Makassar, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan jati dirinya sebagai kampus ilmu dan ibadah melalui penyelenggaraan Pelatihan Imam Rawatib bagi Dosen Struktural yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Karakter dan Dakwah (PKD) UMI, Selasa, 28 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Prof. Masrurah Mokhtar, UPT PKD UMI, Lantai 1 Masjid Umar bin Khattab, Kampus II UMI ini diikuti oleh 26 dosen yang merupakan pejabat struktural dari berbagai fakultas di lingkungan UMI.
Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., didampingi Kepala UPT PKD UMI, Dr. H. Andi Darmawansyah, S.Ag., M.Ag., serta Ketua Panitia, Dr. H. Agussalim Beddu Malla, Lc., M.A.
Dalam arahannya, Rektor UMI menegaskan bahwa peran dosen di UMI tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi harus hadir sebagai figur teladan di tengah masyarakat.
“Dosen UMI harus siap menjadi imam, bukan hanya di kampus, tetapi juga di tengah masyarakat. Karena masyarakat melihat kita bukan hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai panutan,” tegas Prof. Hambali.

Menurutnya, pelatihan imam rawatib ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi bagian dari strategi besar UMI dalam menjaga identitasnya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari upaya menjaga ruh UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah. Dakwah itu tidak selalu dengan ceramah, tetapi dengan kesiapan kita hadir dan memimpin,” lanjutnya.
Rektor UMI menekankan bahwa kemampuan menjadi imam rawatib adalah bentuk konkret dari pengabdian sivitas akademika kepada umat.
Menurutnya, dosen UMI harus mampu menghadirkan bacaan yang baik, pemahaman ibadah yang benar serta kekhusyukan yang dirasakan jamaah
“Kita ingin dosen UMI bukan hanya benar dalam bacaan, tetapi mampu menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan bagi jamaah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. H. Agussalim Beddu Malla, Lc., M.A., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan UPT PKD UMI dalam membangun karakter keislaman sivitas akademika.
Ia menjelaskan bahwa berbagai program telah dilaksanakan secara konsisten, seperti pelatihan penyelenggaraan jenazah, pelatihan khatib, pelatihan barasanji hingga pelatihan imam rawatib
“Dosen UMI tidak hanya bertugas sebagai pengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam mendukung visi UMI sebagai lembaga pendidikan dan dakwah,” ungkapnya.
Menurutnya, kemampuan menjadi imam juga merupakan bagian dari kepemimpinan seorang muslim, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat.

Pelatihan ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Dr. KH. M. Ishaq Shamad, M.A., Dr. H. Yusri Muhammad, Lc., M.A., Dr. H. Andi Darmawansyah, S.Ag., M.Ag. dan Dr. H. Agussalim Beddu Malla, Lc., M.A.
Melalui kegiatan ini, UMI kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk sumber daya manusia yang berilmu amaliah, beramal ilmiah dan berakhlakul karimah serta mampu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata.
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa UMI tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga membangun kekuatan spiritual dan karakter kepemimpinan umat. Karena bagi UMI Menjadi dosen bukan hanya tentang mengajar ilmu… tetapi tentang memimpin, membimbing, dan memberi arah bagi kehidupan umat.
(HUMAS)
