Perkuat Karakter dan Spiritualitas Mahasiswi, UMI Gelar Pencerahan Qalbu Angkatan 25 Gel. V

Author Website UMI

/

Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi unggul yang tidak hanya berdaya saing secara akademik, tetapi juga kokoh dalam karakter dan spiritualitas. Komitmen itu diwujudkan melalui pelaksanaan Pencerahan Qalbu Mahasiswa Putri Angkatan 25 Gelombang V, yang berlangsung mulai 26 Maret hingga 24 April 2026.

Kegiatan pembinaan berbasis pesantren ini diikuti oleh 291 peserta yang berasal dari Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP), Fakultas Teknologi Industri (FTI), serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UMI. Program ini merupakan bagian dari pembinaan wajib mahasiswa UMI yang bernilai 6 SKS.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan dibuka langsung oleh Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH., pada Kamis (26/03/2026).

Turut hadir Wakil Rektor IV UMI Dr. KH. M. Ishaq Shamad, MA., Dekan FSIKP Dr. Hj. Nurjannah Abna, SS., M.Pd., Wakil Dekan IV FTI UMI Prof. Dr. H. La Ifa, ST., MT., Dekan FPIK UMI Prof. Dr. Ir. Hj. Hasnidar, M.Si., serta Direktur Pesantren Darul Mukhlisin UMI Dr. KH. Ahmad Basit, Lc., MA. beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Rektor UMI menegaskan bahwa Pencerahan Qalbu bukan sekadar agenda pembinaan rutin, tetapi merupakan bagian penting dari proses pendidikan karakter mahasiswa dalam mendukung visi UMI sebagai perguruan tinggi yang terus bergerak menuju World Class University.

Menurutnya, perguruan tinggi yang ingin tampil di level global harus mampu menyeimbangkan kualitas akademik dengan kekuatan moral dan spiritual peserta didiknya.

Prof. Hambali Thalib menjelaskan bahwa daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional ditopang oleh sejumlah unsur strategis, mulai dari kualitas riset yang diakui secara global, keberadaan tenaga pengajar berkualifikasi tinggi, kebebasan akademik, sistem manajemen dan fasilitas yang memadai, hingga penguatan jejaring kerja sama internasional. Namun demikian, seluruh pencapaian itu, menurutnya, harus ditopang oleh karakter lulusan yang kuat.

Ia juga memaparkan bahwa UMI saat ini memiliki modal besar untuk terus memperkuat posisinya di tingkat nasional maupun internasional. UMI membina 13 fakultas dan 1 program pascasarjana dengan 66 program studi, dengan sekitar 50 persen program studi telah terakreditasi unggul.

Selain itu, UMI didukung oleh lebih dari 23 ribu mahasiswa aktif, 140 ribu lebih alumni, serta sumber daya dosen dan guru besar yang terus berkembang.

Tidak hanya itu, UMI juga terus melakukan penguatan mutu akademik melalui penataan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) di seluruh program studi.

Di saat yang sama, UMI tengah merencanakan pembangunan Sekolah Unggulan Internasional melalui kerja sama dengan Universitas Sains Islam Internasional Malaysia (USIM) dan Pemerintah Daerah Luwu Timur.

Melalui program Pencerahan Qalbu, UMI ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya tumbuh sebagai insan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, akhlak yang baik, serta kesiapan mental dalam menghadapi tantangan zaman.

Pembinaan berbasis pesantren ini menjadi bagian dari ikhtiar UMI dalam melahirkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pimpinan UMI, antara lain Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Rektor UMI, serta para Wakil Rektor UMI, yang memberikan penguatan materi seputar nilai-nilai keislaman, kepemimpinan, dan pembangunan karakter mahasiswa.

(HUMAS)

SHARE ON