Riset & Inovasi Friday, 17 July 2026

Enam Tahun Meneliti, Guru Besar UMI Lahirkan Jagung Pulut Berprotein Tinggi untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Anisa Safitri 78 dilihat 3 menit baca
Enam Tahun Meneliti, Guru Besar UMI Lahirkan Jagung Pulut Berprotein Tinggi untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

MAKASSAR — Ancaman krisis pangan global akibat perubahan iklim, alih fungsi lahan pertanian, hingga ketidakpastian geopolitik mendorong lahirnya berbagai inovasi pangan di Indonesia. Di tengah tantangan tersebut, Guru Besar Bidang Ilmu Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. Ir. Edy, M.P., M.Pd., berhasil melahirkan dua varietas unggul nasional jagung pulut berprotein tinggi yang diproyeksikan menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dua varietas tersebut, Putra Baru 1 dan Putra Baru 2, merupakan hasil penelitian selama enam tahun yang didukung pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Pada 2024, keduanya resmi dilepas sebagai varietas unggul nasional melalui Keputusan Menteri Pertanian RI, sehingga dapat dikembangkan secara luas oleh petani di berbagai daerah.

Prof. Edy mengatakan, riset yang dikembangkannya tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga menghadirkan pangan alternatif dengan kualitas gizi yang lebih baik.

"Yang kami hasilkan bukan sekadar varietas baru, tetapi jagung pulut yang memiliki kandungan protein lebih tinggi, produktivitas yang meningkat, serta daya adaptasi yang luas. Kami berharap varietas ini dapat menjadi salah satu solusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ujar Prof. Edy.

Selain kandungan protein yang mencapai 11,52 persen pada Putra Baru 1 dan 11,64 persen pada Putra Baru 2, kedua varietas tersebut juga memiliki produktivitas yang tinggi. Putra Baru 1 berpotensi menghasilkan hingga 8,88 ton per hektare, sedangkan Putra Baru 2 mencapai 8,54 ton per hektare. Keduanya juga memiliki kandungan amilopektin tinggi yang menghasilkan tekstur pulen, sehingga berpotensi menjadi pangan lokal unggulan sekaligus alternatif pengganti beras.

Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan bangsa melalui riset yang aplikatif.

"UMI tidak ingin hanya menjadi penghasil ijazah. UMI ingin menjadi penghasil solusi. Ukuran keberhasilan universitas bukan hanya jumlah lulusan atau publikasi, tetapi sejauh mana ilmu pengetahuan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Prof. Hambali.

Menurutnya, keberhasilan melepas varietas unggul nasional menjadi bukti bahwa riset yang dikembangkan di kampus tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu dihilirisasikan menjadi inovasi yang memberikan nilai tambah bagi petani dan mendukung agenda ketahanan pangan Indonesia.

Apresiasi terhadap temuan tersebut juga datang dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria. Saat mengunjungi Fakultas Pertanian UMI, ia menyebut pelepasan varietas Putra Baru 1 dan Putra Baru 2 sebagai sebuah terobosan penting.

Menurut Prof. Arif, keberhasilan UMI membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu menghasilkan varietas unggul yang membuka peluang besar bagi penguatan kemandirian pangan nasional. Inovasi seperti ini, katanya, perlu terus didorong agar Indonesia memiliki semakin banyak varietas tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim, produktif, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan masa depan.

Keberhasilan tersebut tidak berhenti pada dua varietas. Hingga 2026, tim peneliti Fakultas Pertanian UMI telah mengembangkan empat prototipe jagung pulut unggul baru yang kini menjalani uji multilokasi sebagai tahapan menuju pelepasan varietas nasional berikutnya.

Rangkaian inovasi itu mempertegas komitmen Fakultas Pertanian UMI dalam menghadirkan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Di tengah tantangan krisis pangan global, pengembangan varietas unggul lokal diharapkan menjadi bagian dari solusi untuk memperkuat kemandirian pangan Indonesia melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama