Prof. Dirgahayu A. Lantara: Pengabdian Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Jalan Ilmu Menjadi Manfaat

Author Website UMI

/

Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia terus memperkuat peran dosen dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui pelatihan penyusunan proposal Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internal yang digelar oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula LPkM Lantai 3 Menara UMI ini diikuti oleh 50 dosen lintas fakultas dan dibuka secara daring oleh Wakil Rektor I UMI, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu Lantara, MT., IPU., ASEAN Eng. mewakili Rektor UMI

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I menegaskan bahwa seluruh aktivitas akademik di UMI tidak hanya berorientasi pada capaian ilmiah, tetapi juga dilandasi nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama dalam menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi UMI, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter.

“Sebagai kampus ilmu dan ibadah, pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi jalan menghadirkan ilmu menjadi manfaat dan keberkahan bagi umat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan wujud nyata tanggung jawab akademisi dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai dakwah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua LPkM UMI Dr. H. Abd. Rauf Assagaf, Sekretaris LPkM Prof. Dr. Ir. Rustam, serta Kepala Pusat Inovasi dan Daya Saing LPkM Dr. Ir. Pratiwi Juniar Achmad Gani, MT

Dari Proposal ke Dampak Nyata untuk Masyarakat

Melalui pelatihan ini, UMI mendorong lahirnya proposal PKM yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Kegiatan ini diarahkan untuk Menghasilkan program pengabdian yang inovatif dan aplikatif, Mengintegrasikan hasil penelitian dosen ke dalam solusi nyata, Mendorong kolaborasi lintas disiplin ilmu dan Meningkatkan daya saing proposal di tingkat nasional.

UMI: Kampus Ilmu dan Ibadah yang Berdampak

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Muslim Indonesia dalam membangun budaya akademik yang tidak berhenti pada teori, tetapi berlanjut pada pengabdian yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebagai kampus yang mengusung identitas Ilmu dan Ibadah, UMI terus memastikan bahwa setiap karya akademik dosen dan mahasiswa memiliki nilai kebermanfaatan, keberlanjutan, dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Di UMI, ilmu tidak berhenti di ruang kelas.
Ilmu harus hadir di tengah masyarakat. Dan melalui pengabdian, ilmu menemukan makna sejatinya: memberi manfaat.

(HUMAS)

SHARE ON