Berita Wednesday, 24 June 2026

Prof. Hambali Thalib: Kami Tidak Akan Memimpin dengan Super Power, Tetapi Akan Membangun Super Tim

Mulyadi, S.Kom 32 views 3 menit baca
Prof. Hambali Thalib: Kami Tidak Akan Memimpin dengan Super Power, Tetapi Akan Membangun Super Tim


Mengokohkan Amanah, Mempercepat Transformasi, dan Menyiapkan UMI Menjadi Warisan Peradaban Masa Depan


MAKASSAR, umi.ac.id – Ada kalanya sebuah universitas dikenang karena gedungnya yang megah. Ada pula yang diingat karena banyaknya alumninya. Namun ada universitas yang tumbuh lebih dari itu.

Universitas yang dibangun oleh amanah.

Diperkuat oleh kebersamaan.

Dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai cahaya ilmu, dakwah, dan pengabdian.

Universitas itu adalah Universitas Muslim Indonesia. Memasuki usia ke-72 tahun, UMI tidak sedang berhenti untuk menikmati masa lalu. UMI justru sedang berlari menuju masa depan.

Dan di tengah semangat itulah, Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan pesan kepemimpinan yang menggugah hati seluruh hadirin pada puncak Milad ke-72 UMI di Auditorium Al-Jibra, Senin (23/6/2026).

Sebuah kalimat yang sederhana, tetapi langsung menggema memenuhi ruangan.

“Kami tidak akan membangun kepemimpinan yang super power. Tetapi kami akan membangun super tim.”

Tepuk tangan panjang pun bergema. Karena kalimat itu bukan sekadar slogan. Tetapi arah baru kepemimpinan UMI. Kepemimpinan yang tidak bertumpu pada satu figur. Tetapi dibangun dari kekuatan orang-orang baik yang saling menguatkan.

Orang-orang yang bekerja bukan untuk dirinya sendiri. Tetapi untuk menjaga amanah besar para pendiri UMI.

Prof. Hambali mengatakan, tantangan perguruan tinggi masa depan tidak lagi sekadar membangun gedung, memperluas lahan, atau menambah fasilitas.

Tetapi menjaga relevansi. Relevan terhadap perkembangan ilmu. Relevan terhadap perubahan teknologi. Dan tetap relevan terhadap nilai-nilai yang menjadi jati diri universitas.

“Universitas yang bertahan bukanlah yang paling besar. Tetapi universitas yang paling mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya.”

Karena itu, menurutnya, UMI harus terus bergerak, berubah, bertumbuh. Tetapi tidak pernah meninggalkan ruhnya sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah.

Kampus Perjuangan dan Pengabdian.

Kampus Bereputasi dan Berdampak.

Kampus Peduli dan Berbagi.

Sehari sebelum Milad ke-72, UMI juga memasuki babak baru melalui penyerahan Surat Keputusan Penerima Amanah kepada jajaran pimpinan universitas di Ruang Rapat Senat Lantai 9 Menara UMI.

Momentum ini menjadi simbol bahwa kepemimpinan di UMI bukan tentang jabatan. Tetapi tentang amanah, tentang pengabdian dan tentang keberanian bekerja bersama menghadapi masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor memperkenalkan jajaran pimpinan yang akan membersamainya mengawal transformasi UMI.

Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, M.T., IPU., ASEAN Eng. menerima amanah sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Sumber Daya Pembelajaran.

Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara H.W., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. menerima amanah sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Pengembangan Ketenagaan.

Prof. Dr. Muh. Kamal Hidjaz, S.H., M.H. menerima amanah sebagai Wakil Rektor III Bidang Pembinaan Kemahasiswaan, Prestasi, dan Hubungan Alumni.

Dr. H. M. Ishaq Shamad, S.Ag., M.Ag. menerima amanah sebagai Wakil Rektor IV Bidang Tata Kelola Kampus Islami, Dakwah, dan Pengembangan Pendidikan Karakter.

Sedangkan Ir. Hj. Setyawati Yani, S.T., M.T., Ph.D. IPM., ASEAN Eng. menerima amanah sebagai Wakil Rektor V Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Institusi.

Prof. Hambali menegaskan bahwa UMI sedang memasuki era transformasi besar. Transformasi digital, transformasi tata kelola, transformasi akademik, transformasi karakter.

Melalui ekosistem digital UMI Connection, penguatan reputasi akademik, internasionalisasi, hilirisasi inovasi, serta budaya kerja yang semakin profesional dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Namun beliau mengingatkan:

“Kita boleh membangun sistem secanggih apa pun. Tetapi masa depan UMI pada akhirnya ditentukan oleh kualitas manusianya.”

Karena itu, menurutnya, UMI akan terus membangun budaya kolaborasi, budaya saling percaya, budaya saling menguatkan.

Karena sejarah membuktikan, universitas besar tidak dibangun oleh orang-orang yang saling menjatuhkan. Tetapi oleh orang-orang yang rela menundukkan ego demi cita-cita bersama.

Di penghujung pidatonya, suasana ruangan kembali hening ketika Prof. Hambali menyampaikan pesan yang menyentuh hati seluruh hadirin.

“Mohon doa, dukungan, dan keikhlasan dari seluruh keluarga besar UMI dan umat agar kami dapat menjalankan amanah besar ini dengan sebaik-baiknya. Karena yang sedang kita bangun bukan hanya sebuah universitas, tetapi warisan peradaban, warisan ilmu, warisan pengabdian, dan warisan kepercayaan umat.”

Memasuki usia ke-72 tahun, UMI kembali membuktikan bahwa dirinya tidak hanya sedang tumbuh menjadi perguruan tinggi yang unggul. Tetapi juga sedang menyiapkan masa depan. Masa depan yang dibangun dengan ilmu. Dijaga dengan amanah dan diwariskan dengan penuh kebanggaan kepada generasi yang akan datang.

UMI adaab Kampus Ilmu dan Ibadah. Kampus Perjuangan dan Pengabdian. Kampus Bereputasi dan Berdampak dan Kampus Peduli dan Berbagi

Karena UMI tidak hanya mendidik mahasiswa. UMI sedang membangun peradaban.

(HUMAS)

Tags: Milad 72
Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama