Makassar, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan langkah nyatanya menuju internasionalisasi melalui penyelenggaraan International Lecturing oleh Fakultas Agama Islam (FAI) UMI, yang menghadirkan akademisi internasional dari Lebanon.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Teater KH. Rahim Amin, Senin (20/4/2026) ini menghadirkan Fadi Fouad Alameddin, Ph.D., akademisi dari Universitas Global Beirut, dengan tema “Islamic Studies in Global World.”
Forum ini menjadi ruang strategis yang tidak hanya mempertemukan gagasan, tetapi juga memperluas perspektif keislaman dalam konteks global yang terus berkembang.

Rektor UMI: Internasionalisasi Harus Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Dalam sambutan Rektor yang diwakili Wakil Rektor V UMI, Prof. Dr. Ir. H. M. Hattah Fattah, M.S., ditegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda akademik, tetapi bagian dari langkah konkret UMI dalam membangun reputasi global.
“Internasionalisasi tidak boleh berhenti pada konsep. Ia harus hadir dalam ruang-ruang nyata seperti ini—di mana mahasiswa, dosen, dan institusi kita langsung terhubung dengan dunia,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung Penguatan mutu akademik, Perluasan jejaring internasional, Serta percepatan akreditasi internasional program studi
“FAI UMI harus menjadi salah satu pintu utama UMI menuju pengakuan global, khususnya dalam pengembangan studi Islam yang relevan dengan tantangan dunia,” lanjutnya.

Studi Islam: Universal, Relevan, dan Menjawab Tantangan Dunia
Dalam pemaparannya, Fadi Fouad Alameddin, Ph.D., menjelaskan bahwa Islam memiliki fondasi ajaran yang bersifat universal dan lintas zaman.
“Ajaran tauhid bukan hanya dimulai dari Nabi Muhammad SAW, tetapi telah dibawa oleh seluruh nabi sejak Nabi Adam AS hingga Nabi Isa AS. Yang membedakan hanyalah syariat sesuai konteks zamannya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemahaman ini penting untuk membangun perspektif Islam yang terbuka, kontekstual dan mampu berdialog dengan dunia global
FAI UMI: Dari Lokal ke Global
Dekan FAI UMI, Dr. H. Akhmad Syahid, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis FAI dalam memperkuat posisi UMI di tingkat internasional.
“Kami ingin memastikan bahwa FAI UMI tidak hanya kuat di tingkat lokal, tetapi juga mampu berbicara dan diakui di tingkat global,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa forum ini juga menjadi bagian dari penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU), Kolaborasi akademik internasional dan Jejaring riset global dalam studi Islam “Ini bukan kegiatan seremonial. Ini adalah langkah konkret menuju UMI sebagai world class university,” tegasnya.

UMI: Kampus Ilmu dan Ibadah yang Terhubung dengan Dunia
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa FAI UMI, serta menjadi bukti bahwa UMI terus membuka ruang kolaborasi global yang relevan dan berdampak.
Melalui International Lecturing ini, UMI kembali menegaskan posisinya sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus yang adaptif terhadap perubahan global, Kampus yang membangun peradaban melalui ilmu
International Lecturing ini bukan hanya tentang menghadirkan narasumber internasional, tetapi tentang membuka wawasan, memperluas jaringan dan menguatkan posisi UMI di panggung global. UMI tidak hanya belajar dari dunia, UMI sedang menyiapkan diri untuk menjadi bagian penting dari dunia.
(HUMAS)
