Pentingnya Menjadikan Al-Qur'an dan Hadis sebagai Sumber Inspirasi dalam Melakukan Penelitian
Refleksi Milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia
Milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia bukan sekadar peringatan bertambahnya usia sebuah institusi pendidikan tinggi, tetapi juga momentum refleksi untuk meneguhkan kembali jati diri UMI sebagai perguruan tinggi Islam yang memadukan keunggulan akademik dengan nilai-nilai keislaman. Di tengah derasnya arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, UMI memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat tetap berakar pada nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.
Dalam konteks penelitian, sudah saatnya para peneliti UMI berkomitmen menjadikan Al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber inspirasi utama dalam menggali, mengembangkan, dan menerapkan ilmu pengetahuan. Komitmen ini bukan berarti membatasi ruang penelitian hanya pada kajian keagamaan, tetapi menjadikan wahyu sebagai landasan filosofis, etis, dan inspiratif dalam menemukan solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa.
Allah SWT berfirman:"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulul Albab."(QS. Ali Imran: 190), Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk melakukan observasi, pengkajian, penelitian, dan perenungan terhadap fenomena alam. Bahkan karakter Ulul Albab yang menjadi cita-cita insan akademik adalah mereka yang mampu mengintegrasikan dzikir, fikir, dan amal dalam kehidupannya. Dengan demikian, penelitian dalam Islam bukan hanya aktivitas akademik, tetapi juga bagian dari ibadah dan upaya memahami tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.
Penelitian dalam bidang ilmu pertanian misalnya, Allah SWT: berfirman "Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya."(QS. Abasa: 24). Ayat sederhana ini telah menginspirasi lahirnya berbagai kajian tentang pertanian, pangan, gizi, kesehatan, teknologi pascapanen, dan ketahanan pangan. Bagi peneliti di bidang pertanian, ayat tersebut merupakan panggilan untuk terus mengembangkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan sistem pangan demi kesejahteraan masyarakat.
Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya ilmu yang memberikan manfaat bagi umat: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."Hadis ini mengandung pesan bahwa keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah, indeks sitasi, atau reputasi akademik, tetapi juga dari sejauh mana hasil penelitian mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, paradigma penelitian di lingkungan UMI perlu terus bergerak dari sekadar menghasilkan publikasi menuju hilirisasi riset, inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam bidang ilmu perikanan dan kelautan misalnya, juga terdapat banyak ayat Al-Qur'an yang dapat menjadi sumber inspirasi penelitian di bidang perikanan, kelautan, akuakultur, bioteknologi perairan, konservasi sumber daya laut, dan ketahanan pangan berbasis perikanan. Allah SWT. Berfirman "Dan Dialah Allah yang menundukkan lautan untukmu agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar (ikan) dan kamu mengeluarkan darinya perhiasan yang kamu pakai..."(QS. Al-Qur'an 16:14). Ayat tersebut memang tidak menjelaskan teknologi secara langsung, tetapi memberikan petunjuk dan inspirasi untuk mengkaji potensi laut sebagai karunia Allah SWT. Bagaimana menjadikan laut sebagai Objek Kajian Sains dapat dilihat pada Firman Allah "Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya sebagai rahmat dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."(QS. Al-Jatsiyah (45) ayat 13).
Demikian pula dalam bidang ekonomi, Al-Qur'an memuat banyak ayat yang dapat menjadi sumber inspirasi penelitian di bidang keuangan, kewirausahaan, perdagangan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. Ayat-ayat tersebut memberikan prinsip-prinsip dasar yang dapat dikembangkan menjadi berbagai kajian ekonomi modern, ekonomi syariah, ekonomi digital, pemberdayaan UMKM, hingga pembangunan berkelanjutan (QS. Al-Qur'an 4:29; QS. Al-Qur'an 55:9; QS. Al-Qur'an 59:7; QS. Al-Qur'an 12:47; QS. Al-Qur'an 9:105; QS. Al-Qur'an 2:275). Jadi bagi peneliti bidang ekonomi, Al-Qur'an tidak hanya menjadi sumber nilai dan etika, tetapi juga sumber inspirasi ilmiah. QS. An-Nisa ayat 29 mengajarkan prinsip perdagangan yang adil, QS. Al-Hasyr ayat 7 menekankan pemerataan kesejahteraan, sedangkan QS. Yusuf ayat 47 memberikan pelajaran tentang perencanaan ekonomi jangka panjang dan ketahanan pangan. Dengan menjadikan Al-Qur'an dan Hadis sebagai inspirasi penelitian, sivitas akademika UMI dapat melahirkan inovasi ekonomi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi pada keadilan, kesejahteraan, dan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat.
Pada usia ke-72 tahun, UMI telah menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Namun tantangan masa depan semakin kompleks, mulai dari krisis pangan, perubahan iklim, degradasi lingkungan, ketahanan energi, hingga transformasi digital. Semua tantangan tersebut membutuhkan riset-riset inovatif yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual. Oleh karena itu, Milad UMI ke-72 harus menjadi titik tolak lahirnya gerakan intelektual baru di kalangan dosen, peneliti, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika. Sebuah gerakan yang menjadikan Al-Qur'an dan Hadis sebagai sumber inspirasi dalam membangun agenda riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Setiap ayat kauniyah yang terbentang di alam semesta dapat menjadi objek penelitian, sementara setiap nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Sunnah dapat menjadi pedoman dalam memastikan bahwa ilmu pengetahuan berkembang untuk kemaslahatan, bukan kerusakan.
Komitmen para peneliti Universitas Muslim Indonesia (UMI) untuk menjadikan Al-Qur'an dan Hadis Rasulullah SAW sebagai sumber inspirasi dalam penelitian merupakan langkah strategis dalam mewujudkan UMI sebagai kampus berdampak (impactful university). Melalui riset yang berlandaskan nilai-nilai wahyu, para peneliti tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga pada lahirnya inovasi, teknologi, kebijakan, dan model pemberdayaan yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Semangat Ulul Albab yang memadukan dzikir, fikir, dan amal saleh akan mendorong pengembangan penelitian yang relevan, solutif, dan berkelanjutan, sehingga hasil-hasil riset UMI dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi umat, pelestarian lingkungan, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, riset yang terinspirasi oleh Al-Qur'an dan Sunnah tidak hanya memperkuat identitas keislaman UMI, tetapi juga menjadi motor penggerak terwujudnya UMI sebagai kampus yang hadir, bermanfaat, dan berdampak bagi bangsa, umat, dan peradaban
Selamat Milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia. Saatnya meneguhkan komitmen bahwa setiap riset yang dilakukan bukan hanya untuk publikasi, tetapi juga sebagai ikhtiar membaca ayat-ayat Allah, mengabdi kepada umat, dan membangun peradaban yang lebih baik.
Sudiman Numba,
Kepala UPT Science Techno Park UMI dan Guru besar Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang UMI