Manado, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) tampil mencolok dan penuh makna dalam ajang Sulawesi Education and Techno Expo 2026 yang diselenggarakan LLDikti Wilayah XVI di Manado Town Square III, 12–14 Februari 2026.
Dengan nuansa hijau khas kampus terakreditasi Unggul pertama di luar Pulau Jawa (PTN maupun PTS), booth UMI tidak hanya menarik perhatian, tetapi menjadi ruang interaksi yang hidup antara kampus dan masyarakat.
Wakil Rektor V UMI, Prof. Dr. Ir. H. Muh. Hattah Fattah, MS., menegaskan bahwa kehadiran UMI bukan sekadar partisipasi formal.
“Kami tidak datang sekadar membuka booth, kami datang membuka harapan. Pendidikan tinggi harus terasa manfaatnya, terlihat dampaknya, dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan arah besar UMI sebagai kampus bereputasi dan berdampak yang memadukan pendidikan, riset, dan pengabdian dalam satu ekosistem Catur Dharma.

Edukasi, Kesehatan, dan Teknologi dalam Satu Ruang
Pada pameran ini, UMI menghadirkan layanan yang langsung menyentuh kebutuhan publik, di antaranya:
• Medical Check Up
• Pemeriksaan USG deteksi dini kanker payudara dan organ reproduksi
• Pemeriksaan gigi dan mulut gratis
• Digital Instagram Frame real-time interaktif
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama. Booth UMI menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi, menegaskan bahwa kampus bukan hanya ruang akademik, tetapi ruang pelayanan sosial.
Pendidikan Tinggi yang Tidak Berjarak
Prof. Hattah menambahkan bahwa UMI terus mendorong integrasi antara pendidikan, riset, dan pengabdian agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
“UMI ingin menunjukkan bahwa keunggulan akademik tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Ilmu yang tidak berdampak hanya menjadi arsip. Ilmu harus hadir sebagai solusi,” ujarnya dengan diksi reflektif.
Sebagai kampus dengan jumlah Guru Besar terbanyak di kalangan PTS Indonesia dan terus bertumbuh dalam penguatan doktoral serta inovasi teknologi, UMI menegaskan komitmennya dalam membangun generasi unggul yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai keislaman dan kemanusiaan universal.

Kampus Ilmu, Ibadah, dan Dampak Nyata
Partisipasi UMI dalam expo ini sekaligus menjadi ruang promosi program studi, riset unggulan, dan layanan profesional yang terintegrasi dengan Rumah Sakit Ibnu Sina dan Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut UMI.
Kehadiran UMI di Manado menjadi bukti bahwa transformasi kampus digital dan Catur Dharma tidak berhenti pada konsep, tetapi diterjemahkan dalam aksi nyata yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Prof. Hattah menutup dengan pernyataan yang sarat makna:
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa kampus bukan menara gading. Kampus adalah mitra kehidupan. UMI hadir bukan hanya untuk mencetak sarjana, tetapi untuk menumbuhkan kebermanfaatan.”
Dengan semangat inovasi, pelayanan, dan empati, UMI terus meneguhkan perannya sebagai kampus perjuangan dan pengabdian—kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
(HUMAS)
