Makassar, umi.ac.id — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali dipercaya mengambil peran strategis dalam pelayanan kesehatan jemaah haji tahun 2026 melalui kolaborasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Embarkasi Makassar.
Keterlibatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi penegasan bahwa FK UMI terus hadir sebagai institusi yang mampu, siap, dan konsisten dalam pelayanan kesehatan berbasis kemanusiaan.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa kepercayaan ini harus dipahami bukan hanya sebagai pengakuan, tetapi sebagai tanggung jawab moral dan profesional yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh.
“Melayani tamu Allah adalah kemuliaan. Karena itu, keterlibatan FK UMI dalam pelayanan kesehatan haji bukan sekadar tugas, tetapi kehormatan yang harus dijaga dengan kualitas, integritas, dan kesungguhan kerja,” tegas Rektor.
Menurutnya, kepercayaan yang terus diberikan kepada FK UMI tidak datang secara tiba-tiba, tetapi lahir dari rekam jejak yang konsisten.
“Kalau sebuah institusi terus dilibatkan, itu artinya mereka dinilai mampu dan dipercaya. FK UMI sudah membuktikan itu. Maka tugas kita bukan hanya menjalankan, tetapi menjaga kepercayaan ini dengan kerja yang lebih baik setiap tahun,” lanjutnya.
Rektor juga menekankan bahwa UMI akan terus mendorong seluruh unit, khususnya Fakultas Kedokteran, untuk memperluas peran nyata di masyarakat.
“UMI tidak ingin hanya dikenal di ruang akademik. Kita harus hadir di lapangan, menyelesaikan persoalan nyata. Pelayanan kesehatan haji ini adalah bentuk konkret bahwa ilmu yang kita bangun benar-benar bekerja untuk umat,” ujarnya.
FK UMI: Siap Menjaga Kepercayaan dengan Kerja Nyata
Sejalan dengan pernyataan Rektor, Dekan FK UMI, Dr. dr. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG(K), Subsp.Obginsos, MARS, M.Sc., menegaskan bahwa seluruh jajaran Fakultas Kedokteran memahami betul makna kepercayaan tersebut.
“Apa yang disampaikan Bapak Rektor menjadi komitmen kami bersama. Keterlibatan FK UMI dalam pelayanan kesehatan haji adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus dijaga dengan kerja nyata di lapangan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pada musim haji 2026 ini, FK UMI kembali dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan pelayanan kesehatan jemaah haji, mulai dari Screening kesehatan awal, General check-up, Pemantauan kondisi fisik dan mental, Pelayanan selama masa karantina, Hingga pendampingan pada fase keberangkatan dan pemulangan
“Kerja sama ini sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir, dan tahun ini peran FK UMI semakin diperkuat. Tim kami tidak hanya hadir, tetapi bekerja penuh dari awal hingga akhir proses pelayanan,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan ini juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter tenaga medis UMI.
“Kami tidak hanya menyiapkan dokter yang kompeten secara ilmu, tetapi juga dokter yang peka, humanis, dan siap melayani dalam kondisi nyata. Pelayanan haji adalah ruang pembelajaran terbaik untuk itu,” tambahnya.
UMI: Kampus yang Bekerja dan Berdampak
Kolaborasi ini kembali menegaskan posisi UMI sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga hadir langsung dalam pelayanan masyarakat.
FK UMI tidak hanya menjadi bagian dari sistem pendidikan, tetapi juga bagian dari sistem pelayanan kemanusiaan yang nyata.
UMI tidak hanya membangun ilmu…
tetapi memastikan ilmu itu bekerja… untuk umat.
Melalui keterlibatan berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan haji, FK UMI diharapkan terus memperkuat perannya sebagai institusi yang dipercaya, konsisten dan berdampak langsung
Keterlibatan FK UMI dalam pelayanan kesehatan haji 2026 bukan hanya tentang kontribusi, tetapi tentang menjaga kehormatan kepercayaan melalui kerja nyata dan kualitas yang teruji. UMI tidak hanya dikenal, tetapi terus dipercaya akarena komitmen yang dijaga dan kerja yang dibuktikan.
(HUMAS)
