Dua Alumni UMI Turut Mengawal RUU Ketenagalistrikan, Ketua Tim Komisi XII DPR RI: “Mereka Hebat dan Membanggakan”
Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah alumninya di tingkat nasional. Dalam Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagalistrikan Komisi XII DPR RI di Kampus UMI, Rabu (8/7/2026), dua alumni UMI tercatat sebagai bagian dari tim yang mengawal penyusunan salah satu regulasi strategis nasional di sektor energi.
Mereka adalah Andi Muzzakkir Aqil, alumni Fakultas Hukum UMI yang kini menjabat Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II sekaligus Ketua Ikatan Alumni (IKA) UMI Jabodetabek, serta Beniyanto Tamoreka, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Alumni Teknik Kimia FTI UMI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah.
Kehadiran kedua alumni tersebut dalam Panja RUU Ketenagalistrikan menjadi cerminan bahwa alumni UMI tidak hanya hadir sebagai profesional dan pemimpin di berbagai bidang, tetapi juga dipercaya mengemban amanah dalam proses pembentukan kebijakan yang akan memengaruhi masa depan ketahanan energi Indonesia.
Ketua Tim Panja RUU Ketenagalistrikan Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, secara khusus memperkenalkan sekaligus memberikan apresiasi kepada kedua alumni UMI tersebut di hadapan sivitas akademika.
“Dua alumni UMI ini hebat dan membanggakan. Mereka menjadi bagian penting dalam proses pembahasan RUU Ketenagalistrikan,” ungkap Sugeng.
Dalam suasana yang hangat, Sugeng juga menyampaikan apresiasinya terhadap Universitas Muslim Indonesia sebagai salah satu perguruan tinggi yang telah banyak melahirkan tokoh dan pemimpin di berbagai sektor.
“UMI ini luar biasa. Orang bisa hebat di mana-mana, tetapi rasanya belum lengkap kalau belum masuk UMI,” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Ia menegaskan bahwa kunjungan Komisi XII DPR RI ke UMI bukanlah agenda seremonial, melainkan awal dari kemitraan yang lebih erat antara parlemen dan perguruan tinggi dalam memperkuat kualitas kebijakan publik berbasis ilmu pengetahuan.
Menurut Sugeng, kegiatan serap aspirasi penyusunan RUU Ketenagalistrikan dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dan untuk wilayah Sulawesi Selatan, UMI dipilih sebagai mitra akademik dalam menghimpun berbagai masukan strategis.
“Ini kunjungan pertama, tetapi saya pastikan bukan yang terakhir,” tegasnya.
Ia bahkan mengajak seluruh sivitas akademika UMI untuk terus memberikan gagasan, kritik, dan rekomendasi ilmiah dalam berbagai isu strategis nasional.
“Silakan tawarkan apa pun pemikiran dari UMI. Komisi XII DPR RI siap menjadi mitra UMI dalam membahas berbagai persoalan strategis, khususnya di bidang energi, sumber daya mineral, dan lingkungan hidup,” katanya.
Bagi Universitas Muslim Indonesia, keberadaan dua alumni dalam pembahasan RUU Ketenagalistrikan memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar keterlibatan dalam proses legislasi. Hal tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga membentuk pemimpin yang dipercaya mengambil keputusan penting bagi bangsa dan negara.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan bahwa UMI selalu berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian, dan tanggung jawab kebangsaan.
Dalam sambutannya, Prof. Hambali menyampaikan selamat datang kepada seluruh anggota Komisi XII DPR RI dan menegaskan identitas UMI sebagai perguruan tinggi yang memadukan keunggulan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman.
“UMI meyakini bahwa ilmu akan kehilangan arah tanpa nilai, dan nilai akan kehilangan daya tanpa ilmu. Karena itulah, sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, UMI meneguhkan jati dirinya sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak, serta Kampus Peduli dan Berbagi,” ujar Rektor.
Momentum tersebut semakin menegaskan bahwa kontribusi Universitas Muslim Indonesia tidak berhenti pada proses pendidikan di ruang kelas. Melalui kiprah alumninya di parlemen serta kontribusi pemikiran sivitas akademika dalam penyusunan kebijakan publik, UMI terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memperkuat demokrasi, dan memberikan solusi bagi tantangan pembangunan nasional.
Dua alumni, satu amanah besar. Dari ruang kuliah UMI menuju ruang pengambilan keputusan nasional, mereka membuktikan bahwa ilmu yang dipadukan dengan integritas akan selalu menemukan jalannya untuk memberi manfaat bagi Indonesia.