Makassar, umi.ac.id. Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus meneguhkan komitmennya dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul dan berkarakter melalui penguatan pendidikan karakter di lingkungan Pascasarjana (PPS).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Pendidikan Karakter bagi dosen, karyawan, dan mahasiswa Pascasarjana, yang ditetapkan sebagai program unggulan sekaligus wajib. Program ini dirancang sebagai bagian integral dari upaya UMI dalam membangun ekosistem akademik yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Kegiatan Pendidikan Karakter PPS UMI dilaksanakan secara hybrid (luring dan daring) dan dipusatkan di Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlisin UMI, Padanglampe, Kabupaten Pangkep, selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (9–11 Januari 2026).
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH, saat menyampaikan materi, menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di UMI. Menurutnya, keunggulan akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan integritas moral sivitas akademika.

“Integrasi pendidikan karakter bukanlah program tambahan, tetapi merupakan inti dari pendidikan itu sendiri. Inilah fondasi keberhasilan akademik sekaligus moral mahasiswa Pascasarjana UMI,” tegas Prof. Hambali.
Prof. Hambali menjelaskan bahwa Program Pencerahan Qalbu dirancang sebagai respons terhadap tantangan global pendidikan tinggi, khususnya kebutuhan akan integrasi keilmuan dan pembentukan karakter, sekaligus untuk menjaga identitas UMI sebagai kampus yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Program ini juga bertujuan mencegah terjadinya degradasi moral akademik serta memperkuat integritas, kejujuran ilmiah, dan tanggung jawab sosial sivitas akademika.
Lebih lanjut, Prof. Hambali menuturkan bahwa secara filosofis, Pencerahan Qalbu menitikberatkan pada penyadaran spiritual dalam proses menuntut ilmu, pelurusan niat akademik, serta pemahaman bahwa ilmu pengetahuan merupakan jalan ibadah dan pengabdian.
“Menuntut ilmu tidak boleh dilepaskan dari nilai spiritual. Ilmu harus dimaknai sebagai jalan ibadah dan pengabdian kepada umat, bangsa, dan agama,” ujarnya.

Adapun nilai-nilai karakter utama yang dikembangkan dalam Program Pencerahan Qalbu meliputi religiusitas dan spiritualitas ilmiah, kejujuran dan integritas akademik, disiplin dan tanggung jawab, kerja keras dan kemandirian, serta kepedulian sosial dan kepemimpinan.
Strategi integrasi pendidikan karakter dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan kurikulum, keteladanan dosen dan pimpinan, penciptaan budaya akademik Islami, serta evaluasi berkelanjutan. Implementasi program ini diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan motivasi dan etos belajar mahasiswa, komitmen terhadap orisinalitas karya ilmiah dan publikasi, ketepatan waktu studi, serta terbentuknya budaya akademik yang santun dan kolaboratif.
“UMI ingin mencetak lulusan Pascasarjana yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas, jujur, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat,” tambah Prof. Hambali.
Kegiatan yang secara rutin digelar setiap tahun ini menghadirkan pemateri dari unsur pimpinan UMI, mulai dari Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Rektor, para Wakil Rektor, hingga tokoh nasional, sebagai bagian dari penguatan nilai dan visi besar UMI dalam membangun peradaban melalui pendidikan tinggi Islami.
