APPERTI Sulsel Matangkan Persiapan Seminar Nasional, Hadirkan Menteri RI dan Tokoh Nasional Perkuat Tata Kelola PTS
MAKASSAR, umi.ac.id – Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan (APPERTI Sulsel) mematangkan persiapan penyelenggaraan Seminar Nasional berskala besar yang dijadwalkan berlangsung di Auditorium Al Jibra Kampus 2 Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada Selasa, 23 Juni 2026 mendatang.
Seminar ini akan mengangkat tema, yakni "Penguatan Tata Kelola Kelembagaan Yayasan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta".
Guna memastikan kelancaran acara, Panitia Pelaksana menggelar rapat koordinasi dan pemantapan final di Aula Yayasan Wakaf UMI, Lantai 7 Menara UMI, Sabtu (20/06/2026). Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua APPERTI Sulsel, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Panitia Prof. Ir. H. Lambang Basri Said, MT., Ph.D.; Rektor Unanda Palopo Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Sc.; Direktur PPs UHM Prof. Dr. Mashur Razak, SE., MM.; Pengurus Yayasan Unimerz Prof. Dr. Dra. Hj. Mislia, M.Pd.; Wakil Rektor IV UMI Dr. KH. M. Ishaq Shamad, MA.; Sekretaris Pengurus YW-UMI Dr. H. Abdul Halim, SH., MH.; Dekan FSIKP UMI Dr. Hj. Nurjannah Abna, SS., M.Pd.; Wadir I PPs UMI Prof. Dr. Ir. Andi Tamsil, M.Si., beserta seluruh panitia pelaksana.
Dalam arahannya, Ketua APPERTI Sulsel, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA., menegaskan bahwa seminar nasional ini menjadi momentum penting bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk menyuarakan hak-hak konstitusionalnya dalam ekosistem pendidikan nasional.
Ia menyoroti tantangan berat yang dihadapi PTS saat ini, khususnya terkait ketimpangan regulasi penerimaan mahasiswa baru antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan PTS.
“Saat ini PTS semakin tertekan dalam penerimaan mahasiswa baru. Setelah kami telaah, PTS cenderung hanya menjadi penonton karena calon mahasiswa lebih banyak terserap ke PTN. Regulasi saat ini memungkinkan PTN memiliki hingga enam jalur penerimaan—mulai dari jalur prestasi, tes, mandiri, hingga berbagai variasi lainnya. Hampir seluruh ruang penerimaan mahasiswa tersedot ke PTN,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua Pengurus YW-UMI ini menegaskan komitmen APPERTI Sulsel untuk memperjuangkan keadilan bagi PTS.
Melalui seminar ini, pihaknya mendesak pemerintah agar meninjau ulang dan mengurangi jumlah jalur penerimaan di PTN. Langkah tersebut dinilai esensial guna memberikan ruang hidup, kesempatan berkembang, serta menciptakan sinergi yang sehat antara PTN dan PTS demi mutu pendidikan nasional yang merata, urainya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Prof. Ir. H. Lambang Basri Said, MT., Ph.D., menjelaskan bahwa Seminar Nasional ini diinisiasi dengan empat tujuan utama:
1. Analisis Kebijakan Makro: Menganalisis arah kebijakan makro pemerintah dalam peningkatan mutu tata kelola pendidikan tinggi.
2. Pemetaan Legalitas: Memetakan aspek legalitas dan perlindungan hukum dalam pengelolaan institusi kampus.
3. Sinergi Pembangunan Desa: Menyelaraskan peran perguruan tinggi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
4. Implementasi Penjaminan Mutu: Mendorong implementasi penjaminan mutu dan tata kelola yang sehat (Good University Governance) di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX.
Hadirkan Pembicara Tingkat Nasional
Seminar ini direncanakan menggunakan format Sesi Panel Terbuka, di mana seluruh narasumber utama akan berada di atas panggung secara bersamaan untuk memaparkan materi secara paralel yang dipandu oleh Moderator, lalu dilanjutkan dengan diskusi interaktif.
Para narasumber kompeten yang dijadwalkan hadir meliputi:
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI (Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.) – Topik: Arah Kebijakan Makro dan Penyusunan Strategi Tata Kelola Perguruan Tinggi Era Baru.
- Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kementerian Hukum RI (Dr. Widodo, S.H., M.H.) – Topik: Aspek Legalitas, Harmonisasi Regulasi, dan Perlindungan Hukum dalam Penyelenggaraan Kampus.
- Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI (Ir. H. Ahmad Riza Patria) – Topik: Sinergi Perguruan Tinggi dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat.
- Ketua Umum Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI) Pusat (Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., M.Si.) – Topik: Peran Asosiasi dalam Mendorong Tata Kelola PTS yang Sehat, Akuntabel, dan Berkelanjutan.
- Kepala LLDIKTI Wilayah IX (Sultanbatara) (Dr. Andi Lukman, M.Si.) – Topik: Pengawasan, Pengendalian, dan Pembinaan Mutu PT dalam Implementasi Good University Governance di Wilayah Sultanbatara.
Acara prestisius yang berlangsung dari pukul 13.30 hingga 15.30 WITA ini ditargetkan akan dihadiri oleh sedikitnya 200 peserta undangan yang terdiri dari Pimpinan PTN/PTS, Pengurus Yayasan Penyelenggara, dosen, pengamat pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan tinggi di Wilayah Sulawesi, ungkapnya.
(HUMAS)