Rangkaian Milad ke 72, UMI Berdampak Melalui Khitanan Massal dan Donor Darah
Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan kepedulian nyatanya kepada masyarakat melalui Khitanan Massal dan Donor Darah di Auditorium Al Jibra, Kampus 2 UMI, Rabu (17/06/2026).
Bakti Sosial yang merupakan rangkaian peringatan Milad ke-72 UMI dan Milad ke-34 Fakultas Kedokteran (FK) UMI serta berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar ini berhasil menjaring puluhan peserta dari masyarakat sekitar kampus 2 UMI.
Kegiatan itu dibuka langsung oleh Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH.,MH. Hadir pula Wakil Rektor IV UMI Dr. KH. M. Ishaq Shamad, MA., Dekan FK UMI Dr. dr. H. Nasruddin A. Mappaware, Sp.OG(K).,MARS.,M.Sc., Kepala UPT. PKD UMI Dr. H. Andi Darmawansyah, S.Ag.,M.Ag., dan para Wakil Dekan IV dalam lingkup UMI.
Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH.,MH. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya PMI Kota Makassar dan tim medis FK UMI, sehingga acara dapat berjalan lancar sesuai harapan.
"Kegiatan ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Di momentum Milad ke-72 ini, kami ingin mempererat silaturahim dengan warga sekitar yang merupakan tetangga terdekat UMI," ujarnya.
Professor Fakultas Hukum UMI itu juga menegaskan pentingnya aksi donor darah sebagai simbol kepedulian hidup sehat. Menurutnya, tubuh yang sehat akan melahirkan pikiran yang sehat, yang menjadi modal utama dalam membangun peradaban.
“Melalui kegiatan bakti sosial ini, UMI tidak hanya hadir sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan sumberdaya manusia yang Unggul, tetapi juga sebagai institusi yang memberikan dampak sosial yang konkret (UMI Berdampak)”, tegasnya.
Langkah nyata ini diharapkan menjadi ladang amal jariah bagi seluruh civitas akademika UMI sekaligus memperkokoh posisi UMI sebagai kampus Islami berkelas dunia yang unggul, inovatif, dan dicintai masyarakat, ungkapnya.
Sementara itu, Dekan FK UMI Dr. dr. H. Nasruddin A. Mappaware, Sp.OG(K).,MARS.,M.Sc. menjelaskan bahwa sinergi dua momentum milad ini menjadi pembuktian bagaimana sains modern dan nilai Islami berjalan beriringan di UMI.
"Dalam Islam, hal pertama yang diajarkan adalah thaharah atau bersuci demi menjamin kebersihan. Mengapa harus khitan? Secara medis, khitan bertujuan membuang smegma (kotoran yang menumpuk di lipatan kulit kelamin). Penelitian di Jepang dan Eropa membuktikan bahwa smegma memicu kanker kelamin. Itulah mengapa, saat ini warga non-Muslim pun berbondong-bondong melakukan khitan demi kesehatan," jelasnya.
Alumni Fakultas Kedokteran UMI itu juga mengurai makna mendalam di balik syariat khitanan (sunat) yang diwajibkan dalam Islam bahwa sebelum prosesi khitan, anak-anak diajarkan untuk berwudhu dan membaca syahadat sebagai bagian dari edukasi nilai-nilai spiritual sejak dini.
Terima kasih kepada pimpinan yayasan, pimpinan universitas dan seluruh panitia atas kerjasamanya, khususnya PMI kota makassar, sehingga pelaksanaan khitanan massal dan donor darah ini dapat terlaksana dengan baik, ungkapnya.
Khitanan massal ini mendata 50 peserta dari kalangan masyarakat sekitar kampus 2 UMI dan terus bertambah dengan menerima pendaftaran di lokasi dan menargetkan mengumpulkan 50 kantong darang untuk kemanusiaan melalui PMI kota makassar dan tim dokter profesional Fakultas Kedokteran UMI.
(HUMAS)