan kekurangan data. Data UMI sangat banyak.
Masalahnya, data tersebut belum selalu bertemu dalam satu kebenaran yang sama.
Misalnya, data mahasiswa, dosen, penelitian, kerja sama, alumni, aset, dan anggaran dapat tersimpan pada tempat, format, serta waktu pembaruan yang berbeda. Ketika pimpinan membutuhkan informasi, waktu sering habis untuk menghimpun dan mencocokkan angka.
Melalui UMI Connection, setiap data akan diarahkan memiliki sumber resmi, pemilik data, standar, penanggung jawab, dan waktu pembaruan yang jelas.
Rapat pimpinan harus digunakan untuk mengambil keputusan, bukan memperdebatkan angka mana yang paling benar.

Tidak serta-merta.
Aplikasi yang masih relevan akan dipetakan, ditata, dihubungkan, dan diintegrasikan. Sementara kebutuhan yang belum tersedia akan dikembangkan dalam satu arsitektur digital UMI.
Tujuannya bukan menambah sebanyak-banyaknya aplikasi, melainkan membangun satu ekosistem yang bekerja bersama.
Karena banyak aplikasi belum tentu berarti kampus sudah terintegrasi. Integrasi terjadi ketika aplikasi, data, proses, dan penggunanya dapat saling terhubung secara aman dan terarah.

UMI Connection dibangun melalui empat prinsip utama:
Satu Akses:
Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan diarahkan menggunakan satu identitas digital untuk mengakses berbagai layanan sesuai kewenangannya.
Satu Data:
Setiap informasi memiliki satu sumber resmi yang dapat dipercaya dan digunakan bersama berdasarkan hak akses.
Satu Proses:
Layanan memiliki alur yang jelas, terintegrasi, transparan, terukur, dan dapat ditelusuri.
Satu Dashboard Pimpinan:
Pimpinan dapat melihat kondisi unit dan universitas secara cepat, utuh, serta sesuai tanggung jawab dan kewenangannya.

UMI Connection dirancang agar pengalaman mahasiswa menjadi lebih sederhana, cepat, dan manusiawi.
Bayangkan seorang mahasiswa cukup menggunakan satu akun untuk mengakses berbagai layanan. Data yang sudah diberikan dan diverifikasi tidak perlu terus-menerus diminta kembali oleh unit yang berbeda.
Perjalanan akademiknya dapat tercatat dengan lebih baik, mulai dari proses pembelajaran, layanan administrasi, kegiatan, prestasi, hingga perkembangan studinya.
Sistem juga dapat membantu mendeteksi mahasiswa yang mulai berisiko terlambat lulus atau mengalami kendala studi, sehingga pendampingan dapat dilakukan lebih awal.
Mahasiswa datang ke kampus untuk belajar, bertumbuh, dan merancang masa depan—bukan untuk menjadi kurir dokumen antarunit.

Dosen dapat memperoleh ruang digital yang lebih terintegrasi untuk melihat beban kerja, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi, serta pengembangan karier.
Tenaga kependidikan dapat bekerja melalui proses yang lebih tertib, dengan alur, penanggung jawab, batas waktu, dan jejak layanan yang jelas.
UMI Connection tidak bertujuan menggantikan manusia. Sistem ini justru diharapkan membebaskan dosen dan tenaga kependidikan dari pekerjaan administratif yang berulang, agar lebih banyak waktu digunakan untuk:
* berpikir;
* melayani;
* membina;
* berinovasi;
* dan menghasilkan manfaat.

UMI Connection akan menghadirkan Dashboard Eksekutif atau Dashboard Pimpinan sebagai ruang kendali institusi.
Melalui dashboard ini, pimpinan dapat memperoleh gambaran mengenai:
* akademik;
* sumber daya manusia;
* riset dan inovasi;
* kerja sama;
* alumni;
* serta bidang lain yang akan dikembangkan secara bertahap.
Dashboard bukan sekadar tempat memajang grafik. Ia disiapkan untuk membantu pimpinan menjawab empat pertanyaan:
1. Apa yang sedang terjadi?
2. Mengapa hal itu terjadi?
3. Apa yang mungkin terjadi?
4. Keputusan apa yang sebaiknya diambil?

Ya, kecerdasan buatan akan diarahkan untuk membantu membaca pola, membuat proyeksi, mendeteksi risiko, dan menyiapkan alternatif keputusan.
Namun UMI menegaskan bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti pemimpin.
Keputusan tetap berada pada manusia karena di dalam keputusan terdapat pertimbangan nilai, empati, keadilan, kemaslahatan, dan amanah.
AI dapat membantu UMI melihat lebih luas, tetapi tanggung jawab tidak pernah berpindah kepada mesin.
Kecerdasan buatan tidak boleh mengurangi kecerdasan moral.

Selama ini, proses akreditasi sering membutuhkan penghimpunan data dari berbagai unit dalam waktu yang terbatas.
Melalui sistem yang terhubung, program studi diharapkan dapat memantau secara berkala:
* kecukupan dan kompetensi dosen;
* rasio dosen dan mahasiswa;
* penelitian dan publikasi;
* pengabdian kepada masyarakat;
* kerja sama aktif;
* prestasi mahasiswa;
* data alumni;
* dukungan anggaran;
* serta sarana dan prasarana.
Dengan demikian, akreditasi tidak lagi menjadi pekerjaan mendadak menjelang asesmen.
Akreditasi harus lahir dari tata kelola harian yang tertib, bukan dari kerja lembur untuk mencari dokumen yang tercecer.

Ya.
Setiap proses diarahkan agar dapat diketahui:
* siapa yang mengajukan;
* siapa yang memeriksa;
* siapa yang menyetujui;
* berapa lama proses berlangsung;
* di mana terjadi keterlambatan;
* dan apa hasil akhirnya.
Dengan sistem seperti ini, pelayanan tidak lagi bergantung pada kedekatan personal, tekanan, atau siapa yang paling sering bertanya.
Semua diproses berdasarkan aturan, kewenangan, urutan, serta jejak digital yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tidak.
UMI Connection tidak berarti semua data dibuka tanpa batas. Setiap pengguna hanya dapat mengakses informasi berdasarkan tugas, fungsi, tanggung jawab, dan kewenangannya.
Keamanan data menjadi bagian penting dalam arsitektur UMI Connection, melalui pengaturan hak akses, pengamanan berlapis, pencadangan data, serta penguatan keamanan siber.
Satu data bukan berarti bebas akses. Satu data berarti satu sumber resmi yang digunakan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.

UMI Connection akan mendukung pelaksanaan Catur Dharma UMI, yaitu:
1. Pendidikan dan Pengajaran;
2. Penelitian;
3. Pengabdian kepada Masyarakat;
4. Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter.
Melalui integrasi data dan proses, setiap pelaksanaan Catur Dharma dapat dipantau, dievaluasi, dikembangkan, dan diarahkan agar semakin terukur serta berdampak.
Teknologi digunakan bukan untuk menghilangkan nilai Ke-UMI-an, tetapi untuk memperkuat amanah, pelayanan, disiplin, integritas, dan budaya kerja berbasis ibadah.

Digitalisasi biasa sering hanya memindahkan proses manual ke layar.
UMI Connection melangkah lebih jauh. Ia menata ulang cara kerja agar lebih sederhana, terintegrasi, transparan, dan berbasis data.
Jika proses lama yang rumit hanya dipindahkan ke aplikasi, itu belum menjadi transformasi. Itu baru birokrasi lama dengan tampilan digital.
UMI Connection ingin menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan manusia:
* mahasiswa lebih mudah memperoleh layanan;
* dosen lebih fokus pada akademik dan inovasi;
* tenaga kependidikan bekerja lebih tertib;
* program studi lebih siap menghadapi akreditasi;
* pimpinan mengambil keputusan lebih cepat;
* dan masyarakat menerima manfaat yang lebih besar dari UMI.

Tidak.
UMI Connection tidak dibangun hanya untuk satu rektor, satu unit, atau satu masa jabatan.
UMI Connection adalah fondasi institusi untuk menjaga kesinambungan Universitas Muslim Indonesia pada masa depan.
Orang dapat berganti. Jabatan dapat berganti. Namun sistem, pengetahuan, data, dan pelayanan UMI harus tetap berjalan.
Pemimpin yang baik tidak hanya meninggalkan program, tetapi juga meninggalkan sistem yang membuat institusi tetap kuat setelah dirinya selesai menjalankan amanah.

UMI Connection tidak akan berhasil hanya karena Yayasan Wakaf UMI, Rektorat, atau tim teknis menginginkannya.
Keberhasilannya membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh keluarga besar UMI.
Setiap unit perlu:
* menertibkan data;
* memperbarui informasi tepat waktu;
* membuka integrasi sesuai kewenangan;
* menyederhanakan proses;
* menetapkan penanggung jawab;
* menjaga keamanan data;
* serta menggunakan dashboard sebagai dasar evaluasi.
Transformasi digital bukan hanya perubahan perangkat. Ia adalah perubahan budaya kerja.
Dari Kampus yang Memiliki Data Menuju Kampus yang Memiliki Kecerdasan Institusi
UMI Connection membawa satu imajinasi kolektif yang kuat.
Ketika ada potensi masalah, sistem memberi peringatan. Ketika ada peluang, sistem menyampaikan informasi. Ketika keputusan harus diambil, data telah tersedia.
Pada titik itulah UMI tidak sekadar memiliki data, tetapi memiliki kecerdasan institusi-kemampuan untuk memahami keadaan, membaca risiko, menemukan peluang, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.
UMI Connection akan menjadi salah satu fondasi penting menuju Smart Islamic AI-Driven University: universitas yang modern dalam teknologi, profesional dalam tata kelola, amanah dalam pelayanan, kuat dalam nilai Islam, serta tetap hangat dalam memperlakukan manusia.

Karena masa depan pendidikan tinggi bukan hanya ditentukan oleh gedung yang megah, tetapi oleh kualitas pengalaman belajar, kecepatan layanan, kekuatan ekosistem, dan kemampuan kampus membaca masa depan.
Melalui UMI Connection, mahasiswa tidak hanya datang untuk memperoleh ijazah. Mereka masuk ke dalam ekosistem pendidikan yang sedang dibangun agar lebih terhubung, adaptif, berbasis data, dan relevan dengan era kecerdasan buatan.
Di UMI, teknologi tidak diarahkan untuk menjauhkan manusia. Teknologi digunakan untuk membuat pelayanan lebih dekat, pembelajaran lebih kuat, keputusan lebih tepat, dan masa depan mahasiswa lebih terarah.
UMI Connection menghubungkan data. Dashboard mengubahnya menjadi pengetahuan. Pemimpin mengubah pengetahuan menjadi keputusan dan manfaat.
UMI Connection: Satu Sistem Kerja untuk Satu Masa Depan UMI
Universitas Muslim Indonesia—Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak, Kampus Peduli dan Berbagi

Biaya

SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) dibayar satu kali pada awal masa studi. BPP (Biaya Pengembangan Pendidikan) dibayar setiap semester selama masa studi berlangsung.

Besarnya berbeda tiap fakultas. Kisaran SPP dan BPP program S1 untuk seluruh fakultas dapat dilihat pada tabel di halaman Biaya Kuliah. Angka tersebut merupakan kisaran dan dapat berubah; rincian resmi per program studi diumumkan oleh panitia SPMB UMI.

Tabel di halaman Biaya Kuliah memuat kisaran untuk program S1. Rincian resmi per program studi, termasuk program Profesi, Magister (S2), dan Doktor (S3), beserta status akreditasinya tersedia di laman SPMB UMI: spmb.umi.ac.id/program.

Ada. Ragam beasiswa dan skema keringanan yang tersedia beserta persyaratannya dapat dilihat pada halaman Beasiswa UMI.

Fakultas Teknologi Industri

Di FTI UMI, kita tidak mau mahasiswa empat tahun hanya mengejar ijazah. Ijazah tentu penting. Gelar Sarjana Teknik penting. Tetapi ketika anak selesai kuliah dan mulai mengetuk pintu perusahaan, pertanyaannya berubah: “Selain sarjana teknik, apa yang kamu bisa?” Nah, itu yang sejak awal kami pikirkan. Karena itu mahasiswa FTI UMI dari Teknik Industri, Teknik Kimia, dan Teknik Pertambangan dipersiapkan bukan hanya secara akademik, tetapi juga semakin dekat dengan kompetensi yang benar-benar digunakan di dunia industri.

Salah satu program unggulannya adalah Ahli K3 Umum atau AK3U dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Jadi orientasinya jelas: kuliah dapat ilmunya, lulus dapat gelarnya, lalu diperkuat kompetensi profesionalnya.

AK3U adalah Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum. Kalau bahasanya dibuat sederhana, hampir semua industri mempunyai tiga kepentingan dasar: orangnya harus selamat, prosesnya harus aman, dan operasinya harus berjalan sesuai ketentuan.

Di situlah K3 menjadi sangat penting. Coba bayangkan pertambangan tanpa sistem keselamatan. Pabrik tanpa pengendalian risiko. Proyek konstruksi tanpa prosedur kerja aman. Atau perusahaan besar tanpa orang yang memahami hazard, risiko, kecelakaan kerja, alat pelindung diri, emergency response, inspeksi, regulasi dan sistem manajemen K3. Sulit! Jadi K3 bukan aksesori industri. K3 adalah bagian dari cara industri bekerja.

Ini yang menarik. Program ini dibangun sebagai bagian dari pembekalan mahasiswa tiga program studi FTI UMI: Teknik Industri, Teknik Kimia dan Teknik Pertambangan. Mahasiswa dipersiapkan sejak dalam proses pendidikan. Setelah menyelesaikan studi dan memenuhi persyaratan yang ditentukan, lulusan berhak mengikuti program pelatihan Ahli K3 Umum selama 14 hari melalui mekanisme penyelenggaraan yang berlaku.

Dan yang harus jelas: Sertifikat AK3U yang dimaksud dalam program unggulan FTI UMI adalah AK3U dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Jadi bukan sekadar sertifikat seminar kampus atau sertifikat internal fakultas. Ini kompetensi yang diarahkan langsung kepada kebutuhan profesional di dunia kerja.

Betul! Kami tidak ingin hubungan kampus dengan mahasiswa selesai begitu toga dilepas. Justru setelah wisuda ada satu pertanyaan penting: “Sekarang bagaimana kita memperkuat posisi alumni ketika masuk pasar kerja?” Karena itu, bagi lulusan yang memenuhi ketentuan program, ada jalur untuk mengikuti pelatihan AK3U selama 14 hari. Jadi wisuda bukan garis akhir. Kami melihat wisuda sebagai: Academic Finish, Professional Start. Kuliah akademiknya selesai. Perjalanan profesionalnya justru dimulai.

Yang perlu dipahami, S.T. adalah gelar akademik, sedangkan AK3U merupakan kompetensi/profesi di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai ketentuan yang berlaku. Jadi substansinya jangan hanya melihat singkatan di belakang nama.

Yang jauh lebih penting adalah ketika masuk dunia kerja, seorang lulusan membawa dua modal: fondasi engineering dari pendidikan Sarjana Teknik dan pemahaman profesional mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Kombinasi itulah yang bernilai.

Karena kami tahu kenyataan setelah wisuda. Perusahaan tidak hanya membutuhkan orang yang punya ijazah. Perusahaan mencari orang yang bisa masuk ke sistem kerja mereka dan cepat beradaptasi. Seorang engineer di pabrik, tambang, proyek, energi atau konstruksi tidak bekerja sendirian. Dia berhadapan dengan manusia, mesin, bahan, proses, lingkungan, target produksi dan risiko.

Karena itu kami melihat satu formula sederhana: ENGINEERING + SAFETY = INDUSTRY READINESS. Engineer harus memahami bagaimana sebuah proses menghasilkan sesuatu. Tetapi engineer yang baik juga memahami bagaimana proses itu berlangsung aman bagi manusia, aset dan lingkungan.

Tidak! Ini justru cerita yang menurut kami selama ini kurang banyak diketahui masyarakat. FTI UMI sudah membangun program penguatan K3 bagi mahasiswa sejak 2018. Kemudian sejak 2022, program AK3U dari Kementerian Ketenagakerjaan RI telah menjadi bagian penting dari penguatan kompetensi lulusan FTI UMI.

Jadi ini bukan program yang baru muncul karena kebutuhan promosi. Programnya sudah berjalan. Yang kurang selama ini justru ceritanya kepada masyarakat.

Lihat alumninya. Alumni Teknik Industri, Teknik Kimia dan Teknik Pertambangan FTI UMI sekarang bekerja di berbagai sektor industri dan berbagai bidang pekerjaan, baik di Indonesia Timur maupun di berbagai wilayah Indonesia. Mereka masuk ke pertambangan, manufaktur, pengolahan, konstruksi, energi, proyek, perusahaan jasa dan berbagai sektor lainnya.

Tentu perjalanan karier setiap alumni berbeda. Tetapi pengalaman sejak 2018 memberi kami satu pelajaran penting: semakin dekat kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan industri, semakin kecil jarak antara kampus dan dunia kerja. Itulah yang terus kami perkuat.

Kami tidak mau menjanjikan sesuatu yang tidak realistis. Tidak ada satu sertifikat yang bisa menjamin seseorang otomatis diterima bekerja. Ada kemampuan akademik, attitude, komunikasi, pengalaman, kebutuhan perusahaan, kondisi ekonomi dan banyak faktor lain.

Tetapi pertanyaannya bisa kita balik: Kalau dua orang sama-sama Sarjana Teknik melamar pekerjaan, lalu salah satunya sudah mempunyai kompetensi tambahan yang memang dibutuhkan industri, apakah itu bernilai? Tentu bernilai. Itulah cara kami melihat AK3U. Bukan jaminan pekerjaan. Tetapi penguat kesiapan kerja dan daya saing lulusan.

Ada banyak faktor. Kualitas akademik, pengalaman mahasiswa, jaringan alumni, karakter, kemampuan beradaptasi, kebutuhan industri dan kompetensi profesional semuanya berperan. Tetapi ada satu hal yang sejak lama menjadi perhatian FTI UMI: kami berusaha membuat mahasiswa mengenal kebutuhan industri sebelum industri mengenal mereka sebagai pelamar kerja. Program K3 yang berjalan sejak 2018 dan penguatan AK3U Kementerian Ketenagakerjaan RI sejak 2022 merupakan bagian dari perjalanan itu.

Karena itu, keberadaan alumni FTI UMI di berbagai industri hari ini bukan sesuatu yang muncul dalam semalam. Ada proses panjang di belakangnya.

Tidak! Ini salah satu hal yang sering disalahpahami. K3 digunakan jauh lebih luas daripada pertambangan. Ada manufaktur, industri proses, konstruksi, energi, minyak dan gas, perkebunan, logistik, pergudangan, transportasi, proyek infrastruktur, kawasan industri, perusahaan jasa, dan banyak lingkungan kerja lainnya.

Di mana ada manusia, peralatan, aktivitas dan risiko kerja, di situ aspek keselamatan menjadi penting.Jadi K3 bukan kompetensi untuk satu jenis pekerjaan. K3 adalah bahasa keselamatan yang digunakan lintas industri.

Sangat relevan! Bayangkan bekerja di industri yang berhubungan dengan proses, temperatur, tekanan, bahan kimia, reaktor, tangki, perpipaan atau utilitas. Engineer harus memahami proses. Tetapi juga harus memahami risiko proses dan keselamatan manusia yang menjalankannya. Jadi untuk mahasiswa Teknik Kimia, perspektif K3 memperkuat cara melihat sebuah proses industri secara utuh.

Justru sangat dekat! Pertambangan mempunyai lingkungan kerja dengan berbagai risiko operasional. Ada alat berat, kegiatan lapangan, kondisi geoteknik, transportasi material, blasting pada operasi tertentu, area kerja yang dinamis, serta interaksi manusia dengan berbagai peralatan dan proses. Karena itu engineer pertambangan yang mempunyai safety awareness mempunyai perspektif yang sangat penting dalam operasi tambang.

Juga sangat relevan Teknik Industri bicara tentang manusia, sistem kerja, produktivitas, ergonomi, kualitas, proses dan efisiensi. Tetapi sistem yang efisien tidak cukup hanya cepat dan murah. Sistem yang baik juga harus aman. Di sinilah perspektif K3 bertemu sangat kuat dengan keilmuan Teknik Industri. Bahkan, satu mata kuliah wajib di Teknik Industri UMI adalah K3, loh!

Justru dunia keselamatan akan semakin membutuhkan orang yang memahami engineering sekaligus teknologi. AI dapat membantu mendeteksi anomali. Sensor IoT dapat membaca temperatur, gas, getaran dan kondisi peralatan. Computer vision dapat membantu mendeteksi perilaku tidak aman. Predictive analytics dapat membantu memperkirakan risiko.

Tetapi teknologi tetap membutuhkan manusia yang memahami apa risikonya, mengapa berbahaya, apa regulasinya, bagaimana sistem kerjanya, dan keputusan apa yang harus diambil. Di Teknik Industri, ini akan sangat terkait karena kita berbicara tentang manusia.
Karena itu engineer masa depan tidak cukup hanya mengerti teknik. Kami ingin membangun profil: ENGINEERING + DIGITAL + AI + SAFETY + CHARACTER.

Pertanyaan orang tua biasanya sangat sederhana: “Empat tahun saya kuliahkan anak saya. Setelah itu bagaimana? Kami memahami itu. Karena itu kami tidak ingin menjawab hanya: “Nanti anak Bapak/Ibu mendapat gelar Sarjana Teknik.”

Tentu itu tujuan akademiknya. Tetapi kami ingin lebih jauh. Kami ingin ketika anak keluar dari FTI UMI, dia membawa: ilmu teknik, pengalaman, karakter, kemampuan teknologi, pemahaman dunia industri dan kompetensi profesional yang relevan.

Karena pada akhirnya orang tua tidak hanya membiayai anak untuk mendapatkan ijazah. Orang tua sedang berinvestasi pada masa depan anaknya.

Kami menawarkan sebuah perjalanan pendidikan yang jelas arahnya. Masuk sebagai mahasiswa. Belajar engineering.Masuk laboratorium. Mengenal teknologi. Belajar menyelesaikan masalah. Mengenal industri. Memahami keselamatan kerja. Menyelesaikan pendidikan. Wisuda sebagai Sarjana Teknik.

Kemudian diperkuat melalui jalur kompetensi profesional AK3U Kementerian Ketenagakerjaan RI sesuai ketentuan program. Itulah yang kami sebut: FROM CAMPUS TO INDUSTRY. Bukan setelah lulus baru bertanya: “Sekarang saya harus mulai dari mana?” Tetapi sebelum lulus, mahasiswa sudah tahu: “Saya sedang dipersiapkan menuju ke mana.”

Tidak. Justru kami ingin calon mahasiswa bertanya langsung kepada mahasiswa dan alumni FTI UMI. Tanyakan: “Program K3 ini sudah ada sejak kapan?” Tanyakan kepada alumni: “Apakah kompetensi K3 membantu ketika masuk dunia industri?”

Lihat di mana alumni Teknik Industri, Teknik Kimia dan Teknik Pertambangan FTI UMI bekerja hari ini. Program yang bagus tidak cukup diceritakan. Program yang bagus harus bisa ditunjukkan jejaknya. Dan jejak itu sudah dibangun FTI UMI sejak 2018.

Jangan pertama-tama bertanya: “Jurusan mana yang paling gampang?” Tanyakan: “Anak saya suka apa, kuat di mana, dan ingin bekerja di lingkungan seperti apa?”

Kalau tertarik sistem, manusia, produktivitas dan optimasi, lihat Teknik Industri. Kalau tertarik proses, energi, bahan, pangan, kimia dan transformasi material, lihat Teknik Kimia. Kalau tertarik sumber daya mineral, tambang, bumi dan operasi pertambangan, lihat Teknik Pertambangan.

Tiga jalannya berbeda. Tetapi ada satu kesamaan: semuanya dipersiapkan semakin dekat dengan dunia industri. Karena industri saat ini mencari generasi yang siap menghadapi tantangan.

Karena jangan hanya memilih kampus berdasarkan: “Di mana saya bisa kuliah?” Mulailah bertanya: “Di mana saya akan dipersiapkan menjadi profesional?” FTI UMI ingin menjawab pertanyaan itu dengan sesuatu yang konkret. Ada pendidikan Sarjana Teknik.

Ada tiga pilihan bidang engineering. Ada pengalaman akademik dan laboratorium. Ada penguatan teknologi dan kesiapan menghadapi era AI. Ada pembentukan karakter. Dan ada program kompetensi Ahli K3 Umum dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia sebagai salah satu penguatan kesiapan profesional lulusan.

Jadi perjalanan mahasiswa kita buat sederhana: MASUK MEMBAWA CITA-CITA. KULIAH MEMBANGUN KOMPETENSI. WISUDA MEMBAWA GELAR. MASUK INDUSTRI MEMBAWA KESIAPAN.

Kalau empat tahun ke depan hanya digunakan untuk mendapatkan ijazah, rasanya sayang sekali. Gunakan empat tahun itu untuk membangun ilmu, kompetensi, pengalaman, karakter dan kesiapan profesional. Karena ketika wisuda selesai, dunia tidak lagi bertanya: “Kamu mahasiswa dari mana?” Dunia kerja mulai bertanya: “Apa yang bisa kamu kerjakan dan mengapa kami harus mempercayaimu?”

FTI UMI ingin mahasiswa sudah mempunyai jawaban untuk pertanyaan itu. Sarjana Teknik dan Siap dengan Kompetensi Industri. Jangan tunggu lulus untuk mulai menjadi professional.

FTI UMI hadir dengan harapan dan cita-cita untuk mahasiswanya. From Campus to Industry. Kuliah Teknik yang sejak awal tahu mau dibawa ke mana.
Masih ada pertanyaan? Tim kami siap membantu Anda.
Hubungi Kami

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Rakyat Sulsel
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Pemerintah Kabupaten Gowa
Universitas Alkhairaat Palu
National University of Singapore
Pemerintah Kota Makassar
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Cokroaminoto Palopo
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Politeknik Keuangan Negara STAN
Ruijie Networks Co., Ltd.
Universitas Kurnia Jaya Persada
Politeknik Sorowako
PT Nas Media Indonesia
Universitas Hasanuddin
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Junior Chamber International Indonesia
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Islam Al-Azhar
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Universitas Balikpapan
Tribun Timur
Hiroshima University
Universitas Andi Djemma
Bank Mega Syariah
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Pemerintah Kabupaten Fakfak
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Institut Teknologi Bandung
PT Kogas Driyap Konsultan
Universitas Ibnu Sina
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Universitas Muhammadiyah Palopo
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bank Muamalat
Istanbul Sabahattin Zaim University
Universitas Islam Bandung
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Bank Syariah Nasional
Institut Leimena
Alliance Française de Makassar
Pemerintah Kabupaten Bombana
Pemerintah Kota Ternate
PT Indosat Tbk
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Universitas Lamappapoleonro
Online Scholarship Competition (OSC)
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Universitas Muhammadiyah Parepare
Rakyat Sulsel
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Pemerintah Kabupaten Gowa
Universitas Alkhairaat Palu
National University of Singapore
Pemerintah Kota Makassar
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Cokroaminoto Palopo
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Politeknik Keuangan Negara STAN
Ruijie Networks Co., Ltd.
Universitas Kurnia Jaya Persada
Politeknik Sorowako
PT Nas Media Indonesia
Universitas Hasanuddin
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Junior Chamber International Indonesia
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Islam Al-Azhar
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Universitas Balikpapan
Tribun Timur
Hiroshima University
Universitas Andi Djemma
Bank Mega Syariah
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Pemerintah Kabupaten Fakfak
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Institut Teknologi Bandung
PT Kogas Driyap Konsultan
Universitas Ibnu Sina
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Universitas Muhammadiyah Palopo
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bank Muamalat
Istanbul Sabahattin Zaim University
Universitas Islam Bandung
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Bank Syariah Nasional
Institut Leimena
Alliance Française de Makassar
Pemerintah Kabupaten Bombana
Pemerintah Kota Ternate
PT Indosat Tbk
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Universitas Lamappapoleonro
Online Scholarship Competition (OSC)
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Universitas Muhammadiyah Parepare
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Perbanas Institute
Universitas Islam Riau
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Universiti Sains Islam Malaysia
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Marinduque State University
Universitas Mega Buana
Kementerian Hukum RI
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
AMDA International
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Universitas Islam Sumatera Utara
Bank Sulselbar Syariah
Politeknik Palopo
Erzurum Technical University
Universiti Malaya
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Bank Panin Dubai Syariah
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
STISIP Veteran Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Griffith University
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Bank Syariah Indonesia
Bank CIMB Niaga Syariah
Bank Negara Indonesia
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Binaskil Academy Malaysia
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universiti Kebangsaan Malaysia
Bank Rakyat Indonesia
PT Jasa Raharja
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Universiti Malaysia Terengganu
Detik.com
Sanjivani University
Politeknik Dewantara
University Of Michigan - Ann Arbo
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
PT Marlip Indo Mandiri
ITBM Malaysia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Bank Sulselbar
Bank Mandiri
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Politeknik Cendana
PT Putra Mekongga Sejahtera
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
PT Zahir Internasional
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Perbanas Institute
Universitas Islam Riau
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Universiti Sains Islam Malaysia
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Marinduque State University
Universitas Mega Buana
Kementerian Hukum RI
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
AMDA International
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Universitas Islam Sumatera Utara
Bank Sulselbar Syariah
Politeknik Palopo
Erzurum Technical University
Universiti Malaya
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Bank Panin Dubai Syariah
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
STISIP Veteran Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Griffith University
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Bank Syariah Indonesia
Bank CIMB Niaga Syariah
Bank Negara Indonesia
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Binaskil Academy Malaysia
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universiti Kebangsaan Malaysia
Bank Rakyat Indonesia
PT Jasa Raharja
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Universiti Malaysia Terengganu
Detik.com
Sanjivani University
Politeknik Dewantara
University Of Michigan - Ann Arbo
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
PT Marlip Indo Mandiri
ITBM Malaysia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Bank Sulselbar
Bank Mandiri
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Politeknik Cendana
PT Putra Mekongga Sejahtera
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
PT Zahir Internasional