13 Mahasiswa UMI Wakili Sulawesi Selatan di Peksiminas 2026, Prof. Kamal: Tunjukkan Karya Terbaik di Panggung Nasional
Dari vokal grup hingga puisi, 13 mahasiswa Universitas Muslim Indonesia dipercaya memperkuat kontingen Sulawesi Selatan pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur.
MAKASSAR, umi.ac.id — Prestasi mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menembus panggung nasional. Sebanyak 13 mahasiswa UMI dipercaya memperkuat kontingen Sulawesi Selatan pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2026 yang akan berlangsung di Universitas Jember, Jawa Timur, 7–11 September 2026.
Mereka akan membawa nama Sulawesi Selatan pada tiga tangkai lomba, yakni Vokal Grup, Penulisan Puisi, dan Baca Puisi Putra.
Keikutsertaan 13 mahasiswa tersebut menjadi lebih dari sekadar perjalanan mengikuti kompetisi. Mereka berangkat membawa karya, kreativitas, dan kepercayaan untuk merepresentasikan Sulawesi Selatan di salah satu panggung seni mahasiswa tingkat nasional.
Sebelum bergabung dengan kontingen Sulawesi Selatan, para mahasiswa dilepas secara resmi di Kantor Wakil Rektor III UMI, Jumat (4/9/2026). Pelepasan dipimpin Wakil Rektor III UMI, Prof. Dr. H. Kamal Hidjaz, S.H., M.H., didampingi Asisten Wakil Rektor III, Dr. Andi Surahman Batara, S.KM., M.Kes.
Dari 13 mahasiswa yang diberangkatkan, sebanyak 11 mahasiswa memperkuat tangkai Vokal Grup, satu mahasiswa mengikuti Penulisan Puisi, dan satu mahasiswa tampil pada Baca Puisi Putra.
Bukan Sekadar Bertanding, tetapi Membawa Kepercayaan
Di hadapan para mahasiswa, Prof. Kamal Hidjaz menyampaikan apresiasi atas capaian mereka hingga dipercaya mewakili Sulawesi Selatan. Menurutnya, kesempatan tampil di tingkat nasional merupakan capaian yang patut dibanggakan sekaligus pengalaman penting dalam perjalanan seorang mahasiswa.
“Ini merupakan sebuah kebanggaan karena kalian mendapatkan kesempatan untuk mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional. Tidak semua mahasiswa mendapatkan kesempatan seperti ini,” ujar Prof. Kamal.
Ia meminta mahasiswa tidak menjadikan Peksiminas sebagai beban. Kompetisi justru harus menjadi ruang untuk menunjukkan hasil latihan, kreativitas, karakter, dan kemampuan terbaik yang telah dipersiapkan.
“Jaga kesehatan dan jaga semangat untuk mengikuti lomba di sana. Jangan terbebani. Maksimalkan potensi yang kalian miliki,” pesannya.
UMI juga menugaskan Dr. Sutiwati, S.H., M.H. untuk mendampingi mahasiswa selama mengikuti rangkaian Peksiminas di Jember.
Prof. Kamal berharap para mahasiswa mampu tampil optimal, menjaga sportivitas, serta membawa nama baik Sulawesi Selatan dan Universitas Muslim Indonesia.
“Semoga kalian dapat memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Sulawesi Selatan dan UMI,” ujarnya.
Ketika Seni Menjadi Prestasi Mahasiswa
Keberangkatan 13 mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa ruang prestasi mahasiswa UMI tidak hanya tumbuh melalui akademik, penelitian, olahraga, atau organisasi. Seni juga menjadi ruang pembentukan prestasi dan karakter. Mahasiswa belajar berdiri di atas panggung, mengelola kepercayaan diri, bekerja dalam tim, menyampaikan gagasan melalui karya, sekaligus berkompetisi secara sehat dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Inilah bagian dari pengalaman pendidikan yang tidak seluruhnya diperoleh di ruang kuliah. Bagi UMI, mahasiswa bukan hanya dipersiapkan untuk memiliki pengetahuan akademik. Mereka juga perlu memperoleh ruang untuk menemukan, mengembangkan, dan menunjukkan potensi terbaiknya.
Keikutsertaan mahasiswa pada Peksiminas menjadi bagian dari implementasi Catur Dharma UMI, khususnya Pendidikan dan Pengajaran serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter, melalui pengembangan bakat, kreativitas, keberanian, kolaborasi, disiplin, dan sportivitas mahasiswa.
Memperkuat Kontingen Sulawesi Selatan
Setelah pelepasan di UMI, 13 mahasiswa tersebut selanjutnya bergabung dengan kontingen Sulawesi Selatan. Kontingen Peksiminas Sulawesi Selatan dipimpin Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Sulawesi Selatan yang juga Wakil Rektor III Universitas Negeri Makassar, Dr. Arifin Manggau, S.Pd., M.Pd. Pada hari yang sama, kontingen Sulawesi Selatan juga mengikuti agenda pelepasan oleh Rektor Universitas Negeri Makassar sebagai bagian dari persiapan keberangkatan menuju Jember.
Mulai 7 September 2026, mahasiswa UMI tidak lagi tampil hanya membawa identitas kampus. Mereka membawa Sulawesi Selatan. Di panggung nasional, mereka akan bertemu mahasiswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Ada karya yang akan dipertandingkan, pengalaman yang akan diperoleh, dan jejaring baru yang akan terbentuk. Namun bahkan sebelum kompetisi dimulai, terdapat satu capaian yang telah mereka bawa pulang: kepercayaan untuk menjadi representasi daerah.
Dari Kampus Ilmu dan Ibadah ke Panggung Nasional
Keikutsertaan 13 mahasiswa dalam Peksiminas 2026 sekaligus memperlihatkan komitmen Universitas Muslim Indonesia dalam membuka ruang pengembangan mahasiswa secara utuh. Kampus bukan hanya tempat memperoleh ijazah. Kampus adalah ruang menemukan kemampuan.
Ada mahasiswa yang tumbuh melalui laboratorium.
Ada yang menemukan dirinya melalui organisasi.
Ada yang berkembang melalui olahraga.
Dan ada pula yang berbicara kepada dunia melalui musik, sastra, dan seni.
Karena itu, keberangkatan mahasiswa UMI ke Peksiminas membawa pesan yang lebih besar daripada sebuah kompetisi. Bahwa prestasi dapat lahir dari banyak ruang ketika kampus memberi kesempatan kepada potensi untuk bertumbuh. Kini, 13 mahasiswa UMI berangkat menuju Jember membawa tiga tangkai seni dan satu kepercayaan besar: mewakili Sulawesi Selatan.
Mereka datang dari Kampus Ilmu dan Ibadah. Mereka membawa karya. Mereka membawa keberanian. Dan di panggung nasional, mereka akan menunjukkan bahwa mahasiswa UMI tidak hanya belajar untuk mengetahui, tetapi juga bertumbuh untuk berkarya dan memberi arti.























































































































