Ganti Bahasa

ArabicEnglishIndonesian

Ganti Bahasa

ArabicEnglishIndonesian

1123 Dog Hill Lane

Wilson, KS 67490

+34 785 658 5316

24/7 Customer Support

Mon - Fri: 9:00 - 17:30

Online store always open

Dikukuhkan, Prof Su’un Resmi Jadi Guru Besar ke 56 UMI

Makassar, umi.ac.id – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof. Dr. Muh Su’un, M.Si, Ak resmi dikukuhkan sebagai guru besar ke 56 Universitas Musli Indonesia (UMI).

Pidato pengukuhan Akademisi Program Studi Akuntansi FEB UMI yang memiliki nama dan gelap lengkap Prof. Dr. Muh Su’un, M.Si, Ak, CA, ACPA, CPA. CSP, CTA, CSRS, CSRA, ASEAN CPA itu berlangsung di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI, Jalan Urip Sumohadjo, Makassar, Jumat (13/5/2021).

Prof Suun dikukuhkan oleh Rektor UMI Prof. Dr. Basri Modding,SE, M.Si dan Ketua Dewan Guru Besar UMI Prof. Dr. Mansyur Ramli, SE, M.Si dan disaksikan oleh kepala LLDikti Wilayah iX Drs, Andi Lukman, M.Si, dan pejabat pentingberbagai perguruan tinggi.

Dalm pidato guru besarmya, Prof Su’un mengangkat topik ‘Konstruksi Akuntansi Syariah Dalam Aktualisasi Pengelolaan Keuangan Syariah’. Prof Su’un menjelaskan, potensi pengelolaan industri keuangan Syariah secara global dan nasional yang tinggi, dibutuhkan suatu dasar praktik akuntansi keuangan berdasarkan ketentuan Islam.

Ketua Dewan Guru Besar UMI yang juga Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof Mansyur Ramli, mengatakan, menjadi seorang guru besar salah satunya adalah untuk semakin memperluas fungsi dan manfaat sebagai dosen di tengah masyarakat.

“Ini untuk memperluas fungsi dan manfaat, khususnya penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian. Menuntut Ilmu itu tidak boleh berhenti. Bahkan tidak boleh hanya disimpan di kepala, tapi dibagikan.” Jelasnya.

“Dalam dunia dengan kemajuan teknologi saat ini yang terjadi distrupsi, karena sangat dimungkinkan mahasiswa kita lebih tahu tentang informasi itu, dan kita sebagai guru besar bisa jadi belum tahu. Sehingga kita harus senantiasa mengupdate pengetahuan itu agar selalu tervalidasi,” sambungnya.

Sementara itu, Rektor UMI, Prof Basri Modding menjelaskan, menjadi guru besar di UMI memiliki tanggung jawab yang besar. Sebagai selain menjalankan tugas dan fungsinya sebagai professor, juga menanggung nama besar UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah yang terakreditasi Unggul.

Hari ini adalah momentum yang penting dengan dikukuhkannya guru besar yang sangat pakar di bidangnya. Guru Besar terlihat wujud penelitiannya dimanfaatkan oleh masyarakat. Mereka akan menghadirkan karya-karya yang briliant. Saya yakin beliau akan memberikan energi positif bagi UMI, khususnya FEB,” beber Guru Besar FEB UMI ini.

Sedangkan Andi Lukman, M.Si, Kepala LLDikti IX, berharap agar Prof Su’un mendorong teman sejawatnya yang telah berpangkat lektor kepala agar segera mengusulkan untuk menjadi guru besar.

“Guru Besar harus menjadi insan cendekia yang memberi kemanfaatan. Pencapaian Guru Besar merupakan capaian yang sangat baik. Semoga Prof Su’un memotivasi teman-teman dosen yang lain agar menyegerakan diri menggapai capaian tertinggi seorang dosen yakni Guru Besar,” katanya.

(HUMAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published.