Prof. Hambali Thalib: Terima Kasih LAM Teknik, Kepercayaan Ini Kuatkan Peran UMI sebagai Pusat Mutu Pendidikan Keteknikan Indonesia Timur

Author Website UMI

/

Makassar, umi.ac.id Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat penguatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia Timur. Hal ini ditandai dengan kepercayaan dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Teknik Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang menunjuk UMI sebagai tuan rumah kegiatan nasional Sosialisasi Akreditasi dan Penguatan Mutu Program Studi Keteknikan Menuju Unggul 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Myko Hotel & Convention Center, Makassar, Kamis–Jumat (23–24 April 2026) ini diikuti sekitar 150 peserta dari 61 perguruan tinggi keteknikan se-Pulau Sulawesi. Hadir sebagai narasumber utama Sekretaris Komite Eksekutif LAM Teknik, Prof. Ir. Meilana Dharma Putra, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., yang memaparkan arah kebijakan serta strategi penguatan mutu program studi keteknikan di tingkat nasional.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., didampingi Wakil Rektor II Prof. Dr. H. Zakir Sabara, Wakil Rektor III Hj. Nur Fadhilah Mappaselleng, Wakil Rektor IV Dr. KH. M. Ishaq Shamad, serta pimpinan Fakultas Teknologi Industri dan Fakultas Teknik UMI.

UMI: Dari Tuan Rumah Menuju Penggerak Ekosistem Mutu Nasional

Dalam sambutannya, Rektor UMI menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada LAM Teknik atas kepercayaan yang diberikan kepada UMI.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada LAM Teknik atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Muslim Indonesia. Ini bukan sekadar kehormatan, tetapi tanggung jawab moral dan akademik yang akan kami jaga dengan kesungguhan,” tegas Prof. Hambali.

Ia menegaskan bahwa UMI tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan, tetapi mengambil peran sebagai bagian dari ekosistem besar dalam peningkatan mutu pendidikan keteknikan nasional.

“UMI tidak sekadar menjadi tempat kegiatan ini, tetapi insyaallah menjadi bagian dari ekosistem besar peningkatan mutu pendidikan keteknikan nasional,” ujarnya.

Akreditasi sebagai Budaya Mutu, Bukan Sekadar Administrasi

Rektor UMI menekankan bahwa penguatan mutu harus dimulai dari cara pandang institusi terhadap akreditasi.

“Bagi kami, akreditasi bukan sekadar dokumen administratif, tetapi budaya mutu yang harus hidup dalam setiap proses akademik,” ungkapnya.

Menurutnya, mutu pendidikan tidak dibangun melalui klaim, melainkan melalui konsistensi, kerja keras, dan kejujuran akademik.

Dalam konteks tersebut, UMI terus mengintegrasikan keilmuan dengan nilai keislaman sebagai fondasi utama pendidikan.

“Kami percaya, ilmu tanpa integritas akan kehilangan arah, dan kecerdasan tanpa etika akan kehilangan makna,” tambahnya.

Karena itu, lulusan teknik UMI tidak hanya diarahkan untuk kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial.

Capaian Nyata: Dari Unggul hingga Penguatan Program Doktor

UMI menunjukkan capaian konkret dalam penguatan mutu pendidikan keteknikan di berbagai jenjang.

Di Fakultas Teknologi Industri, Prodi Teknik Industri, Teknik Kimia, dan Program Profesi Insinyur telah meraih Akreditasi Unggul. Bahkan, Program Profesi Insinyur UMI menjadi pertama dan pelopor prodi insinyur di Indonesia sementara Teknik Pertambangan sedang dipersiapkan menuju reakreditasi 2027 mendatang

Di Fakultas Teknik, Teknik Mesin telah terakreditasi Unggul, Teknik Sipil Baik Sekali, Teknik Elektro Baik serta Program Arsitektur dan Teknik Lingkungan terus diperkuat menuju reakreditasi

Pada jenjang Pascasarjana, Magister Teknik Kimia dan Teknik Mesin telah terakreditasi Unggul, Magister Teknik Sipil Baik Sekali dan Magister Teknik Industri adalah prodi baru dan satu-satunya di PTS Indonesia Timur

Selain itu, Program Doktor Teknik Kimia telah selesai divisitasi dan menunggu izin operasional dan Program Doktor Teknik Sipil sedang dalam tahap persiapan visitasi

“Ini menunjukkan bahwa UMI tidak berhenti, tetapi terus bergerak menuju kualitas yang lebih tinggi,” tegas Rektor UMI.

UMI sebagai Ruang Kolaborasi dan Sinergi Nasional

Rektor UMI juga menegaskan bahwa UMI membuka diri sebagai pusat kolaborasi pendidikan keteknikan di Indonesia Timur.

“Kami siap menjadi ruang sinergi, tempat berbagi praktik terbaik, benchmarking, dan memperkuat kerja sama antar perguruan tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, masa depan pendidikan tinggi tidak dapat dibangun secara individual, melainkan melalui kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan.

Menuju Prodi Unggul 2027, Harapan Konkret UMI

Melalui kegiatan ini, UMI berharap seluruh program studi keteknikan semakin siap menuju akreditasi unggul, kurikulum semakin adaptif terhadap kebutuhan industri dan global, kualitas dosen terus meningkat serta lulusan memiliki daya saing nasional dan internasional

UMI Siap Menjadi Mitra Strategis LAM Teknik

Menutup sambutannya, Rektor UMI menegaskan komitmen institusi untuk terus mengambil peran strategis dalam penguatan mutu pendidikan keteknikan nasional.

“UMI siap menjadi mitra strategis LAM Teknik dalam meningkatkan mutu pendidikan keteknikan di Indonesia,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi langkah nyata dalam mempercepat transformasi mutu pendidikan keteknikan menuju standar unggul secara nasional. UMI — Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak. (*)

SHARE ON