TERKINI Semua berita →
Berita Tuesday, 16 June 2026

Prof. Hambali Thalib: Bahasa Adalah Jembatan Peradaban, Literasi Harus Menjadi Gerakan Bersama Menuju Indonesia Emas 2045

Mulyadi, S.Kom 28 views 3 menit baca
Prof. Hambali Thalib: Bahasa Adalah Jembatan Peradaban, Literasi Harus Menjadi Gerakan Bersama Menuju Indonesia Emas 2045

UMI dan Badan Bahasa Jajaki Kolaborasi Strategis, FSIKP UMI Diproyeksikan Menjadi Motor Penggerak Program Literasi dan UKBI


JAKARTA, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperluas jejaring strategis nasional melalui penjajakan kerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Bali, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Delegasi UMI dipimpin langsung oleh Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., M.Si., didampingi Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., serta Dekan Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) UMI, Dr. Nurjannah Abna.

Rombongan UMI diterima langsung oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., bersama Sekretaris Badan Bahasa, Dr. Ganjar Harimansyah, S.S., M.Hum., beserta jajaran. Turut hadir Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machsum, yang selama ini aktif mendampingi berbagai program pengembangan bahasa dan literasi di Sulawesi Selatan.

Audiensi yang berlangsung hangat dan produktif tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi strategis yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, mulai dari penguatan kompetensi kebahasaan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), peningkatan budaya literasi membaca dan menulis, pelatihan kebahasaan, hingga pengembangan berbagai program yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Mansyur Ramly, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan kemajuan peradaban bangsa.

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan memahami, mengolah, dan memanfaatkan pengetahuan untuk menghasilkan perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, penguatan literasi harus menjadi agenda bersama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyambut baik inisiatif UMI untuk membangun kemitraan yang lebih erat dengan Badan Bahasa. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung program pengembangan, pembinaan, dan pemartabatan bahasa Indonesia sekaligus meningkatkan budaya literasi masyarakat.

“Perguruan tinggi merupakan mitra penting dalam memperkuat ekosistem kebahasaan dan literasi nasional. Kami menyambut baik semangat kolaborasi yang dibangun UMI dan berharap berbagai program yang dirancang dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) UMI mendapat perhatian khusus sebagai unit yang memiliki kedekatan langsung dengan bidang bahasa, sastra, komunikasi, pendidikan, dan pengembangan literasi. Karena itu, FSIKP diproyeksikan menjadi motor penggerak berbagai program kolaboratif yang akan dikembangkan bersama Badan Bahasa.

Dekan FSIKP UMI, Dr. Nurjannah Abna, menyampaikan kesiapan fakultas yang dipimpinnya untuk mengambil peran strategis dalam implementasi berbagai program kerja sama tersebut.

“FSIKP memiliki sumber daya akademik yang relevan untuk mendukung penguatan budaya literasi, peningkatan kompetensi kebahasaan, pelaksanaan UKBI, hingga program pemberdayaan masyarakat berbasis bahasa dan pendidikan. Kami siap menjadi penghubung antara gagasan strategis dan implementasi nyata di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menegaskan bahwa penguatan bahasa dan literasi merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas peradaban suatu bangsa.

“Bahasa adalah jembatan peradaban. Literasi harus menjadi gerakan bersama menuju Indonesia Emas 2045. Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju teknologinya, tetapi bangsa yang masyarakatnya gemar membaca, mampu berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi kemanusiaan,” tegasnya.

Menurut Prof. Hambali, kolaborasi antara UMI dan Badan Bahasa memiliki nilai strategis, terutama dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kompetensi kebahasaan sivitas akademika, serta memperluas gerakan literasi di kawasan Indonesia Timur.

Ia menambahkan bahwa UMI berkomitmen menjadikan literasi sebagai bagian penting dari transformasi perguruan tinggi yang sedang dijalankan, sejalan dengan visi UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, serta Kampus Bereputasi dan Berdampak.

“Literasi adalah fondasi kemajuan. Karena itu, UMI siap mengambil peran lebih besar dalam membangun masyarakat yang literat, berkarakter, dan berdaya saing. Kami meyakini bahwa penguatan bahasa, budaya membaca, dan kemampuan berpikir kritis merupakan modal penting dalam menghadapi tantangan global di masa depan,” ungkapnya.

Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama melalui program-program konkret yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan bahasa Indonesia, peningkatan budaya literasi, pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), serta penguatan kapasitas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan masyarakat secara luas.

Melalui kolaborasi ini, UMI berharap lahir berbagai inovasi dan program strategis yang tidak hanya memperkuat mutu pendidikan tinggi, tetapi juga memperluas gerakan literasi nasional sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Dalam implementasinya, Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) UMI diproyeksikan menjadi motor penggerak berbagai program kolaboratif yang menjembatani penguatan bahasa, literasi, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Indonesia Timur.

Bagi UMI, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi fondasi peradaban, pintu kemajuan ilmu pengetahuan, dan kekuatan yang membentuk generasi yang berpikir kritis, berkarakter, serta mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri keindonesiaan dan nilai-nilai keislaman.

Karena itulah UMI akan terus mengambil peran aktif dalam memperkuat budaya literasi, memartabatkan bahasa Indonesia, serta menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

UMI adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak, serta Kampus Peduli dan Berbagi.

(HUMAS)

Tags: FSIKP
Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama