Evaluasi Pembukaan Doktor Teknik Sipil, Wujud Komitmen UMI Hadirkan Pendidikan Berkualitas
Makassar, umi.ac.id - Direktorat Kelembagaan Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek RI menurunkan tim Evaluasi Lapangan terkait Pembukaan Program Studi Doktor Teknik Sipil. Tim ini terdiri dari dua delegasi dari direktorat kelembagaan Dikti Osvaldo Sativa Amastha dan Dwi Rosmalasari.
Juga hadir untuk melakukan evaluasi yakni asesor dari lembaga Akreditasi Mandiri (LAM-TEK) yakni Prof. Dr. Ir. Muhammad Mukhlisin, M.T dan Prof. Ir. A. Harits Nu'man, M.T., Ph.D., IPM.
Evaluasi lapangan pembukaan program studi Doktor Tekik Sipil Program Pascasarjana UMI ini dibuka langsung oleh Rektor UMI Prof. Dr. H, Hambali Thalib, SH, MH di aula PJJ PPS UM, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis (18/6/20260.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M.Si, pimpinan Yayasan Wakaf UMI, Rektorat, Pejabat teras PPS UMI, hingga pengelola UPPS.
Direktur PPS UMI Prof. Dr. H. Laode Husen, S.Hum, M.H, mengungkapkan, Program Doktor Teknik Sipil dirancang sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, sekaligus pusat lahirnya berbagai solusi pembangunan nasional dan daerah.
“Program ini disiapkan untuk menjawab berbagai tantangan masa depan, antara lain pembangunan infrastruktur berkelanjutan, mitigasi bencana dan perubahan iklim, rekayasa transportasi modern, infrastruktur hijau dan ramah lingkungan, serta teknologi konstruksi berbasis digital dan kecerdasan buatan,” jelasnya.
Senada Rektor UMI Prof. Dr. H hambali Thalib, SH, MH, menegaskan, UMI telah menyiapkan berbagai perangkat pendukung, mulai dari dosen berkualifikasi doktor dan guru besar, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sarana dan prasarana yang memadai, jaringan kerja sama nasional dan internasional, hingga sistem penjaminan mutu internal yang berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya hadir untuk kepentingan internal Universitas Muslim Indonesia. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi wadah lahirnya akademisi unggul, peneliti inovatif, konsultan dan praktisi profesional, serta pemimpin pembangunan infrastruktur yang berintegritas,” tuturnya.
Sementara, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A, menekankan bahwa pembukaan Program Doktor Teknik Sipil bukan semata-mata untuk kepentingan internal UMI.
“Lebih dari itu, program ini merupakan bagian dari ikhtiar dan kontribusi nyata dalam mewujudkan cita-cita nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan tinggi yang berkualitas,” jelas Prof Mantan Rektor UMI Masa Amanah 2010-2018 tersebut.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman, menegaskan, jika pengembangan pendidikan tinggi harus tercermin dalam kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan dan pengajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Seluruh aspek tersebut harus menunjukkan bahwa perguruan tinggi semakin unggul, inovatif, dan berdaya saing.
“Program doktor harus mampu menghasilkan berbagai solusi atas persoalan yang dihadapi bangsa melalui penelitian dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional,” bebernya.
Prof Nu’man, mewakili Tim Evaluator, menggambarkan, proses evaluasi lapangan bertujuan untuk memastikan kesiapan institusi dalam menyelenggarakan Program Studi Doktor Teknik Sipil, baik dari aspek sumber daya manusia, kurikulum, sarana dan prasarana, tata kelola, penjaminan mutu, maupun dukungan terhadap pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Evaluasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan program studi serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan terkait usulan pembukaan Program Doktor Teknik Sipil di Pascasarjana UMI,” tutupnya.