Pendidikan Tuesday, 14 July 2026

200 Maba Farmasi UMI Rancang Karier Apoteker Kelas Dunia, Prof. Hambali Thalib : UMI Cetak SDM Berdaya Saing Internasional

Mulyadi S. 13 dilihat 3 menit baca
200 Maba Farmasi UMI Rancang Karier Apoteker Kelas Dunia, Prof. Hambali Thalib : UMI Cetak SDM Berdaya Saing Internasional

MAKASSAR, umi.ac.id – Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Farmasi (FF) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Studium Generale di Auditorium Al Jibra Kampus 2 UMI pada hari Senin (13/07/2026).

Studium Generale yang diikuti oleh 200 mahasiswa baru Angkatan 21 ini mengusung tema “Empowering Future Pharmacists: Membangun Kompetensi Apoteker dalam Ekosistem Digital Health”.

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH.,MH. disaksikan Ketua Pengurus YW-UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA. didampingi Dekan Fakultas Farmasi UMI Prof. apt. Aktsar Roskiana Ahmad, M.Farm., Ph.D. beserta jajarannya.

Inklusivitas dan Toleransi: Rumah Belajar untuk Semua

Dalam sambutannya, Prof. Hambali Thalib menegaskan bahwa UMI adalah kampus yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Kehadiran mahasiswa non-muslim di tengah-tengah angkatan baru ini menjadi bukti nyata komitmen inklusivitas UMI.

"UMI tidak hanya menerima mahasiswa muslim, tetapi juga non-muslim. Ini menunjukkan UMI yang toleran, dan ini bukan yang pertama. Sudah banyak alumni non-muslim yang lahir dari rahim pendidikan UMI. Anandaku semua tidak salah pilih, karena UMI dan Prodi Profesi Apoteker Farmasi UMI telah terakreditasi Unggul," tegasnya.

Strategi Menuju World Class University (WCU)

Bertindak sebagai narasumber, Prof. Hambali Thalib memaparkan materi strategis mengenai "Potensi UMI Sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah Menuju World Class University (WCU)".

Ia menjelaskan bahwa UMI kini telah sejajar dengan perguruan tinggi internasional melalui penerapan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di seluruh program studi.

"WCU bagi UMI adalah cita-cita luhur untuk melahirkan SDM yang Berilmu Amaliah, Beramal Ilmiah, Berakhlakul Karimah, serta Berdaya Saing Internasional," paparnya.

Reputasi global UMI juga diperkuat oleh jalinan kerja sama internasional dengan berbagai negara terkemuka, seperti Malaysia, Jepang, Singapura, dan Timor Leste, serta keberhasilan UMI menjadi universitas rujukan bagi mahasiswa asing dari Asia, Eropa, hingga Afrika, sebutnya.

Siap Hadapi Era Digital Health

Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi UMI, Prof. apt. Aktsar Roskiana Ahmad, M.Farm., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan rasa bangga atas antusiasme tinggi dari para mahasiswa baru yang berasal dari latar belakang yang sangat beragam untuk melanjutkan studi di UMI.

Prof. Aktsar menekankan pentingnya adaptasi teknologi di dunia kesehatan saat ini. Menurutnya, transformasi digital seperti rekam medis elektronik, telepharmacy, hingga kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) menuntut apoteker masa depan untuk memiliki literasi digital yang kuat tanpa mengesampingkan etika profesi.

"Saya berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan, menumbuhkan semangat belajar, dan mempersiapkan saudara menjadi apoteker yang kompeten, adaptif, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan," harapnya.

Sebuah pesan mendalam disampaikan sebagai refleksi bagi para calon apoteker masa depan:

“Di balik setiap resep, ada tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas hidup manusia. Karena Farmasi UMI bukan hanya ruang belajar meracik ilmu, tapi juga menghadirkan harapan bagi masyarakat luas”, ucapnya.

(HUMAS)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama