Dari Kampus ke Masyarakat: Rektor UMI Tegaskan Riset Harus Berdampak Nyata

Author Website UMI

/

Makassar, umi.ac.id Masa depan perguruan tinggi tidak lagi ditentukan oleh banyaknya publikasi ilmiah semata, melainkan oleh sejauh mana riset mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan industri.

Penegasan tersebut disampaikan Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH, saat membuka kegiatan Sosialisasi Program BESTARI Saintek dan Keberdampakan Riset yang digelar oleh LP2S UMI di Aula Lantai 5 Menara UMI, Jumat (10/4/2026).

Dari Publikasi ke Dampak Nyata: Arah Baru Riset UMI

Dalam pandangan Rektor, pergeseran paradigma riset saat ini merupakan keniscayaan yang harus direspons secara serius oleh seluruh sivitas akademika. Ia menekankan bahwa Program BESTARI Saintek hadir sebagai instrumen strategis dalam membangun ekosistem riset yang tidak hanya produktif, tetapi juga kolaboratif dan berkelanjutan.

“Riset hari ini tidak cukup berhenti pada jurnal. Ia harus hidup di tengah masyarakat, memberi solusi, dan menjadi bagian dari pembangunan,” tegasnya.

Menurutnya, komitmen Universitas Muslim Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diwujudkan melalui penguatan hilirisasi riset. Keterlibatan aktif dosen dan peneliti dalam program-program strategis seperti BESTARI menjadi kunci untuk memastikan hasil penelitian benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Kolaborasi dan Tata Kelola Jadi Kunci Ekosistem Inovasi

Rektor juga menyoroti bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya bergantung pada kualitas riset, tetapi juga pada kekuatan kolaborasi lintas sektor dan kepastian tata kelola. Regulasi yang jelas dan implementasi yang konsisten, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam mendorong hilirisasi riset agar berkelanjutan.

Forum sosialisasi ini, lanjutnya, menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan langkah sekaligus memperkuat pemahaman terkait arah kebijakan nasional dalam pengembangan sains dan teknologi.

Ia pun mengajak seluruh dosen dan peneliti UMI untuk memanfaatkan momentum ini dengan maksimal, guna memahami berbagai skema, peluang, dan strategi dalam Program BESTARI Saintek.

Perkuat Sinergi Nasional untuk Riset Berdampak

Menutup sambutannya, Rektor berharap terbangun sinergi yang semakin erat antara Universitas Muslim Indonesia dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya dalam mendorong diseminasi serta pemanfaatan hasil riset yang berdampak luas dan berkelanjutan.

Sementara itu, Plt. Ketua LP2S UMI turut menyoroti pentingnya momentum kegiatan yang bertepatan dengan pengumuman hasil pendanaan penelitian DPPM Dikti.

“Kami mengucapkan selamat kepada dosen yang lolos pendanaan. Bagi yang belum, tidak ada proposal yang gagal—yang ada hanyalah kelolosan yang tertunda. Bahkan, peluang lain terbuka melalui program diseminasi dan pemanfaatan riset yang hari ini dipaparkan langsung oleh Bapak Direktur,” ungkapnya.

Kegiatan ini menghadirkan Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (MINATSAINTEK), Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si., bersama Yoggi Herdani selaku Ketua Tim Penguatan Pemanfaatan dan Dampak Sains dan Teknologi / PMO Kolaborasi Program LPDP, sebagai narasumber utama. (*)

SHARE ON