TERKINI Semua berita →
Berita Unggulan Wednesday, 10 June 2026

Dari Makassar untuk Dunia, UMI Dorong Peneliti Sulampua Bersaing di Level Internasional

Mulyadi, S.Kom 10 views 3 menit baca
Dari Makassar untuk Dunia, UMI Dorong Peneliti Sulampua Bersaing di Level Internasional

Makassar, umi.ac.id - Perguruan tinggi masa depan tidak lagi hanya diukur dari jumlah mahasiswa, infrastruktur, maupun banyaknya program studi yang dimiliki. Namun kualitas sumber daya manusia, kekuatan riset, jejaring kolaborasi, serta dampak nyata hasil penelitian bagi masyarakat menjadi indikator utama kemajuan sebuah perguruan tinggi.

Karena itu, workshop ini memiliki nilai yang sangat strategis, bukan sekadar pelatihan menulis proposal, tetapi ruang untuk memperkuat kapasitas peneliti Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global

Hal tersebut ditegaskan oleh Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH, saat membuka Workshop Penulisan Proposal Hibah UMI di aula lantai 3 Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) UMI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Rabu (10/6/2026). Kegiatan workshop yang diorganisir oleh Lembaga Penelitiam dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) UMI ini memiliki rangkaian selama empat hari pada 9 Juni hingga 12 Juni 2026.

"Berbagai tantangan global saat ini, mulai dari perubahan iklim, ketahanan pangan, kesehatan global, energi berkelanjutan, transformasi digital hingga perkembangan kecerdasan buatan, membutuhkan solusi yang lahir dari penelitian berkualitas," ungkap Prof Hambali Thalib.

Menurutnya, dosen dan peneliti Indonesia harus semakin berani hadir dalam forum-forum internasional, membangun kolaborasi global, dan berkompetisi pada berbagai skema pendanaan riset dunia. Kualitas peneliti ksesungguhnya tidak kalah, yang kita perlukan adalah penguatan kapasitas, kolaborasi yang tepat, dan keberanian untuk tampil di panggung global.

“Saya optimistis setelah kegiatan ini, proposal penelitian yang lahir dari perguruan tinggi di kawasan Sulampua akan semakin berkualitas, semakin kompetitif, dan semakin siap bersaing pada berbagai skema pendanaan internasional. Ke depan, semakin banyak dosen UMI dan dosen dari Indonesia Timur yang mampu meraih hibah-hibah penelitian internasional,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Profesor Fakultas Hukum (FH) UMI tersebut turut menegaskan komitmen UMI dalam memperkuat budaya riset dan inovasi sebagai bagian dari transformasi menuju kampus yang bereputasi dan berdampak.

Ketua Tim Kompetensi Penelitian dan Pengembangan Ditjen Risbang Kemendiktisaintek, Yuni Syam, mengungkapkan, Workshop proposal penelitian hibah internasional adalah program pembekalan teknis dan pendampingan intensif bagi peneliti untuk menyusun proposal riset agar sesuai dengan standar lembaga pendanaan luar negeri. Kegiatan ini biasanya menghadirkan pakar atau reviewer untuk memastikan ide riset relevan dengan prioritas global dan memenuhi kriteria evaluasi yang ketat.

"Terdapat tiga hal yang paling penting dalam kegiatan ini yakni pertama Pembekalan Strategi dan Kebijakan. Ke dua Pemetaan Lembaga Pendanaa. Ke tiga Klinik dan Pendampingan Penulisan, serta Praktik dan Luaran (Output). Program ini diselenggarakan secara berkala oleh berbagai universitas maupun kementerian di Indonesia (seperti Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) untuk meningkatkan daya saing global peneliti lokal," jelasnya.

Kepala LP2S UMI Prof. Dr. H. Baharuddin Semmaila, SE.,M.Si, mengungkapkan, peserta merupakan akademisi yang didelegasikan oleh berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta.

"Peserta adalah dosen yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta se Sulawesi, Maluku, dan Papua," ungkap Profesor Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMI tersebut.

Hari ini, sejumlah materi yang dibawakan antara lain Strategi Penyusunan Proposal Kompetitif dan Perspektif reviewer oleh Yessie Widya Sari, dilanjutkan dengan pemetaan target hibah internasional oleh Astari Dwiranti, M.Eng., Ph.D. Setelah itu dilanjutkan materi Research Gap, Novelty, dan Research Questions oleh Dr. Ir. Grandprix Thomryes Marth Kadja. Di akhir sesi ini akan dilakukan pendampingan berdasarkan klaster STEM dan non-STEM bersama tim fasilitator serta Writing Sprint 1.

Hari ke 2 materi akan digambarkan Metodologi Penelitian, Workplan, dan Deliverables oleh Maria Mardalena Martini Kaisar, Ph.D. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi Impact Pathway, Collaboration, dan Budget Logic oleh Tatas Hardo Panintingjati Brotosudarmo. Setelah itu, peserta mengikuti Writing Sprint 2 dilanjutkan dengan mentoring lanjutan berdasarkan klaster keilmuan, simulasi panel review dalam kelompok diskusi, serta final revision yang dipandu oleh tim fasilitator. Pada sesi penutupan, dilakukan reviu hasil pendampingan proposal oleh perwakilan narasumber dan fasilitator.

(HUMAS)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama