Prof. Hambali Thalib: Kolaborasi Global Adalah Jembatan Masa Depan, UMI Siap Menjadi Mitra Strategis Australia di Indonesia Timur
Delegasi Kedutaan Besar Australia Jajaki Kerja Sama Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan SDM Bersama UMI
MAKASSAR, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan di Indonesia Timur yang aktif membangun jejaring akademik global. Hal tersebut ditandai dengan kunjungan Delegasi Kedutaan Besar Australia di Indonesia yang berlangsung di Ruang Rapat Senat, Lantai 9 Menara UMI, Rabu (24/6/2026).
Delegasi Australia yang hadir terdiri atas Kassia Hare, Konselor Pendidikan dan Penelitian Kedutaan Besar Australia di Indonesia, Isaac Bennett, Konsul pada Konsulat Jenderal Australia di Makassar, serta Fitri Apriliyani, Senior Policy Officer Department of Education Kedutaan Besar Australia.
Sementara dari pihak UMI hadir Wakil Rektor V Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Institusi, Ir. Hj. Setyawati Yani, S.T., M.T., Ph.D, Kepala Humas, Protokoler dan Kerja Sama UMI, Dr. Eng. Irma Nur Afiah, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng, serta jajaran Kantor Urusan Internasional (KUI) UMI.
Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan membahas berbagai peluang kolaborasi strategis antara UMI dan perguruan tinggi di Australia, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, short course internasional, pengembangan kelas internasional, hingga program dual degree dan sabbatical leave bagi dosen.
Mewakili pimpinan universitas, Wakil Rektor V UMI, Setyawati Yani menyampaikan apresiasi atas kunjungan Delegasi Kedutaan Besar Australia dan berharap pertemuan tersebut menjadi awal lahirnya berbagai program kerja sama yang saling menguntungkan.
“UMI sangat terbuka membangun kemitraan internasional yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Kami percaya bahwa kolaborasi global merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat penelitian, serta menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Konselor Pendidikan dan Penelitian Kedutaan Besar Australia, Kassia Hare, menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan hubungan Indonesia dan Australia melalui sektor pendidikan.
Menurutnya, Australia melihat UMI sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki potensi besar menjadi mitra strategis di Indonesia Timur.
“Kami melihat UMI sebagai institusi yang sangat potensial untuk memperkuat hubungan Australia dan Indonesia, khususnya di Sulawesi. Banyak program yang dapat dikembangkan bersama, seperti pertukaran mahasiswa, penelitian kolaboratif, short course, hingga pengembangan kelas internasional,” jelas Kassia.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat peluang bagi mahasiswa UMI untuk mengikuti program pembelajaran bersama melalui skema pendidikan lintas negara.
“Misalnya, mahasiswa sarjana dapat menempuh tiga tahun studi di UMI dan satu tahun di Australia. Untuk program magister juga tersedia peluang satu tahun belajar di UMI dan satu tahun di Australia,” tambahnya.
Senada dengan itu, Fitri Apriliyani menilai bahwa selama ini kerja sama pendidikan Australia lebih banyak terpusat di Pulau Jawa. Karena itu, UMI memiliki posisi strategis untuk memperluas jejaring pendidikan internasional di kawasan Indonesia Timur.
“Kami melihat ini sebagai momentum penting untuk membangun kemitraan dengan perguruan tinggi unggulan di luar Jawa. UMI memiliki potensi besar dan posisi yang sangat strategis,” katanya.
Sementara itu, Isaac Bennett mengaku terkesan dengan luasnya jangkauan pengabdian dan kontribusi pendidikan yang dimiliki UMI.
“Sangat menarik mengetahui bahwa UMI memiliki jaringan kampus dan institusi pendidikan yang tersebar di berbagai daerah. Ini menunjukkan kontribusi besar UMI dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia Timur,” ujarnya.
Secara terpisah, Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H, menyambut baik kunjungan Delegasi Kedutaan Besar Australia dan menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan bagian penting dari transformasi besar yang sedang dijalankan UMI.
“Kolaborasi global adalah jembatan masa depan. UMI siap menjadi mitra strategis Australia di Indonesia Timur. Kami ingin mahasiswa UMI memiliki pengalaman belajar global, dosen memiliki jejaring akademik internasional, dan penelitian UMI mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dunia,” tegas Prof. Hambali.
Menurutnya, kerja sama internasional saat ini bukan lagi sebuah pilihan, tetapi kebutuhan bagi perguruan tinggi yang ingin tetap relevan dan berdaya saing di era global.
“Kami tidak ingin mahasiswa UMI hanya menjadi penonton dalam perubahan dunia. Kami ingin mereka menjadi bagian dari perubahan itu. Karena itu, UMI terus membuka pintu kolaborasi dengan berbagai institusi terbaik dunia, termasuk Australia,” ujarnya.
Prof. Hambali menambahkan bahwa UMI akan terus memperkuat transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul, modern, dan berdaya saing internasional tanpa meninggalkan identitasnya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah.
“Internasionalisasi bagi UMI bukan sekadar membangun kerja sama, tetapi membangun masa depan. Masa depan yang mempertemukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, inovasi, dan pengabdian untuk kemajuan umat dan kemanusiaan,” pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai program konkret antara UMI dan institusi pendidikan tinggi Australia, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, pengembangan kelas internasional, hingga program gelar bersama (joint degree) dan gelar ganda (double degree).
UMI terus melangkah sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah. Kampus Perjuangan dan Pengabdian. Kampus Bereputasi dan Berdampak, yang menjembatani Indonesia Timur menuju panggung dunia.
(HUMAS)