Perkuat SDM Aparat Penegak Hukum, UMI Hadirkan Program RPL dan Pascasarjana di Kejati Sultra
Kendari, umi.ac.id – Tim Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) melakukan kunjungan dan sosialisasi pendidikan tinggi ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara, Kamis (18/6).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya UMI memperluas akses pendidikan tinggi bagi para profesional, aparatur penegak hukum, serta calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi melalui berbagai skema pendidikan yang fleksibel dan berkualitas.
Tim PMB UMI yang hadir terdiri atas Asisten Direktur IV Program Pascasarjana UMI, Prof. Dr. Zainuddin, S.Ag., S.H., M.H., Ketua Bagian Hukum Pidana Fakultas Hukum UMI, Dr. H. Azwad Rachmat Hambali, S.H., M.H., Ketua Bagian Hukum dan Masyarakat Fakultas Hukum UMI, Dr. Asriati, S.H., M.H., serta Koordinator Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) UMI, Muh. Zulkifli Muhdar, S.H., M.H.
Rombongan diterima langsung oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Dr. Darmukit, S.H., M.H., bersama jajaran pejabat dan pegawai Kejati Sultra.
Dalam sambutannya, Dr. Darmukit menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan UMI atas kunjungan dan sosialisasi yang dilaksanakan di lingkungan Kejati Sulawesi Tenggara.
Menurutnya, UMI bukan institusi yang asing bagi keluarga besar Kejati Sultra karena banyak alumni UMI, khususnya Fakultas Hukum, yang telah berkarier dan menunjukkan prestasi yang membanggakan di lingkungan kejaksaan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan UMI yang telah berkenan hadir dan memberikan sosialisasi kepada keluarga besar Kejati Sultra. Banyak alumni Fakultas Hukum UMI yang saat ini mengabdi di lingkungan kejaksaan dan menunjukkan kinerja yang sangat baik,” ujarnya.
Ia juga mendorong para jaksa maupun calon jaksa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi diri.
“Pendidikan memiliki peran penting dalam pengembangan karier. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang dimiliki, maka akan semakin terbuka peluang pengembangan kompetensi dan jabatan,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Pembinaan Kejati Sultra, Dr. Zulkarnain, S.H., M.H., menilai program pendidikan yang ditawarkan UMI menjadi peluang yang sangat baik bagi para aparatur kejaksaan yang ingin melanjutkan studi tanpa mengganggu tugas dan tanggung jawab pekerjaan.
“Program yang ditawarkan UMI sangat relevan bagi para jaksa dan calon jaksa karena proses pembelajarannya fleksibel melalui sistem hybrid. Kami juga tidak meragukan kualitas UMI, khususnya Fakultas Hukum yang telah melahirkan banyak alumni berkualitas dan berkiprah di berbagai bidang,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Koordinator RPL UMI, Muh. Zulkifli Muhdar, S.H., M.H., yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Promosi PMB UMI, memperkenalkan berbagai program unggulan UMI, khususnya Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Menurutnya, hubungan antara UMI dan institusi kejaksaan telah terjalin sejak lama melalui kontribusi para alumni yang saat ini tersebar di berbagai daerah dan institusi penegak hukum.
“Kami merasa seperti berada di rumah sendiri karena begitu banyak alumni Fakultas Hukum UMI yang saat ini mengabdi sebagai jaksa maupun pegawai di lingkungan kejaksaan. Kehadiran kami merupakan bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi para profesional melalui Program RPL,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa Program RPL memberikan kesempatan kepada masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja atau pengalaman belajar sebelumnya untuk memperoleh pengakuan akademik sehingga masa studi dapat ditempuh secara lebih efektif tanpa mengurangi kualitas pendidikan.
“Melalui Program RPL, peserta dapat melanjutkan pendidikan untuk memperoleh gelar sarjana maupun magister dengan masa studi yang lebih efisien sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Asisten Direktur IV Pascasarjana UMI, Prof. Dr. Zainuddin, S.Ag., S.H., M.H., dalam paparannya menjelaskan bahwa UMI memiliki berbagai program studi unggulan mulai jenjang sarjana hingga doktoral yang didukung oleh kualitas akademik dan akreditasi yang kompetitif.
Ia menegaskan bahwa Program Studi Ilmu Hukum UMI dari jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3) telah meraih Akreditasi Unggul, sehingga sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi aparatur penegak hukum.
“Khusus Program Studi Hukum di UMI, mulai dari S1, S2 hingga S3 telah memperoleh Akreditasi Unggul. Hal ini menjadi salah satu bentuk komitmen UMI dalam menjaga mutu pendidikan tinggi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan profesi, termasuk di lingkungan kejaksaan,” ujarnya.
Selain Program RPL, UMI juga menawarkan program reguler dan program eksekutif pada berbagai jenjang pendidikan dengan pilihan sistem pembelajaran luring, daring, maupun hybrid yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, UMI berharap dapat semakin memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi aparatur kejaksaan untuk meningkatkan kompetensi akademik dan profesional melalui pendidikan tinggi yang berkualitas.
UMI adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak. (*)