#6 UMIConnection - Titipan Peradaban UMI: UMI Connection Menjadikan Dunia sebagai Ruang Pengabdian, Indonesia sebagai Amanah, dan Kemanusiaan sebagai Tujuan
“World Class University Bukan Tentang Seberapa Jauh Nama Universitas Dikenal Dunia. World Class University Adalah Seberapa Luas Dunia Merasakan Manfaatnya.”
Makassar, umi.ac.id — Perjalanan ini diawali dengan sebuah pertanyaan sederhana: Apa yang sedang dibangun Universitas Muslim Indonesia?. Jawabannya adalah UMI Connection. Sebuah ekosistem yang menghubungkan manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, tata kelola, dan nilai-nilai Islam dalam satu fondasi transformasi menuju masa depan. Perjalanan itu kemudian berkembang.
Pertanyaannya berubah: dengan siapa UMI akan terhubung?.
Jawabannya bukan hanya dengan perguruan tinggi. Bukan hanya dengan industri. Bukan hanya dengan pemerintah. Bukan hanya dengan lembaga internasional. Tetapi dengan seluruh ekosistem pengetahuan dan kemanusiaan yang terus bergerak membangun masa depan dunia. Kini, setelah perjalanan itu dilalui, muncul satu pertanyaan yang jauh lebih mendasar.
Untuk apa semua keterhubungan itu dibangun? Universitas Muslim Indonesia (UMI) meyakini bahwa tujuan akhir sebuah universitas bukan sekadar menjadi institusi yang dikenal secara internasional. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan manfaat yang melampaui batas negara, lintas generasi, dan lintas disiplin ilmu.
Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan, makna sesungguhnya World Class University bukan terletak pada prestise, melainkan pada besarnya kontribusi yang diberikan kepada masyarakat. UMI memandang World Class University bukan sebagai tujuan untuk memperoleh pengakuan semata.
“World Class University adalah konsekuensi dari komitmen menghadirkan pendidikan yang bermutu, penelitian yang relevan, pengabdian kepada masyarakat yang berdampak, serta karakter lulusan yang mampu memberi manfaat bagi Indonesia dan dunia. UMI Connection kami bangun agar seluruh potensi tersebut saling terhubung dan berkembang bersama.”
Allah SWT berfirman:
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu, inovasi, dan setiap ikhtiar yang dilakukan hendaknya tidak berhenti pada pencapaian, tetapi bermuara pada kemaslahatan yang dapat dirasakan seluas-luasnya. Semangat rahmatan lil ’alamin inilah yang menjadi ruh perjalanan transformasi UMI. Sebab ilmu yang tinggi tidak cukup hanya membuat seseorang semakin tahu.
Ilmu harus membuat kehidupan menjadi lebih baik.
Teknologi tidak cukup hanya membuat pekerjaan semakin cepat.
Teknologi harus membuat manfaat semakin luas.
Dan konektivitas tidak cukup hanya membuat dunia semakin dekat.
Keterhubungan harus membuat manusia semakin mampu bekerja bersama untuk menghadirkan kebaikan.
Wakil Rektor V Bidang Kerja Sama dan Promosi, Ir. Hj. Setyawati Yani, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan, UMI Connection merupakan jembatan strategis yang mempertemukan kekuatan lokal dengan jejaring global.
“Kami ingin setiap kerja sama membuka peluang baru, setiap kolaborasi melahirkan inovasi, dan setiap promosi memperlihatkan karya nyata UMI. UMI Connection kami arahkan sebagai ekosistem yang menghubungkan sivitas akademika dengan dunia, sehingga ilmu pengetahuan dapat bergerak lebih cepat, kolaborasi menjadi lebih luas, dan manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan oleh masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.”
Melalui UMI Connection, UMI membangun sebuah ekosistem yang memungkinkan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, kerja sama, promosi, dan jejaring alumni saling menguatkan. Ekosistem ini tidak dibangun untuk memperbesar nama institusi semata. Ia dibangun agar semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar.
Agar semakin banyak dosen menghasilkan penelitian yang bermanfaat.
Agar semakin banyak mitra menemukan ruang untuk berkolaborasi.
Agar semakin banyak inovasi menemukan jalan untuk diterapkan.
Agar semakin banyak masyarakat memperoleh solusi.
Dan agar semakin banyak gagasan yang lahir dari Indonesia ikut memberi warna dalam percakapan global.
Inilah makna sesungguhnya UMI Connection. Menghubungkan ilmu dengan pengabdian. Menghubungkan kolaborasi dengan inovasi. Menghubungkan Indonesia dengan dunia. Menghubungkan dunia dengan kemaslahatan.
Seluruh perjalanan ini berpijak pada Catur Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter.
Melalui pelaksanaan Catur Dharma yang berkualitas, UMI berupaya memastikan bahwa setiap langkah transformasi digital dan setiap jejaring global tetap berakar pada nilai-nilai Islam, integritas, dan tanggung jawab sosial. Sebab semakin jauh sebuah universitas melangkah ke dunia, semakin kuat pula akar yang harus dimilikinya.
UMI tidak ingin kehilangan jati diri ketika terhubung dengan dunia. Sebaliknya, UMI ingin membawa nilai-nilai yang dimilikinya untuk ikut memberi warna dalam perjalanan dunia. Bagi UMI, World Class University bukanlah garis akhir. Ia adalah proses yang terus diperbarui melalui kualitas akademik, kolaborasi yang bermakna, inovasi yang berkelanjutan, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata. Karena universitas yang besar bukanlah universitas yang hanya dikenal dunia. Universitas yang besar adalah universitas yang membuat dunia menjadi lebih baik.
Maka perjalanan UMI tidak berhenti pada pertanyaan: “Seberapa dikenal UMI oleh dunia?”
Tetapi bergerak menuju pertanyaan yang jauh lebih penting: “Seberapa besar manfaat yang dapat UMI berikan kepada dunia?”. Itulah arah yang ingin ditempuh Universitas Muslim Indonesia.
Membangun dari Makassar.
Mengabdi untuk Indonesia.
Berkolaborasi dengan dunia.
Dan menghadirkan kemanfaatan bagi kemanusiaan.
Pada akhirnya, dunia mungkin akan mengenal nama UMI. Tetapi yang jauh lebih penting adalah: dunia merasakan karya UMI, masyarakat merasakan manfaatnya, dan generasi mendatang merasakan warisan kebaikannya. Karena bagi UMI, menjadi World Class University bukan tentang seberapa tinggi nama ditempatkan.
Tetapi seberapa luas manfaat dapat disebarkan. Bukan tentang seberapa jauh UMI pergi menjangkau dunia. Tetapi tentang seberapa banyak dunia yang dapat UMI ajak untuk menghadirkan kemaslahatan.
UMI Connection. Menghubungkan Ilmu. Menghubungkan Dunia. Menghadirkan Kemaslahatan. (selesai)























































































































