Berita Monday, 13 July 2026

Simbol Toleransi: UMI Sambut Mahasiswa Non-Muslim Fakultas Farmasi

Mulyadi S. 37 dilihat 3 menit baca
Simbol Toleransi: UMI Sambut Mahasiswa Non-Muslim Fakultas Farmasi

MAKASSAR, umi.ac.id – Sebagai lembaga pendidikan dan dakwah terkemuka, Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan wajah Islam yang teduh, inklusif, dan penuh toleransi.

Hal ini ditegaskan dalam acara Studium Generale mahasiswa baru Angkatan 21 Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Farmasi UMI yang berlangsung di Auditorium Al Jibra Kampus 2 UMI, Senin (13/07/2026).

Di hadapan 200 mahasiswa baru yang 2 diantaranya beragama non-muslim, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH., menegaskan komitmen kuat universitas dalam menjaga toleransi antarumat beragama di lingkungan kampus.

Prof. Hambali Thalib menyatakan bahwa status UMI sebagai Perguruan Tinggi Islam tidak menjadi batasan bagi masyarakat non-muslim untuk menimba ilmu. Terbukti, pada angkatan baru kali ini, terdapat dua mahasiswa non-muslim yang turut bergabung dari total 200 mahasiswa baru Fakultas Farmasi.

“UMI tidak hanya menerima mahasiswa baru berlabel muslim tetapi juga non-muslim, hal ini terlihat dari dua di antara 200 yang berada di tengah-tengah kita sekarang. Ini menunjukkan UMI yang toleran, dan ini bukan yang pertama, tetapi sudah banyak non-muslim yang memilih UMI melanjutkan pendidikan, bahkan telah melahirkan banyak alumni,” tegasnya.

Ia juga meyakinkan seluruh mahasiswa agar bangga dengan pilihan mereka. "Anandaku semua tidak salah pilih karena UMI dan Prodi Profesi Apoteker Farmasi UMI telah terakreditasi Unggul," tambahnya.

Semangat inklusivitas ini berjalan beriringan dengan visi besar UMI menuju World Class University (WCU). Dalam pemaparannya, Rektor menjelaskan bahwa UMI terus berbenah menjadi lembaga pendidikan termasyhur berkelas dunia dengan menerapkan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di seluruh program studi.

Reputasi UMI sebagai kampus multikultural dan ramah keberagaman kian kokoh melalui jaringan kerja sama internasional yang kuat (bersama Malaysia, Jepang, Singapura, dan Timor Leste) serta statusnya sebagai kampus rujukan bagi mahasiswa asing asal Asia, Eropa, hingga Afrika, jelasnya.

Melalui pilar "Berilmu Amaliah, Beramal Ilmiah, Berakhlakul Karimah", UMI berkomitmen melahirkan SDM yang berdaya saing global tanpa kehilangan akar nilai kemanusiaan, sambungnya.

Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Farmasi UMI, Prof. apt. Aktsar Roskiana Ahmad, M.Farm., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru PSPA yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana farmasi yang sangat beragam.

Ia menambahkan bahwa tema kuliah perdana kali ini, “Empowering Future Pharmacists: Membangun Kompetensi Apoteker dalam Ekosistem Digital Health”, sengaja diangkat agar para apoteker masa depan UMI tanggap terhadap transformasi teknologi seperti rekam medis elektronik dan telepharmacy namun tetap teguh memegang etika profesi serta keselamatan pasien.

Acara ditutup dengan sebuah pesan filosofis yang mengakar di Fakultas Farmasi UMI: “Di balik setiap resep, ada tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas hidup manusia. Karena Farmasi UMI bukan hanya ruang belajar meracik ilmu, tapi juga menghadirkan harapan bagi masyarakat luas”.

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama