TERKINI Semua berita →
Riset & Inovasi Sunday, 21 June 2026

Penelitian Dosen FTI UMI Kembangkan Pemanfaatan Terpadu Limbah Bunga Cananga untuk Produk Ramah Lingkungan Bernilai Tinggi

Gunawan. S 114 views 3 menit baca
Penelitian Dosen FTI UMI Kembangkan Pemanfaatan Terpadu Limbah Bunga Cananga untuk Produk Ramah Lingkungan Bernilai Tinggi

Makassar, umi.ac.id Inovasi dalam pemanfaatan sumber daya hayati berkelanjutan kembali ditunjukkan oleh dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ir. Mustafiah, S.T., M.T., IPM., melalui penelitian mengenai pemanfaatan terpadu bunga Cananga odorata (kenanga) berbasis teknologi ramah lingkungan.

Penelitian ini mengusung konsep ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan pemanfaatan bunga kenanga melalui proses ekstraksi minyak atsiri menggunakan teknologi Microwave-Assisted Extraction (MAE) atau ekstraksi berbantuan gelombang mikro. Teknologi tersebut dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan metode ekstraksi konvensional karena mampu mengurangi penggunaan energi dan waktu proses.

Dalam penelitian tersebut, optimasi proses dilakukan menggunakan pendekatan Response Surface Methodology (RSM) dengan desain Face-Centered Central Composite Design (FCCD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal ekstraksi diperoleh pada daya microwave 450 watt, ukuran bahan 0,4 cm, dan waktu ekstraksi 130 menit. Pada kondisi tersebut berhasil diperoleh rendemen minyak atsiri sebesar 1,34 persen.

Selain menghasilkan minyak atsiri, penelitian ini juga berfokus pada pemanfaatan biomassa sisa ekstraksi agar tidak menjadi limbah. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari residu bunga kenanga memiliki kemampuan sebagai inhibitor korosi yang cukup tinggi terhadap aluminium 6061 dalam larutan asam klorida 0,5 M dengan efisiensi mencapai 78,6 persen. Kemampuan ini diduga berasal dari kandungan senyawa polifenol yang masih tersisa pada biomassa setelah proses ekstraksi.

Lebih lanjut, residu hasil ekstraksi juga diproses melalui pirolisis untuk menghasilkan biochar berkualitas tinggi. Biochar yang dihasilkan memiliki luas permukaan mencapai 322,4 m²/g dan menunjukkan kemampuan yang sangat baik sebagai penyerap gelombang mikro dengan nilai kerugian pantulan minimum mencapai -28,5 dB pada frekuensi 11,3 GHz. Karakteristik tersebut membuka peluang pemanfaatan biochar dalam berbagai aplikasi teknologi dan material fungsional.

Menurut Ir. Mustafiah, penelitian ini menunjukkan bahwa limbah biomassa tidak harus berakhir sebagai sampah, melainkan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah yang mendukung prinsip keberlanjutan dan ekonomi hijau.

“Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan minyak atsiri sebagai produk utama, tetapi juga memanfaatkan seluruh residu menjadi produk yang bermanfaat, mulai dari inhibitor korosi hingga biochar multifungsi. Dengan demikian, limbah dapat diminimalkan dan nilai ekonominya meningkat,” ujarnya, saat dihubungi (21/6).

Penelitian ini juga mengintegrasikan kerangka Group Decision Support System (GDSS) untuk mendukung pengambilan keputusan secara kolaboratif dalam penerapan teknologi hijau. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan bioproses berkelanjutan yang dapat diterapkan pada berbagai jenis biomassa lainnya.

Melalui inovasi ini, Universitas Muslim Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan teknologi hijau, pemanfaatan limbah berbasis ekonomi sirkular, serta kontribusi nyata terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui riset yang berdampak bagi industri dan lingkungan.

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama