Persaingan Ketat Beasiswa OSC 2026 di UMI, Rektor: Tunjukkan Integritas, Bukan Sekadar Kepintaran
Seleksi Wawancara Beasiswa OSC UMI 2026 Digelar, Rektor Tekankan Integritas dan Semangat Meraih Prestasi
Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) bersama Medcom kembali menggelar tahapan wawancara calon penerima Beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses akhir seleksi bagi para peserta yang telah berhasil melewati berbagai tahapan sebelumnya untuk memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi di UMI melalui program beasiswa OSC, yang dilaksanakan secara Hybrid (14/7).
Wawancara diikuti oleh calon penerima beasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, hingga Papua Barat Daya. Dari 786 peserta yang mendaftar sejak awal, hanya 54 peserta yang berhasil mencapai tahap wawancara.
Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, menyampaikan penghargaan kepada Surya Edukasi Bangsa beserta seluruh mitra yang selama ini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Program Beasiswa Online Scholarship Competition.
Menurut Rektor, kemitraan antara UMI dan Medcom telah memberikan manfaat besar dalam menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda Indonesia.
"Kami mengapresiasi Medcom atas kemitraan yang telah terjalin dengan Universitas Muslim Indonesia. Sejak 2019 Program Beasiswa OSC telah melahirkan banyak alumni yang membanggakan, sehingga kami berharap kualitas proses seleksi terus ditingkatkan demi menghasilkan penerima beasiswa yang semakin unggul," jelasnya.
Rektor juga memberikan semangat kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan seleksi dengan penuh optimisme, kejujuran, dan integritas.
"Dari 54 peserta yang mengikuti tahap akhir ini nantinya hanya 20 orang yang akan dinyatakan lolos. Karena itu ikutilah proses seleksi secara sportif, jujur, dan tunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki," kata Prof Hambali.
Di akhir sambutannya, Rektor menyampaikan terima kasih kepada Surya Edukasi Bangsa (SEB) serta Medcom atas kemitraan yang terus terjalin dalam penyelenggaraan Program Beasiswa OSC bersama Universitas Muslim Indonesia.
Pada Kesempatan yang sama Wakil Rektor I UMI, Prof. Dr. Dirgahayu Lantara, dalam Laporannya menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan tim panitia OSC yang selama ini konsisten membangun kolaborasi dengan UMI dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda berprestasi.
Menurutnya, sejak awal proses pendaftaran, sebanyak 786 peserta mengikuti seleksi Beasiswa OSC di UMI. Program tersebut juga telah melahirkan banyak alumni yang menunjukkan prestasi akademik membanggakan.
"Alhamdulillah, hingga saat ini terdapat sekitar 100 mahasiswa penerima Beasiswa OSC yang telah menjalani aktivitas akademik di UMI, dan 76 mahasiswa di antaranya masih aktif. Yang membanggakan, mahasiswa penerima OSC hampir tidak pernah terlibat pelanggaran akademik, bahkan sekitar 90 persen memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,5. Ini menunjukkan bahwa penerima OSC benar-benar mampu menjaga kualitas akademiknya," ungkap Prof. Dirgahayu.
Ia menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti wawancara merupakan hasil seleksi ketat dari ribuan pendaftar, sementara kuota penerima beasiswa sangat terbatas, untuk Tahun Ajaran 2027/2028 ini Yang mendaftar secara nasional 786, 138 yang lolos ke tahap selanjutnya dan mengikuti tes online, setelah akhirnya hanya 54 yang lolos ikut final tes wawancara hari ini,
"Peserta yang hadir hari ini merupakan calon-calon terbaik. Namun yang akan diterima nantinya tidak sampai 50 persen dari jumlah peserta yang mengikuti wawancara. Karena itu saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Prof. Dirga, sapaannya, juga memberikan sejumlah pesan kepada para peserta agar tampil percaya diri saat wawancara.
"Saat mengikuti wawancara, jawablah pertanyaan secara jelas, singkat, dan fokus. Jangan bertele-tele, tetapi tunjukkan kemampuan, karakter, dan motivasi terbaik yang dimiliki," pesannya.
Ia turut menenangkan peserta yang berasal dari luar Kota Makassar dengan menyampaikan bahwa UMI telah menyediakan fasilitas Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) sehingga mahasiswa dari luar daerah tidak perlu khawatir mengenai tempat tinggal selama menempuh pendidikan.
Sementara itu, Herfindo Satria Gading selaku Sekretaris Surya Edukasi Bangsa Foundation, menyampaikan bahwa hasil wawancara hari ini akan menjadi dasar penetapan penerima Beasiswa OSC yang selanjutnya akan menempuh pendidikan di Universitas Muslim Indonesia.
lebih lanjut disampaikan bahwa perjuangan para calon penerima beasiswa sesungguhnya baru akan dimulai setelah dinyatakan lolos.
"Perjuangan tidak berhenti pada proses seleksi ini. Justru perjalanan untuk mempertahankan prestasi selama menjadi mahasiswa akan menjadi tantangan berikutnya." terangnya.
Bagi peserta yang nantinya belum berhasil memperoleh beasiswa, pihak SEB mengajak agar tidak berkecil hati, melainkan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi diri sekaligus motivasi untuk terus mencari peluang pendidikan melalui berbagai program beasiswa lainnya.
SEB juga menitipkan apresiasi kepada Universitas Muslim Indonesia yang sejak tahun 2019 terus memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program OSC dan berhasil melahirkan lulusan-lulusan yang berkualitas.
Pelaksanaan wawancara Beasiswa OSC ini diharapkan mampu menjaring mahasiswa-mahasiswa berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter kepemimpinan, dan semangat untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara UMI dan Surya Edukasi Bangsa, Program Online Scholarship Competition diharapkan terus menjadi jembatan bagi lahirnya generasi muda Indonesia yang berkualitas, berdaya saing global, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (*)