Makassar, umi.ac.id — Program Studi Pendidikan Profesi Akuntan (PPAk) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menjalani Asesmen Lapangan oleh Tim Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) sebagai bagian dari proses akreditasi program studi.
Kegiatan asesmen lapangan ini menghadirkan dua asesor, yakni Prof. Dr. Wuryan Andayani, CA., M.Si. dari Universitas Brawijaya dan Dr. Laeli Budarti, M.Si., Ak. dari Universitas Jenderal Soedirman. Asesmen berlangsung selama dua hari dengan agenda utama melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap dokumen yang telah disampaikan, baik dalam Dokumen Evaluasi Diri maupun Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS/DDAD).
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UMI, Prof. Dr. Ir. Dirgahayu A. Lantara, ST., MT., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menegaskan pentingnya integritas dalam keseluruhan proses akreditasi. Menurutnya, akreditasi bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi harus mencerminkan kondisi nyata yang ada di lapangan.
“Komitmen utama kita adalah memastikan bahwa apa yang tertuang dalam borang akreditasi benar-benar mencerminkan kondisi sebenarnya. Hal ini sejalan dengan prinsip budaya lokal Bugis-Makassar: Taro Ada Taro Gau, yakni apa yang diucapkan harus sejalan dengan apa yang dikerjakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang, UMI saat ini memiliki 13 fakultas dan program pascasarjana, termasuk Program Profesi Akuntan, dengan total 67 program studi. Karena itu, setiap proses akreditasi harus dipersiapkan secara optimal sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Sementara itu, tim asesor menyampaikan bahwa kehadiran mereka tidak semata-mata untuk melakukan penilaian, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi akademik sekaligus forum konfirmasi terhadap data dan dokumen yang telah dilaporkan oleh program studi.
“Selama dua hari ini, kami melakukan klarifikasi terhadap dokumen yang ada. Tujuan utamanya adalah mendorong program studi agar semakin berdaya saing di tingkat nasional,” ujar Prof. Dr. Wuryan Andayani.
Tim asesor juga menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan di tengah tuntutan standar pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Salah satu perhatian utama adalah penguatan aspek digitalisasi, termasuk dalam pemetaan kurikulum, pengelolaan pembelajaran, hingga implementasi Outcome-Based Education (OBE) sebagai pendekatan yang berorientasi pada capaian lulusan.
Dekan FEB UMI, Dr. Muhammad A. Syafi’i A. Basalamah, SE., MM., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tim asesor. Ia menilai asesmen lapangan ini menjadi momentum penting untuk melihat capaian sekaligus melakukan evaluasi demi pengembangan program studi ke depan.
“Kehadiran para asesor merupakan kehormatan bagi kami sekaligus menjadi momentum evaluasi untuk pengembangan berkelanjutan, khususnya dalam upaya menghasilkan lulusan yang berkualitas, profesional, dan kompetitif,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Program Studi Pendidikan Profesi Akuntan FEB UMI sebelumnya telah meraih akreditasi B. Melalui asesmen lapangan ini, program studi menargetkan peningkatan capaian akreditasi sejalan dengan komitmen institusi dalam menjaga, memperkuat, dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi. (*)
