Unggul dalam Ilmu, Luhur dalam Akhlak, FK UMI Lahirkan Dokter Muhsin untuk Indonesia
Makassar, umi.ac.id – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul di bidang kesehatan melalui Rapat Senat Terbuka Yudisium, Pengucapan Janji Sarjana Kedokteran, dan Sumpah Dokter, yang digelar di Auditorium Al Jibra, Kampus II UMI, Selasa (30/6).
Pada momentum ini, FK UMI melahirkan 39 Sarjana Kedokteran dan 47 dokter baru yang diharapkan tidak hanya kompeten secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter keislaman yang kuat sebagai dokter muhsin.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan FK UMI, Dr. dr. Nasruddin A. Mappaware, Sp.OG(K)., MARS., M.Sc., dan disaksikan oleh Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., beserta jajaran Senat FK UMI. Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara FK UMI dengan RSUD KH. Hayyung Kepulauan Selayar dan Radio An-Nashihah 88.2 FM sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik, klinik, dan edukasi kesehatan masyarakat.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, dalam sambutannya menegaskan bahwa FK UMI memiliki peran penting dalam menghadirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu kedokteran, tetapi juga berkarakter, berakhlak, dan siap memberi manfaat luas bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan SDM unggul di sektor kesehatan harus diarahkan pada lahirnya dokter-dokter yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“FK UMI tidak hanya menyiapkan dokter yang cakap secara keilmuan dan keterampilan medis, tetapi juga dokter yang memiliki nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan pengabdian. Inilah yang menjadi bagian dari cita besar UMI dalam melahirkan SDM unggul dan dokter muhsin,” ujarnya.
Dekan FK UMI, dr. Nasruddin A. Mappaware, menjelaskan bahwa orientasi pendidikan di FK UMI memang diarahkan untuk membentuk lulusan yang utuh, yakni dokter yang kuat dalam kompetensi akademik, matang dalam keterampilan klinik, serta kokoh dalam nilai akhlakul karimah. Menurutnya, dokter muhsin adalah sosok dokter yang tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang dilandasi empati, keikhlasan, dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.
Ia menambahkan, FK UMI terus memperkuat kapasitas kelembagaan untuk mendukung pembangunan SDM kesehatan yang unggul, termasuk melalui pengembangan program spesialis, perluasan jejaring rumah sakit pendidikan, dan inovasi akademik yang adaptif terhadap tuntutan zaman. Setelah menjadi perguruan tinggi swasta pertama di Indonesia yang membuka Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi, FK UMI kini juga tengah mempersiapkan pembukaan program spesialis lain seperti Anestesi, Radiologi, Patologi Klinik, Bedah, dan Mata.
“Seluruh langkah ini kami arahkan untuk memperkuat kontribusi FK UMI dalam mencetak tenaga kesehatan yang berkualitas, memperluas akses pendidikan dokter spesialis, dan menjawab kebutuhan riil pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di kawasan timur Indonesia,” jelasnya.
FK UMI juga terus menunjukkan inovasi dalam pengembangan kualitas lulusan. Salah satunya melalui rencana program double degree bagi mahasiswa profesi dokter dengan Magister Biomedik, sehingga lulusan ke depan tidak hanya memperoleh gelar dokter, tetapi juga memiliki penguatan keilmuan yang lebih mendalam. Kualitas akademik FK UMI juga tercermin dari capaian kelulusan yang melampaui standar nasional. Wakil Dekan I FK UMI, Dr. dr. Ida Royani, M.Kes., MHPE., FFRI., melaporkan bahwa persentase kelulusan FK UMI tahun ini mencapai 80 persen, jauh di atas standar nasional sebesar 54 persen.
Selain unggul secara akademik, FK UMI juga dikenal kuat dalam pembinaan karakter dan keberpihakan pada mahasiswa berprestasi, khususnya penghafal Al-Qur’an. Hingga saat ini, FK UMI telah menerima 114 mahasiswa jalur beasiswa hafidz, termasuk di antaranya mahasiswa internasional dari Sudan, Palestina, dan Timor Leste. Kebijakan ini menunjukkan bahwa FK UMI membangun SDM unggul tidak hanya dengan basis intelektual, tetapi juga dengan fondasi spiritual dan nilai kemanusiaan yang kokoh.
Rekam jejak alumni FK UMI semakin menegaskan keberhasilan model pendidikan tersebut. Lulusan FK UMI telah banyak berkiprah di berbagai posisi strategis, mulai dari pimpinan rumah sakit, kepala dinas kesehatan, hingga jabatan penting di level nasional. Hal ini menjadi bukti bahwa FK UMI tidak sekadar meluluskan dokter, tetapi menyiapkan SDM kesehatan yang mampu memimpin, mengabdi, dan memberi dampak nyata bagi bangsa.
Melalui yudisium, janji sarjana, dan sumpah dokter ini, FK UMI kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan kedokteran yang terus bergerak membangun generasi dokter yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter. Di tengah tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks, FK UMI hadir dengan visi yang jelas: melahirkan dokter muhsin, yakni dokter yang profesional dalam layanan, luhur dalam akhlak, dan tulus dalam pengabdian.
(HUMAS)