Prof. Hambali Thalib: Duta Kampus Islami Adalah Wajah dan Masa Depan Universitas
Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami, jiwa kepemimpinan, serta kemampuan bersaing di tingkat global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Grand Final Pemilihan Duta Mahasiswa Kampus Islami UMI Tahun 2026 yang digelar di Aula Rapat Senat Lantai 9 Menara UMI, Rabu (15/7).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh UPT Pengembangan Karakter dan Dakwah (PKD) UMI ini merupakan puncak dari rangkaian seleksi yang telah dilaksanakan di seluruh fakultas. Dari proses seleksi tersebut, terpilih 22 finalis terbaik yang tampil pada babak grand final untuk memperebutkan gelar Duta Mahasiswa Kampus Islami UMI 2026.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan IV Bidang Dakwah dan Kampus Islami, serta Kepala UPT PKD UMI beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Rektor UMI menegaskan bahwa pemilihan Duta Mahasiswa Kampus Islami bukan sekadar kompetisi atau ajang unjuk bakat, tetapi merupakan bagian dari strategi universitas dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai representasi terbaik UMI di berbagai level.
"Penilaian dalam ajang ini tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga mengukur kemampuan kepemimpinan, keterampilan berkomunikasi, penguasaan bahasa, integritas, hingga komitmen terhadap nilai-nilai keumian. Seluruh aspek tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk membawa nama baik Universitas Muslim Indonesia di tingkat regional, nasional, bahkan internasional," ujar Prof. Hambali.
Rektor juga memberikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah berhasil melewati proses seleksi di tingkat fakultas.
"Ananda semua yang hadir di sini adalah mahasiswa-mahasiswa terbaik pilihan fakultas masing-masing. Jadikan momentum ini sebagai ruang untuk menunjukkan kapasitas terbaik, karena Duta Kampus Islami bukan hanya sebuah gelar, tetapi amanah untuk menjadi teladan dan wajah Universitas Muslim Indonesia," pesannya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengembangan Karakter dan Dakwah (PKD) UMI, Dr. H. Andi Darmawansyah, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan karakter mahasiswa yang dirancang untuk melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai insan berlandaskan nilai-nilai Al-Islam.
Menurutnya, para finalis tidak hanya dipersiapkan menjadi mahasiswa berprestasi, tetapi juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memiliki integritas, kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta kepemimpinan yang mampu menginspirasi masyarakat.
"Kami berharap para peserta memperoleh pengalaman berharga melalui proses pembinaan ini. Bagi para pemenang nantinya, gelar Duta Mahasiswa Kampus Islami bukanlah sebuah kebanggaan semata, melainkan amanah untuk menjadi role model, inspirator, sekaligus penggerak berbagai program kemahasiswaan yang memberikan manfaat bagi civitas akademika maupun masyarakat luas," tegasnya.
Untuk menjamin objektivitas dan profesionalisme proses penilaian, grand final menghadirkan dewan juri yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang kepemimpinan, pendidikan, dakwah, serta komunikasi, yaitu:
Dr. KH. M. Ishaq Shamad, M.A. – Wakil Rektor IV UMI
Ir. Hj. Setyawati Yani, M.T., Ph.D. – Wakil Rektor V UMI
Dr. H. Andi Darmawansyah, S.Ag., M.Ag. – Kepala UPT PKD UMI
Dr. Eng. Irma Nur Afiah, S.T., M.T. – Kepala Humas, Protokoler, dan Kerja Sama UMI
Melalui ajang ini, Universitas Muslim Indonesia berharap lahir duta-duta terbaik yang tidak hanya unggul dalam intelektualitas, tetapi juga berakhlakul karimah, memiliki kemampuan kepemimpinan, serta mampu menjadi representasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Sejalan dengan visi UMI sebagai Perguruan Tinggi Islam yang unggul dan mendunia, para Duta Mahasiswa Kampus Islami diharapkan menjadi generasi yang mampu membawa nama baik almamater di berbagai forum nasional maupun internasional, sekaligus menjadi inspirasi dalam membangun peradaban yang berilmu, beramal, dan berakhlak mulia.
(HUMAS)