Konsisten Perkuat Mutu, UMI Raih detikTimur Awards 2026; Transformasi Digital Jadi Penguat Tata Kelola
Jakarta, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) meraih penghargaan “Perguruan Tinggi Berprestasi dalam Penguatan Mutu Pendidikan” pada ajang detikTimur Awards 2026, Jumat (7/8/2026) malam di Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi UMI dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan, sekaligus menjadi apresiasi terhadap ikhtiar institusi dalam memperkuat tata kelola, kualitas akademik, sumber daya manusia, riset, hingga layanan pendidikan.
Penghargaan diterima langsung oleh Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. Dalam pemberitaan detikcom, salah satu indikator utama yang mengantarkan UMI memperoleh penghargaan tersebut adalah keberhasilan mempertahankan Akreditasi Institusi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Predikat Unggul pertama kali diperoleh UMI pada 2021 dan berhasil dipertahankan melalui Pemantauan dan Evaluasi Peringkat Akreditasi (PEPA) BAN-PT pada 2023, dengan masa berlaku hingga 2028.
Capaian tersebut menempatkan UMI sebagai perguruan tinggi swasta pertama di luar Pulau Jawa yang berhasil mempertahankan Akreditasi Institusi Unggul. Penguatan mutu juga tercermin dari pengelolaan 71 program studi yang terus dikembangkan melalui sistem penjaminan mutu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kurikulum dan layanan akademik.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, menegaskan bahwa penghargaan ini tidak dipandang sebagai titik akhir, tetapi sebagai pengingat agar seluruh sivitas akademika terus menjaga kepercayaan masyarakat.
“Penghargaan ini adalah apresiasi terhadap kerja bersama. Yang paling penting bukan pialanya, tetapi bagaimana mutu benar-benar dirasakan mahasiswa, orang tua, alumni, mitra, dan masyarakat. UMI ingin tumbuh bukan hanya dalam reputasi, tetapi juga dalam manfaat,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu penguatan yang kini dilakukan UMI adalah transformasi tata kelola berbasis digital melalui pengembangan KALAM, Cyber Campus, Executive AI Dashboard, dan UMI Connection.
BACA JUGA:
Kampus Berprestasi dan Menginspirasi, UMI Borong Tiga Penghargaan Nasional di Peduli Indonesia Award 2026
#8 UMIConnection - Titipan Masa Depan: Ijazah adalah tanda kelulusan, Namun kepercayaan masyarakat adalah ujian yang sesungguhnya
Transformasi tersebut bukan ditempatkan sebagai klaim tunggal atas penghargaan, melainkan sebagai bagian dari upaya UMI memperkuat layanan akademik, administrasi, integrasi data, dan pengambilan keputusan berbasis informasi yang semakin cepat dan akurat.
Dari Data yang Tersebar Menuju Satu Ekosistem
Selama ini, perguruan tinggi besar menghadapi tantangan yang sama: data berada di banyak unit, aplikasi berkembang sesuai kebutuhan masing-masing, sementara pimpinan membutuhkan informasi yang cepat dan konsisten untuk mengambil keputusan.
UMI merespons tantangan tersebut melalui UMI Connection, sebuah arsitektur transformasi digital yang diarahkan untuk mengintegrasikan layanan universitas dalam prinsip Satu Akses, Satu Data, Satu Proses, dan Satu Dashboard Pimpinan.
Melalui ekosistem ini, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan mitra secara bertahap akan terhubung melalui identitas digital yang terintegrasi. Data akademik, SDM, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, alumni, keuangan, aset, serta unit-unit strategis diarahkan berada dalam tata kelola yang semakin terpadu.
Prof. Hambali menegaskan bahwa transformasi digital UMI tidak berhenti pada pembangunan aplikasi.
“Teknologi bukan tujuan. Tujuannya adalah pelayanan yang lebih cepat, proses yang lebih sederhana, data yang lebih dapat dipercaya, dan keputusan yang lebih tepat. UMI Connection kita siapkan sebagai fondasi menuju Smart Islamic AI-Driven University,” jelasnya.
Pengembangannya juga diarahkan untuk diperkuat melalui infrastruktur digital seperti Data Center, Network Operation Center (NOC), Security Operation Center (SOC), laboratorium kecerdasan buatan, Digital Command Center, serta penguatan keamanan siber dan sistem pencadangan data.
Mutu Dijaga Setiap Hari, Bukan Menjelang Akreditasi
Di sisi akademik, UMI terus memperkuat Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Audit Mutu Internal (AMI) sebagai instrumen evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Prinsip yang dibangun sederhana: akreditasi tidak seharusnya menjadi pekerjaan mendadak menjelang asesmen, melainkan menjadi hasil alami dari tata kelola harian yang tertib, data yang diperbarui secara konsisten, dan kinerja yang terukur.
UMI juga menerapkan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) yang menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai orientasi utama. Implementasinya diperkuat melalui pembelajaran berbasis proyek, praktik, program Kampus Berdampak, serta keterhubungan yang semakin kuat dengan dunia usaha, dunia industri, profesi, dan masyarakat.
Mutu yang Terlihat dari Manusia dan Dampaknya
Penguatan mutu pendidikan di UMI juga ditopang oleh sumber daya manusia yang besar. Saat ini UMI memiliki 1.035 dosen, termasuk 117 guru besar, serta 175 dosen yang sedang menempuh pendidikan doktor.
UMI melayani 26.056 mahasiswa aktif dan telah melahirkan 142.995 alumni yang berkiprah di berbagai bidang.
Sepanjang 2025, mahasiswa UMI mencatat 566 prestasi di berbagai bidang. Sementara hasil tracer study menunjukkan 84,99 persen alumni memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bidang keilmuannya, dengan masa tunggu rata-rata 3,54 bulan.
Angka-angka tersebut menjadi penting karena mutu perguruan tinggi pada akhirnya tidak hanya terlihat dari dokumen, tetapi dari perubahan nyata pada manusia: mahasiswa yang tumbuh kompetensinya, dosen yang menghasilkan pengetahuan, alumni yang memberi manfaat, dan masyarakat yang merasakan dampaknya.
Riset yang Terus Bertumbuh
Di bidang penelitian dan publikasi ilmiah, UMI mencatat capaian 54 hibah BIMA senilai Rp7,6 miliar, didukung oleh 1.457 publikasi terindeks Scopus, 7.776 sitasi, pengelolaan 39 jurnal terakreditasi SINTA, serta satu jurnal terindeks Scopus.
Penguatan tersebut menjadi bagian dari komitmen UMI agar penelitian tidak hanya berakhir pada publikasi, tetapi berkembang menjadi inovasi, solusi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Mutu yang Berakar pada Karakter Ke-UMI-an
Seluruh transformasi tersebut tetap ditempatkan dalam identitas UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak.
Sesuai Statuta UMI 2024, Catur Dharma UMI terdiri atas: (1) Pendidikan dan Pengajaran, (2) Penelitian, (3) Pengabdian kepada Masyarakat, serta (4) Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter.
Dengan demikian, modernisasi tata kelola dan pemanfaatan kecerdasan buatan tidak diarahkan untuk mengurangi nilai kemanusiaan dan spiritualitas, tetapi justru memperkuat amanah, integritas, pelayanan, dan karakter.
Prof. Hambali menegaskan, UMI akan terus menjadikan penghargaan ini sebagai energi untuk memperkuat kepercayaan publik.
“Kita ingin UMI menjadi kampus yang semakin modern tanpa kehilangan jati diri, semakin cepat tanpa kehilangan ketelitian, semakin cerdas secara teknologi tanpa kehilangan kecerdasan moral. Karena pada akhirnya, mutu terbaik adalah ketika masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran universitas,” tutupnya.
Penghargaan detikTimur Awards 2026 menjadi satu penanda dari perjalanan panjang tersebut. Bukan semata tentang pengakuan, tetapi tentang konsistensi menjaga mutu, keberanian melakukan transformasi, dan kesungguhan UMI menyiapkan generasi yang unggul, berintegritas, adaptif, serta siap memberi dampak bagi Indonesia Timur, Indonesia, dan dunia.























































































































