Kuala Lumpur, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan eksistensinya di panggung internasional. Tiga mahasiswa Fakultas Hukum UMI—Atikah Azzah Rhamadani, Wahyuli Makka, dan Nafra Ayuningtyas—berhasil meraih Awarded 2nd Winner, Gold Medal (Law and Economics), serta Favorite Poster Award pada ajang bergengsi 2nd International Student Summit (ISS) 2026 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, 14–15 Februari 2026.
Kompetisi internasional ini digelar oleh International Student Association bekerja sama dengan Sentosa Foundation, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), dan World Association of Young Scientists (WAYS). Forum tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dalam kompetisi gagasan, presentasi ilmiah, dan diskursus global.
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan teknis, tetapi representasi kapasitas akademik mahasiswa UMI dalam merespons isu-isu hukum dan ekonomi global secara argumentatif, sistematis, dan berdampak.
Rektor UMI: Talenta Global Lahir dari Kampus Ilmu dan Ibadah
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian tersebut.
“Mahasiswa UMI tidak hanya berkompetisi di tingkat global, mereka membentuk arah diskursus hukum internasional dengan integritas dan kedalaman gagasan.”
Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa transformasi UMI menuju Catur Dharma Perguruan Tinggi serta penguatan Kampus Digital bukan sekadar agenda struktural, tetapi menghasilkan talenta yang mampu tampil di panggung dunia.
“Prestasi ini menegaskan bahwa UMI bukan hanya kampus bereputasi nasional, tetapi institusi yang menyiapkan generasi dengan daya saing global, keberanian intelektual, dan fondasi karakter yang kuat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa UMI didorong untuk tidak hanya mengejar medali, tetapi menghadirkan pemikiran yang memberi nilai bagi peradaban.
Fakultas Hukum UMI: Menempa Profesional Hukum Masa Depan
Dekan Fakultas Hukum UMI, Prof. Dr. Muhammad Rinaldy Bima, S.H., M.H., menegaskan komitmen fakultas dalam membangun ekosistem akademik yang kompetitif secara global.
“Forum internasional adalah ruang pembentukan karakter ilmuwan dan profesional hukum masa depan. Kami terus memperkuat pendampingan riset, kompetisi ilmiah, dan publikasi agar mahasiswa terbiasa berpikir lintas batas,” ujarnya.
Ia menyebut keberhasilan ini sebagai hasil sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan sistem pembinaan akademik yang berkelanjutan.
Reputasi Internasional dan Daya Tarik Global
UMI saat ini terakreditasi Unggul dua periode dan dikenal sebagai PTS dengan jumlah Guru Besar terbanyak di Indonesia. Dengan 13 fakultas, Pascasarjana, dan 67 program studi dari jenjang Sarjana hingga Doktor, UMI terus memperluas jejaring internasional dan memperkuat kolaborasi akademik global.
Sebagai kampus Ilmu dan Ibadah, UMI menanamkan keseimbangan antara kedalaman intelektual dan kematangan moral. Prestasi mahasiswa FH UMI di Malaysia menjadi bukti bahwa pendidikan yang berbasis nilai mampu melahirkan talenta yang kompetitif sekaligus berintegritas.
Capaian Atikah, Wahyuli, dan Nafra di 2nd ISS 2026 bukan hanya kebanggaan Fakultas Hukum, tetapi kebanggaan seluruh sivitas akademika UMI. Ia menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani tampil di panggung internasional, memperluas jejaring global, dan menghadirkan karya yang relevan dengan tantangan zaman.
UMI percaya, masa depan tidak dibangun oleh mereka yang menunggu kesempatan, tetapi oleh mereka yang berani mengambil panggung.
(HUMAS)
